
Merlin mungkin mengira akan dapat membodohi dan mengelabui Gerald lagi dengan menghasut agar Gerald curiga jika Gilang bukan putranya.
Semakin bertambah usia, wajah Gilang makin mirip dengannya. Tidak butuh tes DNA, siapa pun yang melihat keduanya pasti akan tahu jika itu putranya.
Gerald tidak akan mau menyerahkan seluruh harta miliknya jika belum yakin Gilang putranya, darah dagingnya.
"Apa pedulimu?" tanya Gerald. Dia ingin menguji isi hati Merlin. Apa yang wanita itu pikirkan saat ini.
"Tentu aja aku peduli. 8 tahun aku hidup denganmu. Kamu tidak memberikan aku apa-apa selain sebuah Villa dan apartemen. Aku di sini entah berapa tahun lamanya. Semua juga karenamu. Seharusnya kau bertanggung jawab denganku. Aku ini istrimu. Saat aku keluar nanti, mana mungkin aku bisa mencari pekerjaan langsung!" ucap Merlin dengan nada sedikit tinggi.
"Kau bukan istriku lagi. Apa kamu lupa jika aku pernah menjatuhkan talak untukmu. Saat ini aku juga ingin menegaskan jika aku mentalak kamu. Kita tidak ada lagi hubungan."
"Kau tidak bisa melakukan ini padaku. Apa kau lupa, saat kau sedih dan terpuruk karena kehilangan kedua orang tuamu, hanya aku yang mendampingi kamu. Bukan Agatha apa lagi Gilang. Namun, kenapa mereka yang mendapatkan hartamu?"
"Karena itu memang hak Agatha dan Gilang. Dia istri sahku, tapi saat bercerai belum aku beri harta gono gini. Gilang putraku satu-satunya, dia juga berhak atas hartaku."
"Aku nggak yakin jika Gilang itu darah dagingmu. Agatha sengaja mengatakan itu agar dia mendapatkan hartamu. Bisa saja Gilang itu anaknya Dokter Bima. Mereka berhubungan sejak masih dalam tahanan."
__ADS_1
Gerald tertawa sumbang mendengar ucapan Merlin. Dia telah tahu siapa Merlin sebenarnya. Jika saja dulu dia bisa ditipu karena terlalu dibutakan cinta. Tidak untuk saat ini. Pelajaran berharga telah dia dapatkan dari cinta butanya. Dia banyak kehilangan waktu kebersamaan dengan putranya.
"Agatha atau kamu yang telah berbohong dan menipuku?" tanya Gerald.
"Apa maksud ucapanmu?" tanya Merlin dengan suara bergetar. Dia takut Gerald tahu segalanya. Tentang dia dan Alex, teman dekatnya.
Kembali Gerald tertawa dengan suara sumbang. Dia telah menyelidiki segalanya. Sejak pria itu tahu kebohongan Merlin, dia meminta bawahannya menyelidiki siapa wanita itu dan juga bagaimana Agatha selama dalam penjara.
"Aku tidak yakin jika anak yang kamu kandung dulu itu adalah anakku. Bisa saja itu anak Alex. Karena kamu tidur denganku dan juga dengannya. Membayangkan itu saja aku telah merasa jijik. Wanita seperti apa yang pernah aku cintai dulu. Mungkin dulu aku memang sangat mencintaimu, tapi sekarang cinta itu berubah menjadi benci. Sangat muak dan jijik," ucap Gerald dengan wajah yang menyeramkan.
Merlin kaget mendengar ucapan Gerald. Apakah pria itu tahu segalanya. Pantas jika mantan suaminya ini tidak memberikan harta gono gini. Merlin takut jika memang semua telah diketahui Gerald. Pria itu pasti akan sangat membencinya.
"Jangan mencoba mengujiku. Kamu pikir aku masih bisa kamu bohongi seperti saat dulu. Pergilah. Aku tidak mau terbawa emosi jika kamu masih ada dihadapanku!"
Gerald menunjuk Merlin dan memintanya segera pergi. Baru saja Gerald ingin marah lagi, tapi diurungkan ketika mendengar suara Gilang.
"Papa Gerald. Kamu di sini. Aku dan Ayah mencari ke tempat lain," ucap Gilang.
__ADS_1
Dia masuk keruangan itu dan langsung memeluk Gerald. Mengecup kedua pipi pria itu. Tadi Gilang mencari ke kamar Gerald, tapi pria itu tidak ada. Bima akhirnya mencari tahu keberadaan Gerald.
"Karena kamu sudah bersama Papa Gerald, ayah pamit dulu. Ayah banyak pasien."
"Terima kasih, Ayah."
Gilang belum juga menyadari jika Merlin ada diruangan itu. Bocah itu mengalungkan kedua lengannya di leher Gerald. Merlin yang melihat itu menjadi makin emosi. Dia memukul meja cukup keras, membuat Gilang kaget.
Gilang memandangi wajah Merlin dengan mata tajam. Setelah masuk penjara, baru kali ini dia kembali bertemu dengan wanita itu.
"Aku kira siapa? Ternyata kuyang!" ucap Gilang sesuka hatinya.
Mendengar sebutan Gilang untuk. dirinya membuat Merlin makin emosi. Dia mendekatkan dirinya ke bocah laki-laki itu.
"Jangan sembarangan bicara, dasar anak se*tan!" ucap Merlin tidak mau kalah menyebut Gilang dengan kata kasar.
"Jangan kau menyebut anakku dengan sebutan itu lagi. Gilang ini putraku. Jika kau berani menghinanya, aku pastikan kau akan kekal di penjara! Pergi segera, sebelum aku bertindak, karena aku pastikan kau akan menyesal nantinya!" ancam Gerald.
__ADS_1
Gilang tersenyum mengejek ke arah Merlin, membuat wanita itu tampak makin kesal. Dia berdiri dan berjalan dengan menghentakan kaki ke lantai.
...****************...