DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG

DENDAM (ANAK) ISTRI TERBUANG
Bab 36. Andai Waktu Bisa Kembali


__ADS_3

Setelah menyuapi Gerald. Gilang kembali diam. Tidak tahu harus bicara apa. Tampak kaku. Dulu dia bisa bercerita tentang apa saja dengan Gerald, sebelum tahu dia ayah kandungnya.


Gerald akhirnya yang mengambil alih pembicaraan. Membuka suara untuk menghilangkan kesunyian.


"Gilang, Papa ingin kamu bertemu pengacara Papa. Bawa Ibu sekalian. Ada yang ingin dibicarakan."


"Buat apa menemui pengacara Papa. Aku tidak ada urusan."


"Papa dan pengacara yang ada urusan denganmu. Nanti setelah bertemu, pasti kamu akan mengerti."


Gilang menarik nafas. Menghilangkan kecanggungan. Gerald menggenggam tangan putranya itu.


"Terima kasih karena mau menjenguk Papa di sini. Kedatangan kamu lebih dari obat yang diberikan dokter. Papa senang melihat kamu sehat. Rasanya tidak sabar ingin menyelesaikan hukuman ini agar dapat melihat kamu walau hanya dari kejauhan."


"Kenapa melihatnya dari kejauhan?" tanya Gilang.

__ADS_1


Gerald tersenyum getir. Sebelum menjawab pertanyaan Gilang, dia mencoba mencari kata yang tepat untuk mengucapkannya. Gerald takut Gilang marah dan kecewa dengannya.


"Tentu saja Papa hanya bisa melihat kamu dari kejauhan. Papa tidak ingin mengusik kebahagiaan kamu bersama ibu dan ayah Bima. Dengan melihat kamu dari kejauhan saja, Papa sudah bahagia."


"Apa Papa tidak ingin dekat denganku?" tanya Gilang lagi.


"Tentu saja itu keinginan Papa, Nak! Tapi Papa sadar jika itu tidak mungkin dan Papa juga tidak berhak. Kamu mau menyapa dan menegur Papa saja, itu sudah lebih dari cukup."


Gerald merasakan dadanya sesak karena menahan tangis.Gerald sadar jika dia tidak mungkin menuntut lebih pada Gilang. Dari dalam kandungan pria itu telah menelantarkan anaknya.


"Papa saat ini juga sedang menebus rasa bersalah karena pernah salah mengambil tindakan dan keputusan. Jika saja waktu bisa diputar kembali, Papa akan membuat ibumu bahagia saat hamil dirimu."


"Sayangnya waktu tidak akan pernah dapat kembali. Untuk itu kita harus berpikir dalam melakukan sesuatu. Jangan terbawa emosi," ucap Gilang.


Setiap orang memang memiliki momen pedih, namun tak sedikit orang yang ingin mengembalikan momen tersebut untuk memperbaikinya agar menjadi suatu hal yang indah. Maka, setiap orang akan berlari ke masa lalu apabila diberi kesempatan kembali.

__ADS_1


"Kamu benar, Nak. Aku berharap aku dapat memutar kembali waktu, tetapi begitu kesalahan dibuat, sudah terlambat untuk kembali dan memperbaikinya. Aku berharap aku dapat memutar kembali waktu, tetapi sejarah sudah ditulis, jadi aku tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi. Aku hanya punya satu pilihan: untuk maju dengan keberanian dan harapan. Aku berharap aku bisa memutar kembali waktu dan membatalkan apa yang terjadi. Namun, aku tidak bisa, dan aku tidak akan mampu. Hal terbaik adalah menerima apa yang terjadi dan bergerak maju dengan keyakinan di masa depan," ucap Gerald dengan lirih.


Gilang hanya diam, tidak menanggapi perkataan Papa Gerald. Karena sadar jika semua mustahil untuk dikembalikan.


Bima yang merasa sudah waktunya Gilang kembali datang menjemput anak tirinya itu. Dia tidak ingin Gilang terlalu lama berada di rumah tahanan karena tidak baik bagi anak seusianya.


Melihat kedatangan Bima, Gilang langsung turun dari ranjang dan mendekati Bima. Memeluk lengan pria itu.


"Apa sudah cukup mengobrolnya?" tanya Bima dengan senyuman.


"Sudah, Yah. Kita pulang lagi. Aku ingin memegang perut Ibu. Bukankah ayah tadi berkata jika di dalam perut ibu ada adikku?" tanya Gilang dengan polos.


Gerald kembali merasakan dadanya sesak. Agatha, wanita yang dia sia-siakan saat ini kembali sedang hamil putra keduanya. Jika saja dia tidak termakan rayuan Merlin dan tidak dibutakan cinta, pasti saat ini dia dan Agatha sedang bahagia bersama putra dan putri mereka.


Ada saatnya kita menyesali yang terjadi. Telah menyia-nyiakan orang yang tulus adalah sesalku. Telah melakukan hal yang bodoh untukmu adalah sesalku. Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan kesempurnaanmu. Aku bisa bersembunyi dari kesalahanku, tapi tidak dari penyesalanku. Dan mungkin aku dapat bermain dengan dramaku, tetapi tidak dengan karmaku.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2