Derita Mirna

Derita Mirna
Tak Terduga


__ADS_3

Dua hari setelah Mirna melahirkan, Gadis itu sudah kembali sehat. Akibat dari ramuan yang diberikan oleh Mbah Mur waktu itu.


Oeeekk oeeekk


Tiba-tiba bayi itu menangis dengan kencang setelah dimandikan oleh sang ibu. Tentu saja, hal itu membuat Mirna dengan segera menggendong dan menimang-nimang makhluk kecil itu agar tidak menangis lagi.


Namun, bukannya tangisan itu mereda, bayi mungil itu malah semakin menangis dengan sekencang-kencangnya. Tentu saja hal itu membuat Mirna, merasa kebingungan. Karena Gadis itu tidak pernah berada di situasi seperti ini.


Ditambah lagi, ibunya tengah bekerja di ladang milik kepala desa yang waktu itu mengantarkan mereka untuk menempati rumah itu. Tentu saja hal itu membuat Mirna, berada di rumah itu seorang diri.


Sebenarnya, Wati bukanlah orang yang mahir dalam bidang pertanian. Namun wanita itu tidak memiliki pilihan lain. karena kebutuhan yang mulai melonjak. Semenjak kehadiran bayi itu. Tentu saja, mereka memilih metode modern. Yaitu, menggunakan Pampers atau popok sekali pakai. Agar tidak kerepotan nantinya.


Walaupun mereka berada di tempat terpencil seperti itu, bukan berarti Mirna dan juga ibunya harus mengikuti cara kuno masyarakat di tempat itu. Mereka lebih memilih menggunakan metode modern agar lebih praktis.


Walaupun itu juga harus menguras kantung milik Wati. Sehingga wanita paruh baya itu, memutuskan untuk bekerja di tempat kepala desa. Apalagi pada waktu itu, laki-laki paruh baya itu sendirian menawarkan pekerjaan kepada wanita itu.


Awalnya, Mirna merasa ada yang aneh dengan tingkah laku kepala desa itu. Seperti ada yang lain di dalam diri laki-laki paruh baya itu.


Namun sang Ibu segera memperingatkan Mirna agar tidak sembarangan menilai orang. Apalagi, orang itu telah berjasa membantu ekonomi keluarga Mirna. Menjadi dewa penolong bagi mereka berdua.


Karena di tempat asing ini, Mirna dan juga Wati tidak mengenali siapapun kecuali kepala desa itu. Akhirnya, Mirna memutuskan untuk tidak membahas masalah itu dengan ibunya. Dan menganggap semuanya, telah selesai.


Krieett ...


Mirna segera menghentikan aktivitas menyusui bayinya. Saat Indra pendengarannya, mendengar suara pintu yang dibuka dari luar. Dengan perlahan-lahan, gadis cantik itu meletakkan bayi mungil itu di tempat tidur.


Dirinya mulai melangkah secara perlahan untuk mendekati pintu. Selain takut jika itu bukan ibunya, Mirna juga merasa daerah intinya masih merasakan sakit akibat melahirkan.


Degh

__ADS_1


Mirna tertegun di tempatnya. Saat kedua matanya melihat siapa yang ada di depan pintu.


"Halo gadis cantik apa kabar?"tanya seseorang yang merupakan seorang laki-laki. Yang saat ini, memandangi Mirna dengan senyuman penuh misteri.


Seketika itu pula, tubuh Mirna hampir saja lunglai karena melihat sesuatu yang ada di hadapannya itu. Sesuatu yang lebih mengerikan daripada makhluk gaib.


Tubuhnya bergetar hebat sesaat setelah laki-laki itu berjalan perlahan menghampirinya. "Jangan menghindariku. Atau semua akan tahu jika kau beri saja melahirkan! Dan aku tidak segan-segan mengarakmu dengan bayimu itu jika kau melawan!"ancam orang itu yang tak lain adalah Pak kepala desa.


"Ba.... bapak ma... mau a... apa?"tanya Mirna dengan tubuh yang bergetar hebat karena merasa ketakutan. Karena saat ini, situasinya sangatlah sepi karena semua orang tengah melakukan aktivitas masing-masing.


Dan juga jarak rumah mereka dengan rumah yang lain, sangatlah jauh. Kecil kemungkinan mereka akan mendengar teriakan Mirna. Belum lagi, dirinya pasti akan disalahkan akan hal ini.


"Tentu saja mau tubuhmu!"ucap laki-laki yang lebih pantas menjadi ayahnya itu dengan suara yang sangat lirih dan juga menggoda.


"Ja... jangan Pa..k sa... saya ba... baru saja melahirkan!"Mirna dengan susah payah menolak permintaan laki-laki itu.


"Apakah saya peduli, saya tidak peduli sama sekali Mirna! Yang saya inginkan saat ini, kamu melayani saya dengan baik."ucap laki-laki itu mulai membuka resleting baju milik gadis itu.


"Turuti saya atau kamu akan saya arak!"ucapnya membentak. Tentu saja hal itu membuat Mirna merasa sangat ketakutan.


Ditambah lagi dari dalam kamar itu, pernah mendengar suara tangis seorang bayi. Tentu saja itu adalah tangisan putranya. Mungkin saja bayi mungil itu merasa sangat terkejut dengan suara teriakan yang berasal dari luar kamarnya.


"Maafkan saya pak tapi saya harus menenangkan anak saya dulu!"ucap Mirna Seraya melepaskan tangannya dari cengkraman laki-laki itu.


Mirna segera berlari masuk ke dalam kamar dan langsung mengambil bayi mungil itu dari atas tempat tidur. Kemudian menimang-nimangnya dan memberikan bayi itu ASI. Hingga bayi itu, kembali terlelap.


Tanpa disadari oleh Mirna, kepala desa itu ikut menyusul ke dalam kamar gadis itu. Pak Tono. Nama dari pria itu. Segera menyungkirkan senyuman tipis saat melihat bayi mungil itu di dekapan Mirna.


"Tampan siapa namanya?"tanya Pak Tono kepada Mirna.

__ADS_1


"Eh, sejak kapan Pak ada di sini?"tanya Mirna yang merasa sangat terkejut dengan kehadiran laki-laki tua itu di sampingnya. Dan tentu saja, Mirna segera menutupi area dadanya dari laki-laki itu.


Tanpa basa-basi, Pak Tono merebut bayi mungil itu dari dekapan Mirna dan langsung meletakkannya di atas tempat tidur dengan sedikit kasar. Hingga membuat bayi mungil itu, hampir saja menangis karena merasa terkejut.


Namun dengan segera, Pak Tono menepuk-nepuk punggung bayi mungil itu. Hingga membuatnya, terlelap kembali.


Sementara Mirna, Gadis itu masih merasa sangat terkejut karena perlakuan dari laki-laki paruh baya itu yang begitu cepat hingga membuat otaknya ngeblank.


Pak Tono segera menarik tubuh Mirna mendudukkan gadis itu. Dan tanpa basa-basi, langsung menyedot pucuk bukit kembar milik Mirna.


Sontak saja hal itu membuat Mirna hampir saja menjerit. Karena rasa yang sangat aneh yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Aku hanya ingin menikmati cairan ini!"ucapan Pak Tono kembali ******* benda kenyal itu dan menyedotnya cukup kuat.


"Aaaakkkhh! Sssshhh Pak! Cu... cukup!"Mirna merintih tak karuan. karena merasakan tubuhnya, seperti mendapatkan sengatan listrik yang sangat besar hingga membuatnya mengejang beberapa saat.


"Diam kamu! nikmati saja semua ini! Anggap saja ini pemulaan! Nanti kamu akan mendapatkan yang lebih, jika kamu telah selesai dari masa melahirkan itu!"ucap Pak Tono penuh dengan tekanan.


Akhirnya, Mirna hanya pasrah mendapatkan hal yang tak terduga dalam hidupnya untuk yang kedua kalinya ini. Sejenak, Mirna berpikir apa yang salah dari dirinya sehingga mendapatkan kesialan yang bertubi-tubi seperti ini.


Lamunannya buyar, saat merasakan mulut laki-laki itu menyedot pucuk bukit Mirna dengan sangat kuat.


"Aaaakkkkhhhh ssssshhh ampun Pak, sudah cukup!"rintih Mirna tertahan. Karena Gadis itu tidak ingin, membuat bayi mungil itu kembali terjaga.


Pak Tono segera melepaskan benda itu dari mulutnya. Dan langsung berdiri menghadap ke arah Mirna menatap ke di situ dengan tatapan yang sangat bernafsu.


"Aku tunggu kamu di kebun milikku dua minggu lagi! Dan ingat, kamu tidak boleh menggunakan alat kontrasepsi setelah kamu selesaiĀ  masa melahirkan itu. Jika tidak menuruti permintaanku, maka bersiaplah kamu akan diusir dari kampung ini dan diarak oleh warga karena dianggap telah mempunyai anak diluar nikah!"ucap Pak Tono penuh dengan kemenangan.


Mirna yang mendengar itu, seketika merasa tidak terima. Karena Gadis itu melahirkan dalam keadaan menikah.

__ADS_1


"Saya sudah menikah! Dan saya memiliki suami!"ucapnya penuh dengan penekanan.


"Hahaha mana ada yang percaya Mirna! Kau ini masih kecil, tidak ada orang yang percaya jika kau telah menikah!"jawaban tak terduga dari laki-laki itu, membuat Mirna seketika terdiam.


__ADS_2