
Agatha memeluk lengan suaminya Bima. Dia tidak mengerti apa yang dikatakan Merlin. Kenapa wanita itu menuduh dirinya yang melapor ke polisi.
"Apa Mas Bima yang melaporkan semua ini?" tanya Agatha dengan berbisik.
"Bukan. Aku mengajak kamu ke sini baru akan mengatakan jika aku akan naik banding. Tidak terima atas tuduhan palsu dia yang menyebabkan kamu masuk penjara. Tapi kejutan bagiku, ternyata dia sudah ditangkap."
Gerald berjalan mendekati Merlin yang di giring masuk ke mobil polisi. Melihat suaminya itu yang hanya diam saat polisi menangkapnya Merlin tampak gusar.
"Apa kau dan Agatha yang merencanakan ini semua? Kau pikir akan bisa menikahi wanita itu setelah aku dipenjarakan?" tanya Merlin dengan suara tinggi.
"Agatha tidak ada hubungannya dengan penangkapan kamu saat ini."
Wajah Gerald tampak kusut. Sudah dua hari ini dia menimbang apa yang harus dilakukan. Pada akhirnya dia memutuskan untuk melaporkan Merlin. Wanita itu harus membayar semua perbuatannya.
"Saat ini kau membelanya agar dia mau menyerahkan hak asuh Gilang. Apa kau tidak pernah curiga jika Gilang itu bukan darah dagingmu. Bisa saja umur anak di manipulasi. Pasti dia hamil di penjara dengan pria lain!" ucap Merlin.
Agatha yang kebetulan keluar dengan suaminya, ingin pamit pulang, mendengar semua ucapan Merlin. Tentu saja Agatha tidak terima di tuduh seperti itu.
__ADS_1
"Jangan menuduhku yang bukan-bukan. Jika kamu pernah melakukan itu, jangan malah balik menuduhku.Mas Gerald bisa lakukan tes DNA jika tidak yakin Gilang darah dagingnya."
"Jangan merasa paling suci. Saat ini kau bisa sombong karena menikah dengan seorang dokter, tunggu aja saat dia bosan dan kau dicampakkan. Baru kau menangis darah!"
"Maaf, Bu Merlin. Waktu anda telah habis. Silakan masuk," perintah salah satu polisi.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan Agatha. Jangan takut. Gerald tidak akan pernah kembali dengan Agatha!" ucap Bima sebelum Merlin masuk ke dalam mobil.
Mobil perlahan meninggalkan halaman rumah Gerald. Setelah itu Gerald menemui Bima dan Agatha.
"Aku sudah laporkan Merlin sesuai dengan permintaan kamu," ucap Gerald dengan Bima.
"Aku tidak pernah memaksa kamu untuk melaporkan. Aku hanya berkata jika kamu memang merasa bersalah, lakukan hal yang sama saat kamu melakukan pada Agatha."
"Dan aku telah melakukan itu!"
"Syukurlah. Tidak ada kata terlambat jika ingin memperbaiki diri. Semoga ke depannya akan lebih baik."
__ADS_1
"Aku sekali lagi minta maaf padamu, Agatha. Mungkin sulit bagimu memaafkan aku. Tapi aku akan selalu meminta maaf sampai kata maaf itu terucap dari mulutmu," ucap Gerald.
Agatha hanya diam di samping suaminya Bima. Memang saat ini dia belum bisa memaafkan salah Gerald, dan sebenarnya dia tidak ingin menginjak rumah ini lagi. Kenangan saat dia di tangkap polisi masih terus mengikat dipikirannya.
Apa lagi mengingat saat itu seharusnya hari bahagia mereka. Mengetahui jika di rahim Agatha telah tumbuh benih cinta mereka.
Namun, Agatha sadar, semua yang terjadi atas kehendaknya. Mungkin memang dia dan Gerald hanya berjodoh sesaat saja.
Terkadang kita dipertemukan dengan orang yang salah, sebelum Tuhan pertemukan dengan orang yang tepat.
KETIKA kita dipertemukan dengan seseorang yang salah, jangan pernah menyesal karena Allah selalu memiliki rencana yang indah untuk hambaNya, bersyukur dan berterimakasihlah kepada Sang Maha Pemilik Skenario Hidup.
Karena dibalik rencana Allah pasti ada kebaikan yang Allah berikan “Rahasia Dibalik Rahasia” tapi terkadang kita tidak pernah menyadari hal itu, malah sebaliknya kita akan menyesal, marah akan sesuatu yang nggak baik menurut kita terjadi kepada diri kita, padahal baik menurut Allah.
Rahasia dibalik rahasia itulah cara Sang Maha Kuasa memberi hadiah terindah yang dibungkus dengan ujian dalam hidup seorang hamba-Nya.
...****************...
__ADS_1
Sebagian quote dikutip dari google