DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG

DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG
Bab 37. Liciknya Merlin.


__ADS_3

Baru saja Gilang pergi, Gerald kembali kedatangan tamu. Pengacaranya yang bernama Sariman Siregar datang menjenguk karena Gerald sakit dan juga ada kabar yang ingin dia sampaikan.


"Ada apa, Pak? Sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikan."


Sariman duduk di kursi samping tempat tidur. Mengambil berkas dari dalam tas tangan yang dibawanya. Sariman meletakkan berkas itu di atas paha Gerald.


"Ini berkas harus Bapak tanda tangani. Berkas kantor."


Gerald membaca berkas-berkas itu satu persatu. Setelah dibaca dan merasa semua telah sesuai dengan yang dia minta, barulah Gerald menanda tangannya.


"Apa hanya untuk ini kamu datang menemuiku?" tanya Gerald. Dia yakin ada hal lain yang ingin dikatakan pengacaranya itu. Gerald kenal betul siapa Sariman. Salah satu orang kepercayaannya.


"Sebenarnya aku datang untuk mengatakan hal buruk yang terjadi dengan aset milik Bapak!" ucap Sariman.


"Kenapa dengan aset saya?" tanya Gerald mulai kuatir. Dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan harta miliknya. Semuanya akan Gerald berikan untuk putranya Gilang.

__ADS_1


"Satu perusahaan cabang dan dua butik, semua berpindah atas nama Merlin."


"Apa ...?" Gerald bertanya dengan kaget. Tidak pernah dia membuat surat kuasa untuk pindah namakan aset miliknya.


"Aku tidak pernah membuat surat kuasa untuk pindahkan perusahaan dan butik atas nama Merlin!" ucap Gerald dengan nada sedikit tinggi.


"Saya telah bertemu dengan pengacaranya. Dia memiliki surat bukti jika perusahaan cabang itu telah berpindah atas nama Merlin."


"Aku tidak bisa terima ini. Bukankah suratku lebih dulu keluar dan bisa dijadikan bukti."


"Dia memiliki surat kuasa pindah nama, dan bapak telah tanda tangani itu. Saya telah melihatnya. Itu memang tanda tangan Bapak!"


Lama Gerald berpikir, dan akhirnya dia ingat jika Merlin pernah meminta tanda tangannya untuk mengizinkan dia mengelola keuangan butik, bukan memberikan kuasa untuk pindah nama aset. Gerald lalu mengatakan semua itu pada pengacaranya.


"Apa Bapak memiliki bukti rekaman atau video saat ibu Merlin meminta tanda tangan itu?"

__ADS_1


"Ya, CCTV ruang kerjaku. Kamu masuk saja ke rumahku. Ini aku ada kunci kamar ruang kerjaku. Aku ingat betul itu terjadi seminggu sebelum dia dipenjarakan."


"Baiklah, Pak. Semoga video itu jelas dan bisa dijadikan sebagai bukti untuk pindahkan lagi aset milik Bapak."


"Jika hanya dua butik itu saja, aku akan relakan. Tapi perusahaan itu, aku tidak pernah rela diambilnya!"


"Sebenarnya tanda tangan Bapak juga di sana kurang jelas. Aku juga sedang mengusahakan pembatalan karena sepertinya itu hanya di tiru atau dijiplak."


"Tentu saja itu dijiplak. Aku membaca surat yang diberikan Merlin. Aku tidak menyangka dia menggandakan tanda tanganku. Aku ingin kamu bisa membuktikan jika semua itu hasil manipulasi mereka. Minta surat itu dan coba cek, apakah ada sidik jari aku di atas kertas itu!"


"Baiklah, Pak. Akan aku cari bukti. Jika ada terlihat jelas video di mana Merlin minta tanda tangan itu, bisa kita jadikan bukti jika suaranya jelas."


"Perusahaanku yang lain serta rumahku, segera pindahkan atas nama Gilang. Besok kamu temui Agatha, beri surat kuasaku untuknya. Semua pengeluaran harus atas izin Gilang. Namun, karena dia masih kecil untuk sementara di berikan kekuasaan itu pada Agatha sebagai wali Gilang."


"Baiklah, Pak."

__ADS_1


"Merlin itu tidak ada hak apa pun atas hartaku, karena kami hanya nikah siri," ucap Gerald


...****************...


__ADS_2