Derita Mirna

Derita Mirna
Menjaga Jarak


__ADS_3

Mirna merasa sangat lega karena dapat menjauhi laki-laki itu. Walaupun, hatinya merasa sangat sakit karena harus melakukan hal itu. Namun, itu harus ia lakukan untuk menjaga semuanya agar tetap baik-baik saja.


"Maafkan aku Ridho, aku harus melakukan ini agar aku dapat selamat dari orang itu," gumamnya Seraya menitikan air mata.


Tak lama berselang terdengar suara tapak kaki yang terdengar sangat ramai menghampirinya. Tentu saja hal itu membuat Mirna, seketika mengangkat wajahnya untuk melihat ada apa di depan sana.


Terlihat dari kejauhan, segerombolan siswa datang berjalan menghampiri dirinya dengan salat mata yang sangat tajam. Mirna yang menyadari itu, segera menundukkan kepala. Karena gadis itu tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Cewek kampungan! Apa yang kamu lakukan?"tanya seorang gadis Seraya menatapnya dengan tatapan tajam dan juga tangan yang dilipat di depan dada.


"Kak Nita bicara apa?"tanya Mirna yang memang tidak mengerti apa yang dimaksud dengan kakak kelasnya itu. Dan tiba-tiba saja,...


Plak


Satu tamparan keras seketika mendarat mulus di pipi Mirna. Hingga membuat si pemilik, seketika menitikan air mata. Karena selama hidupnya, dirinya tidak pernah merasakan ditampar oleh seseorang. Walaupun, dirinya sering diperlakukan semena-mena oleh Vicky, namun laki-laki paruh baya itu tidak pernah melakukan  sesuatu hal yang kasar.


"Kenapa Kak Nita menampar aku?"tanya Mirna dengan lelehan air mata yang membasahi pipinya.


Gadis yang bernama Nita itu, tanpa basa-basi langsung menarik rambut gadis Malang itu. hingga membuat si pemilik rambut, seketika mendongak keatas.


"Jangan pernah dekati Kekasihku!"ucapnya dengan menarik rambut Mirna dengan gerakan semakin kuat.


Hingga membuat Mirna seketika menangis tersedu-sedu. Karena gadis itu, merasa kesakitan yang luar biasa.


"Siapa yang kamu maksud kekasihmu?"tiba-tiba saja terdengar suara seseorang dari arah belakang. Hingga membuat gadis itu dan yang lain, menoleh ke arah sumber suara.


Ridho dengan segera berjalan menerobos kerumunan para gadis-gadis pengganggu itu. Matanya menatap tajam ke arah si pemimpin yang bernama Nita.

__ADS_1


"Jawab aku! Siapa yang kau maksud kekasihmu?"tanya Ridho lagi penuh dengan penekanan.


"Aa... Aku permisi dulu!"ucap Nita Seraya menarik teman-temannya untuk segera keluar dari kelas Mirna.


Namun sebelum gadis itu benar-benar keluar, Nita sempat melayangkan tatapan tajam kepada Mirna. Hingga membuat gadis itu, seketika menundukkan kepala karena merasa ketakutan.


"Apa kau baik-baik saja?"tanya Ridho Soraya menyentuh pipi gadis Malang itu. Karena Ridho mengetahui, apa yang dialami oleh gadis yang diam-diam telah berada di dalam relung hatinya.


"Eh, aku tidak apa-apa "ucap Mirna dengan segera menepis tangan laki-laki itu. Saat gadis Malang itu mengingat apa yang telah ia sepakati dengan laki-laki paruh baya itu.


Sementara Ridho yang mendapatkan perlakuan itu, merasa sedikit heran dan juga terkejut. Karena mendapatkan penolakan dari gadis itu. karena biasanya, Mirna akan bersikap manja terhadapnya.


Karena mereka adalah teman tapi mesra. Dan hal itu membuat beberapa orang yang menyukai Ridho, merasa sangat geram dan beberapa kali ingin mencoba menyakiti Mirna karena merasa cemburu. Namun usaha mereka selalu gagal karena Ridho tidak pernah jauh dari Mirna.


Untuk kejadian yang baru saja terjadi, Ridho mengakuinya bahwa itu adalah keteledoran dirinya dalam menjaga gadis itu.


Tak berselang lama, bel masuk sekolah pun berdering menandakan, bahwa kegiatan belajar mengajar sebentar lagi akan dilakukan. Membuat Ridho dan juga Mirna kembali ke tempat duduk masing-masing.


Tanpa disadari oleh Mirna, gerak-geriknya selama di dalam kelas itu, telah dipantau oleh Vicky dari rumah.


"Berani gadis kecil itu berbuat seperti itu, lihat saja kau gadis kecil aku akan memakanmu secara hidup-hidup."ucap laki-laki tua itu Seraya melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruangannya.


"Mau ke mana?"tanya Nadira saat melihat suaminya keluar dari dalam ruangan itu dengan raut wajah geram dan juga langkah terburu-buru.


"Segera bawa aku ke sekolah Mirna! Nampaknya, gadis itu harus diberi pelajaran! Karena telah melanggar janjinya."ujar Vicky dengan nada dingin.


Ucapan dari laki-laki tua itu, langsung disanggupi oleh para bawahannya. MemangVicky tidak akan pernah merasa puas jika menyangkut tentang aktivitas ranjang. Karena memang laki-laki  tua itu, memiliki kelainan

__ADS_1


Di Samping itu pula, Vicky telah mengincar Mirna sedari dulu. Saat gadis itu baru berusia 10 tahun. Dan saat laki-laki itu berhasil mendapatkannya, maka Vicky tidak akan pernah menyia-nyiakan dan melepaskan gadis itu.


Tak berselang lama, laki-laki itu telah sampai di depan gerbang sebuah sekolah. Dan tak berselang lama, bel tanda beristirahat pun berbunyi.


Vicky segera menghubungi seseorang yang ia tugaskan untuk mengawasi Mirna di dalam kelas. Agar, Segera membawa gadis itu ke hadapannya. Dan tak membutuhkan waktu lama, Mirna akhirnya dibawa oleh seseorang dan dengan segera, dimasukkan ke dalam mobil..


Mirna merasa sangat terkejut saat gadis itu baru saja membuka pintu mobil. Dirinya mendapati, laki-laki tua itu telah duduk dengan keadaan tanpa sehelai benang.


Dengan segera, Vicky menarik tangan Mirna. dan tanpa basa-basi, langsung melepaskan semua seragam yang melekat dari tubuh gadis itu.


Hingga membuat tubuh gadis itu, seketika polos tanpa benang. Dan tanpa basa-basi, laki-laki tua itu segera memposisikan diri sedemikian rupa. Hingga akhirnya, prosesi panas itu kembali terjadi.


Membuat Mirna sesekali meringis. Karena gadis itu merasakan, permainan dari suaminya ini sangatlah kasar. Dan saat mencoba untuk membuka mata, Mirna merasakan sangat terkejut. Saat mendapati tatapan tajam dari laki-laki itu.


"Sudah aku bilang, jangan pernah berhubungan dengan lawan jenis. Kau melanggarnya, maka, terimalah akibatnya ini."ucap laki-laki tua itu Seraya menghentakkan tubuh bagian bawah dengan keras dan kuat.


Membuat Mirna merasakan kesakitan yang luar biasa. "Ssssshhh ampun Tuan, tolong ampuni saya. Saya janji saya tidak akan pernah melanggar sumpah!"ucap gadis itu di sela-sela de**an dan ri**han.


Namun Vicky seakan menulikan pendengarannya. Laki-laki tua itu tetap saja menggerakkan tubuh bagian bawahnya dengan kuat.


"Dengar gadis kecil, kau ini adalah milikku. dan sampai kapanpun, akan terus seperti itu. Jadi, jangan pernah membangkang atau kamu akan menyesal seumur hidupmu!"berbarengan dengan itu, Vicky mencapai kepuasannya.


"Segera pakai kembali bajumu, dan segeralah masuk ke dalam kelas. Dan ingat, saat kamu melakukan kesalahan sekecil apapun, maka aku akan menghukummu seperti yang baru saja aku lakukan. Dan bahkan lebih parah dari itu,"ujar Vicky dengan memakai pakaiannya kembali


Setelah beberapa saat, Mirna akhirnya keluar dari dalam mobil itu dengan wajah lesu dan juga penampilan awet-autan. Namun dengan segera, gadis itu merapikannya kembali agar tidak ada yang mencurigai dirinya.


Karena sungguh, Mirna masih ingin mengenyam pendidikan sampai tamat. Dirinya tidak ingin putus sekolah hanya karena masalah ini.

__ADS_1


__ADS_2