Derita Mirna

Derita Mirna
Merasa Aneh Part 2


__ADS_3

Mirna berangkat ke sekolah seperti biasa. Yaitu menggunakan sebuah taksi online yang sengaja dipesankan oleh Vicky. Dan Mirna pun telah merasa bahagia. karena setidaknya, laki-laki tua bangka itu masih memberikan fasilitas dan sedikit kebahagiaan untuknya. Di tengah kekejaman yang kerap laki-laki tua itu lakukan pada Mirna.


"Kenapa aku tiba-tiba ingin memakan sesuatu?"tanya gadis cantik itu yang merasa sedikit aneh dengan apa yang ia alami.


"Kenapa aku ingin makan cookies almond?"tanya Mirna masih pada dirinya sendiri.


"Nona Mirna, Anda ini kenapa?"tanya sang supir taksi online yang tak lain adalah anak buah dari laki-laki tua bangka itu.


"Emm, tiba-tiba saya kok ingin makan cookies almond, apa di sini ada?"tanya gadis itu pada pria yang tengah menyetir di depan sana.


"Apa anda sedang hamil?"tiba-tiba saja, laki-laki itu spontan bertanya seperti itu. Saja hal itu membuat Mirna seketika terdiam.


Karena gadis cantik itu sangat merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh laki-laki itu. Terlebih lagi, Vicky telah mewanti-wanti dirinya agar tidak hamil.


Entah apa yang akan dilakukan oleh laki-laki tua itu, saat mendengar kabar ini sampai ke dalam pendengarannya.


"Hamil, mana mungkin saya hamil tuan, saya baru saja menstruasi kemarin."ucap Gadis itu sedikit gugup.


Walaupun dalam hatinya, merasa sedikit aneh dengan apa yang ia rasakan saat ini. Kemudian dengan segera, gadis cantik itu mengusap perutnya tanpa sengaja.


Sementara Laki-laki yang ada di depan itu, hanya terdiam Seraya matanya sesekali menatap ke arah Mirna dengan tatapan yang sulit diartikan.


Dan hal itu disadari oleh Mirna. Namun, gadis cantik itu berusaha tidak memperdulikan apa yang laki-laki itu lakukan. Karena memang, Mirna tidak pernah melakukan apapun. Dan tidak pernah menentang peraturan dari laki-laki tua itu.


Tak lama berselang, mobil yang ditumpangi oleh Mirna, telah sampai di depan gerbang sekolah itu. Dan dengan segera, gadis belia itu keluar dari dalam mobil. Saat Mirna baru saja membuka pintu, Gadis itu, sedikit merasa terkejut karena mendapati seseorang yang ia kenal telah berdiri di depan pagar.


Segera Mirna melangkahkan kakinya menghindari laki-laki itu. Yang sedari tadi, menampilkan senyuman hangat saat melihat kedatangan Mirna. Tentu saja perlakuan dari gadis itu, membuat senyuman Ridho seketika luntur.


"Ada apa? Kenapa dia seperti ini?"tanya laki-laki itu Seraya menatap kepergian Mirna dengan raut wajah kebingungan.


"Huh mungkin saja dia sedang ada masalah dengan keluarganya. Sepertinya, aku tidak bisa mengganggu Gadis itu untuk saat ini."gumam laki-laki tampan itu Soraya melangkah menjauh dari tempat itu.


Tanpa disadari oleh Ridho, ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Aku harus lapor dengan tuan,"gumam laki-laki itu Seraya menggunakan intercom yang telah terpasang di telinga laki-laki itu.

__ADS_1


" Haloo Bos, sepertinya ada yang menyukai "barang" milikmu,"ujar laki-laki itu Soraya matanya masih menatap ke arah Ridho dengan tatapan tajam.


Walaupun laki-laki itu,


Telah berjalan menjauh dari tempat yang menjadi tempat parkir bagi orang-orang itu.


"Siapa yang berani mengganggu barang milikku?!"tanya Vicky dari seberang sana dengan nada menggema.


Pertanda bahwa laki-laki tua itu, saat ini tengah marah besar.


"Saya tidak tahu bos, apa perlu saya bereskan?!"tanya orang itu.


"Tidak perlu, beri saja dia pelajaran. Karena saya yakin, bocah seperti itu jika diberi pelajaran, pasti akan langsung mundur."ucap Vicky dari seberang sana dengan senyuman licik.


"Baik bos!!"setelah mengatakan hal itu, laki-laki yang memakai baju serba hitam itu segera masuk ke dalam mobil.


Entah apa yang dilakukan oleh orang itu, karena tidak ada yang mencurigai gerak-gerik laki-laki itu.


*****


"Sialan!! Berani sekali kau menyentuh barangku?"ucap laki-laki itu Seraya menggebrak meja cukup kuat.


Brakk


Prang!!


Laki-laki itu segera membanting apapun yang ada di dekatnya. hingga membuat ruangan itu, seperti kapal pecah.


"Aku harus memberikan pelajaran pada anak bau kencur itu!"ucapnya mengeram kesal Soraya menggenggam sebuah botol. hingga botol itu, hancur tak bersisa.


Dengan langkah terburu-buru, laki-laki tua itu segera masuk ke dalam mobil diikuti oleh puluhan orang yang berseragam hitam.


"Kita mau ke mana bos?"tanya salah satu anak buah yang berada di sebelah  Vicky.


"Bermain-main dengan anak itu,"ucap laki-laki setengah baya itu Seraya tersenyum miring.

__ADS_1


****


Brugh


"Awww!!"


Seketika ringisan itu, menggema di seluruh ruang yang terletak tidak jauh dari gedung sekolahan tempat Mirna menuntut ilmu.


"Hey bocah bau kencur, aku peringatkan kamu, jangan pernah mengganggu barangku!"ucap Vicky Seraya mencengkeram dagu dari laki-laki itu.


"Apa maksud kakek?"tanya laki-laki muda itu menatap ke arah Vicky dengan tatapan kebingungan. Siapa lagi jika bukan Ridho. Beberapa jam yang lalu, anak buah Vicky menyeret tubuh Ridho dan membawa laki-laki itu menuju ke arah sebuah gudang yang tidak jauh dari sekolah itu.


Sementara Vicky yang mendengar ucapan dari anak bau kencur yang ada di hadapannya itu, seketika terdiam. Dirinya merasa sangat terhina. Dengan panggilan yang baru saja dilontarkan oleh laki-laki muda yang ada di hadapannya itu.


"Sekali lagi kau memanggilku dengan sebutan Kakek, maka akan ku patahkan batang lehermu!"ujarnya dengan salat mata yang sangat tajam.


Membuat Rido yang mendengar itu, seketika mengerutkan kening karena merasa heran dengan tingkah laku laki-laki yang ada di hadapannya itu.


"Lah, kenapa marah dikatain kakek-kakek, bukankah dia memang pantas disebut kakek, atau mungkin mau disebut eyang atau buyut?"tanya Ridho Soraya masih menatap ke arah Vicky dengan raut wajah aneh.


"Baik kakek buyut!"ucap Ridho Seraya menatap datar ke arah laki-laki itu.


Bugh


Satu pukulan, mendarat mulus di perut laki-laki itu. Sesaat setelah, Ridho memanggilnya dengan sebutan eyang buyut.


Uhuk


Seketika itu pula, Ridho memuntahkan cairan berwarna pekat yang tak lain adalah darah segar.


"Itu sebagai pelajaran untukmu! Aku bisa saja membunuhmu! Tapi karena kamu masih kecil, dan masih bau keringat, aku tidak akan melukaimu lebih parah dari ini!"setelah berkata seperti itu, Vicky dan anak buahnya segera keluar dari tempat itu.


"Aneh!"satu kata itu yang berhasil keluar dari mulut Ridho. Dengan apa yang ia alami hari ini. Sebenarnya, apa maksud dari semua perkataan laki-laki itu, mengapa laki-laki itu, begitu marah kepadanya.


Dan tadi apa dia bilang, barang miliknya? Apa yang dimaksud "barang" oleh laki-laki tua itu. Sungguh Ridho tidak mengerti sama sekali.

__ADS_1


"Aakkhh!! Memikirkan itu lama-lama, membuat kepalaku hampir saja pecah!" Ucap Ridho Seraya bangkit dari lantai ruangan itu.


__ADS_2