Derita Mirna

Derita Mirna
Tersiksa Kembali


__ADS_3

Mirna dan Wati kembali di bawah ke rumah itu. rumah yang menjadi saksi bisu tentang semua penderitaan Gadis Malang itu. selama perjalanan, Mirna tak henti-hentinya maronta-ronta mohon untuk dilepaskan. apalagi saat Gadis itu melihat, bagaimana putra semata wayangnya itu diperlakukan semena-mena oleh laki-laki yang seharusnya menjadi pelindung itu.


"hentikan juragan!"teriak Mirna yang merasa tidak tahan dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu.


Vicky yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara. dengan segera, melayangkan tatapan tajam ke arah gadis itu.


sreekkk


Kepala Mirna seketika mendongak ke atas. saat rambutnya, ditarik dengan kencang oleh laki-laki itu.


"kau harus jujur siapa Ayah dari anakmu itu?"tanya Vicky Seraya mencengkeram rambut gadis itu dan menariknya lebih kencang.


"awww! lepaskan tuan! dia adalah anakmu!"ucap Mirna dengan raut wajah kesakitan.


brugh


Seketika itu pula, tubuh mungil Mirna terjatuh dan menghempas di atas marmer dengan kencangnya. saat juragan Vicky mendorongnya dengan sangat kencang.


"dasar gadis tidak tahu diri! sudah berapa kali aku katakan, hmm? apa kau benar-benar tuli?!"teriak laki-laki paruh baya itu Seraya mencengkeram leher gadis itu.


Hingga membuat si pemilik, seketika kesulitan bernafas. Gadis itu mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan dari laki-laki itu dari atas lehernya.


"lepaskan aku!"ucapnya dengan wajah memerah karena kehilangan banyak oksigen.


uhuk uhuk uhuk


Seketika, Mirna terbatuk. saat cengkraman tangan itu telah terlepas dari lehernya.


"sekarang terima saja hukumanmu!"ucap laki-laki paruh baya itu Seraya memberikan kode ke arah pengawalnya yang ada di belakang Mirna.


Dengan segera, dua orang itu segera menganggukkan kepala dan segera menyeret tubuh mungil Mirna untuk masuk ke sebuah ruangan.


brugh

__ADS_1


"awww!"Mirna memekik kesakitan saat tubuhnya kembali dihempaskan di atas lantai.


brakk


Gadis itu seketika terjingkat kaget. saat mendengar pintu ruangan itu ditutup dengan kencang oleh seseorang. mata Mirna seketika membulat sempurna. saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


"tolong jangan sakiti putraku!"ucap gadis itu dengan suara lemahnya. sementara laki-laki itu, hanya menyeringai menatap ke arah Mirna. dan tiba-tiba saja,...


brugh


Kembali terdengar suara lemparan di ruangan itu. yang membuat Mirna seketika membekap mulutnya sendiri. bagaimana tidak, saat ini di hadapannya, bayi mungil yang baru berusia beberapa hari itu dilempar ke atas ranjang empuk seperti seekor binatang. setelah sebelumnya, bayi yang tidak berdosa itu diangkat tinggi-tinggi seperti seorang yang menyentuh anak kucing dengan posisi kaki di atas dan kepala di bawah.


Seketika itu pula, tangisan dari seorang bayi menggema. karena mungkin bayi itu merasa sangat terkejut dan juga kesakitan. walaupun ranjang itu sangat empuk, tetap saja akan merasa sakit jika tubuh seorang bayi dilempar begitu saja.


Mirna seketika meronta-ronta. memohon akan dilepaskan. karena gadis itu, ingin menolong putranya yang masih menangis kencang itu.


"tolong aku mohon juragan! aku ingin menenangkan putraku!"ucap Gadis itu dengan tangis yang menggema.


"sekarang giliranmu yang merasakan siksaan itu."setelah mengatakan hal itu, laki-laki paruh baya itu memberikan kode kepada pengawalnya untuk segera membawa Mirna ke tempat tidur yang berada di samping tempat tidur yang terdapat bayinya itu.


Dengan segera laki-laki paruh baya itu, menyiksa istri mudanya itu dengan membabi buta. hingga membuat Mirna, seketika berteriak histeris karena merasa kesakitan yang luar biasa.


"aaarrrgggh! ampun Tuhan tolong maafkan aku!"teriak Mirna yang terdengar sangat menyayat hati.


Tentu saja, teriakan dari gadis itu membuat seorang bayi yang ada di ranjang sebelah Mirna, menangis histeris. setelah sebelumnya telah sedikit terlelap karena mungkin kelelahan akibat menangis terlalu lama.


Dan sekarang, bayi itu kembali menangis kencang. tentu hal itu membuat Mirna yang mendengarnya, merasakan kembali tersiksa.


"maafkan ibu nak, Ibu tidak bisa melindungimu."ucap Gadis itu dengan deraian air mata yang membasahi wajah cantiknya.


"Penyiksaan" itu terus menerus terulang hingga beberapa jam ke depan. hingga tak berselang lama, Mirna tergeletak tak sadarkan diri. dengan kondisi yang sedikit mengenaskan.


Di mana wajah cantik gadis itu, penuh dengan luka lebam. sementara tubuhnya, terlihat beberapa kali bekas cambukan ikat pinggang. dan yang lebih parah adalah, area inti tubuhnya yang membengkak. belum lagi dua aset kembar milik Mirna, yang juga ikut membengkak akibat diperlakukan dengan buruk oleh laki-laki itu.

__ADS_1


Namun hal itu sama sekali tidak membuat laki-laki paruh baya itu iba. bahkan Vicky merasa sangat puas dengan hasil karyanya saat ini.


"jaga dia dengan baik! karena besok pagi, aku akan kembali menyiksanya."ucap laki-laki peru baya itu dengan senyuman menyeringai.


"baik Tuan,"setelah mengatakan hal itu, semua orang segera pergi meninggalkan ruangan itu. dan kembali mematikan lampu.


Sehingga, membuat suasana kembali gelap gulita. tentu saja hal itu membuat bayi mungil itu, kembali menangis dengan kencang. karena mungkin merasa tidak nyaman dengan keadaan di ruangan itu.


Sungguh, Gadis itu saat ini tersiksa kembali. dan bahkan siksaannya lebih parah dari sebelumnya.


Setelah sekian lama, Mirna dengan perlahan membuka matanya. dan seketika itu pula, gadis itu menangis tersedu-sedu dengan raut wajah ketakutan.


"hiks hiks hiks, mengapa nasibku seperti ini ya Tuhan?"Gadis itu dengan tangisan pilu.


Samar-samar, Gadis itu menoleh ke arah samping saat mendengar suara seorang bayi yang menangis. betapa terkejutnya gadis itu, saat melihat kondisi yang ada di sebelahnya.


Dengan perlahan-lahan, Mirna segera melangkahkan kakinya untuk turun dari atas tempat tidur itu dan menghampiri putranya yang masih menangis itu.


"sssstttt sayang ini ibu. nak, tolong jangan menangis lagi. Ibu janji tidak akan pernah membiarkanmu terluka lagi."ucap gadis itu dengan penuh keyakinan.


Tak berselang lama, terdengar suara pintu yang diketuk dari arah luar. dan hal itu membuat Mirna beringsut mundur.


"Mirna ini Mbok Min,"ucap suara itu dari luar ruangan itu. hingga membuat Mirna seketika bernafas dengan lega.


Mirna mendongakkan kepala saat mendapati wanita paruh baya itu telah berdiri di ambang pintu.


Mbok Min dengan perlahan segera melangkahkan kaki untuk mendekati gadis Malang itu.


"Mbok, tolong lihat putraku."ucap Gadis itu dengan linangan air mata.


Membuat wanita paruh baya itu seketika mengganggukan kepala. dan dengan perlahan menggendong tubuh mungil itu.


"siapa nama bayi ini?"tanya Mbok Min Seraya menimang-nimang bayi mungil itu.

__ADS_1


__ADS_2