
Pagi Harinya, Mirna menatap ke sekeliling. saat terbangun dari tidurnya, gadis itu tidak mendapati Mbok Min dan juga Ridho.
"mereka ke mana?"tanya Mirna pada dirinya sendiri. namun sesaat kemudian, Gadis itu mengedikan bahu acuh tak acuh."mungkin saja mereka tengah mencari cara untuk bisa terlepas dari semua ini."setelah mengatakan hal itu, Mirna segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi sederhana. yang memang telah dibuat oleh Ridho. agar mereka dapat membersihkan diri sewaktu-waktu.
Selesai mandi, Gadis itu menghampiri putranya yang masih terbang ke alam mimpi. Sejenak, Mirna memandang wajah tampan putranya itu. dan tak berselang lama, kedua sudut bibir gadis itu seketika terangkat membentuk sebuah senyuman.
"kau memang mirip denganku."Mirna Seraya mengusap wajah mungil putranya itu. tak lama, terlihat bayi itu menggeliat. dan tak berselang lama, bayi mungil itu, membuka mata. membuat Mirna seketika tersenyum tipis.
"menggemaskan sekali," gumam gadis itu. seraya menggendong bayi mungil itu. untuk segera di mandikan.
"nah, sekarang kita mandi dulu. Yuk," ajak Mirna pada putranya. dan mereka segera menuju tempat kamar mandi.
Mirna segera meletakkan bayi itu di sebuah papan kayu. dan dengan segera memandikannya. sesekali, akan terdengar suara tangisan dari bayi itu. mungkin karena merasa terkejut dengan tubuhnya yang tiba-tiba terkena air.
__ADS_1
"cup cup. sayang, jangan nangis ya, di sini ada Ibu." ucapnya dengan Segera menggendong bayi mungil itu. setelah di rasa cukup dalam ritual mandinya.
Setelah selesai, membersihkan tubuh putranya, Mirna segera membawa Tirta masuk ke dalam rumah sederhana itu. Mirna sesekali bersenandung kecil seraya tangannya memakaikan baju ke tubuh Tirta.
"wah, anak Ibu sudah sangat tampan," puji Mirna pada bayi yang baru berusia beberapa bulan itu.
tak lama berselang, Mbok Min, datang menghampiri Mirna dengan membawa sepiring nasi dan juga sayur bening beserta tempe dan tahu.
"kau makan dulu. ya, " ucap wanita paruh baya itu, Seraya meletakkan nampan yang berisi makanan dan minuman itu.
"terima kasih atas kebaikan simbok, " ucapnya seraya mulai menyantap makanan itu.
Sungguh, Mirna merasa sangat bersyukur karena bertemu dengan orang-orang sebaik mereka. karena mungkin jika tidak ada Mbok Min dan juga Ridho, dirinya tidak akan tahu seperti apa kedepannya.
__ADS_1
*****
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki tengah terduduk di atas sebuah karpet dari daun pisang. laki-laki itu terlihat tengah menikmati sarapan pagi. seraya sesekali mengangkat tangannya untuk mencari signal. karena harus mencari sesuatu dari dalam ponselnya itu.
"nah, akhirnya dapat juga sinyalnya " gumam Laki-laki itu. seraya bernafas lega. namun, rasa lega itu, hanya berlangsung beberapa saat saja. Karena tiba-tiba saja, kedua matanya membulat sempurna. saat membaca sebuah portal berita online di dalam ponsel miliknya.
"astaga! apa ini benar?" tanya Ridho dengan raut wajah yang sangat kacau. tak lama berselang, laki-laki itu, segera berlari menuju tempat persembunyian mereka.
'Mirna!!!" teriak Ridho dengan langkah yang sangat cepat.
hingga membuat Mirna yang kebetulan sedang duduk di depan gubuk, seketika bangkit dari tempat duduknya.
"ada apa?" tanya Mirna. saat mereka telah mengikis jarak diantara mereka.
__ADS_1
Ridho yang mendengar itu, sejenak terdiam. karena laki-laki itu, kini menjadi sangat bimbang. antara memberitahu atau tidak. karena Mirna pasti akan merasa sangat terpukul dengan berita ini.