Derita Mirna

Derita Mirna
Baku Hantam


__ADS_3

Mbok Min dan juga Ridho berjalan dengan perlahan untuk menuju ke kediaman juragan Vicky. mereka berjalan dengan perlahan-lahan. Karena mereka takut, akan mendapatkan hal yang tidak terduga.


"kita harus cepat."seru wanita paruh baya itu Seraya menarik tangan Ridho untuk masuk ke dalam rumah itu.


Mereka berdua, memasuki bangunan itu, dengan langkah mengendap-endap. seperti seorang maling.


Mbok Min marasa sangat ketakutan. karena jujur saja, wanita paruh baya itu baru saja berbuat hal yang tidak pernah Ia bayangkan sebelumnya.


"pelan-pelan Mas, jangan sampai kita ketahuan."ucap wanita paruh baya itu Seraya matanya sesekali menatap ke arah sekeliling. untuk memastikan, apakah semua baik-baik saja atau tidak.


Sementara Ridho yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, kedua manusia berbeda generasi dan juga berbeda gender itu, segera melangkahkan kakinya untuk masuk lebih dalam kebangunan itu.


Tak berselang lama, mereka telah sampai di depan kamar yang tak lain adalah milik Mirna.


"kita segera masuk saja."ucap wanita paruh baya itu Seraya perlahan-lahan membuka pintu kamar Mirna.


Tentu saja itu membuat pemilik kamar, seketika tersentak kaget. Mirna dengan cepat memasang ancang-ancang untuk berperan seperti orang gila. Karena Wanita itu mengira, jika yang datang adalah Vicky ataupun keluarganya.


Namun ternyata, dugaannya salah besar. mata Gadis itu seketika membulat sempurna. saat gadis itu, melihat siapa yang datang.


"RI.... Ridho,"ucap Mirna dengan suara terbata-bata. Gadis itu merasa sangat kebingungan. mengapa teman kelasnya itu, bisa berada di sini? dan mengapa, Mbok Min ada bersama laki-laki itu?


Sementara wanita paruh baya yang mengamati pergerakan Mirna, segera menarik tangan Gadis itu agar keluar dari tempat itu.


"ayo kita segera pergi!"ucap wanita paruh baya itu, Seraya menggendong Tirta. yang sejak tadi, berada dalam gendongan Mirna.


Saat ini kondisi Mirna maupun Ridho, benar-benar seperti orang linglung. karena mereka berdua, sama-sama memikirkan sebuah pertanyaan dalam otak masing-masing.


Namun sepertinya, suasana saat ini tidak memungkinkan untuk mereka membahas hal yang tidak penting. karena yang terpenting sekarang, mereka harus bisa keluar dari tempat terkutuk ini dengan selamat.


"heii mau ke mana kalian?!"teriakan dari seorang wanita yang berasal dari belakang tubuh Mirna, sukses membuat ketiga orang itu menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


Tubuh Mirna seketika lemas. saat di belakangnya, kini terlihat Nadira tengah melipat kedua tangannya di atas perut. disertai dengan tatapan yang sangat tajam. dan belum sempat mereka mengalihkan ekspresi terkejut itu, suara tepuk tangan terdengar dari arah belakang.


Kedua mata Mirna, semakin membulat sempurna. saat Gadis itu mendapati, kehadiran juragan Vicky dengan mata yang menatap ke arahnya.


"berani kau melarikan diri?!"teriak laki-laki itu menatap marah kearah Mirna. membuat gadis itu, seketika gelagapan dibuatnya. Mirna seketika menoleh ke arah samping tubuhnya. dan dia sempat terkejut sesaat. karena tidak mendapati Mbok Min di sampingnya.


"ke mana mereka?"tanya Mirna dengan raut wajah kebingungan. mata Gadis itu seketika menatap ke sekeliling. untuk mencari keberadaan wanita Paruh baya itu bersama dengan putranya. senyumnya seketika sedikit mengembang. saat mendapati sosok yang ia cari bersembunyi di balik tembok dan hanya menampilkan setengah wajahnya saja.


plak


sreekkk


Mirna seketika tersungkur ke lantai. saat Gadis itu mendapatkan satu pukulan keras yang mendarat ke wajah cantiknya. dan setelahnya, Gadis itu mengerang kesakitan. karena ternyata Nadira, telah menarik rambutnya dengan sangat kuat.


Sehingga Mirna merasa, kulit kepalanya seperti ingin lepas akibat tarikan itu."aaarrrgggh!!" teriak Mirna dengan kencang.


Karena sungguh, rasa tarikan itu sangatlah menyakitkan. membuat Mirna seketika merintih kesakitan.


brugh


"aaarrrgggh!"teriak laki-laki paruh baya itu saat merasakan tubuhnya dihantam oleh sebuah benda tumpul. dan hal itu adalah perbuatan dari Ridho. karena laki-laki itu, kini tengah melempar laki-laki baru bayi itu menggunakan kursi yang ada di sampingnya.


Hal itu tentu saja membuat Vicky seketika melangkah mundur. dan kesempatan itu, digunakan oleh Mirna untuk meloloskan diri.


"berani-beraninya kamu ikut campur!"teriak laki-laki paruh baya itu murka. wajahnya terlihat merah padam. memperjelas bahwa laki-laki itu, kini benar-benar sangat marah.


bugh


Satu pukulan, seketika mendarat mulus di wajah tampan milik Ridho. hingga membuat laki-laki itu, seketika beringsut mundur.


"Ridho hidungmu berdarah!"teriak Mirna panik. saat gadis itu melihat lelehan cairan berwarna hitam kemerahan yang keluar dari hidung laki-laki itu.

__ADS_1


Bukannya mengindahkan ucapan dari Mirna, Ridho justru malah kembali menghajar laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya saat ini.


Dan akhirnya, baku hantam itu, tak terelakan lagi. mereka saling adu jotos satu sama lain. sepertinya tidak ingin mengalah dan ingin mempertahankan apa yang menjadi incaran mereka.


****


Sementara di tempat lain, keadaan hampir sama yang terjadi pada Wati ibunda dari Mirna. karena wanita paruh baya itu, tengah berusaha meloloskan diri dari iblis seperti suaminya itu.


"aku harus segera keluar dari sini,"ucap wanita itu saat telah berhasil melepaskan ikatan tali yang menjerat tangan dan kakinya.


Wanita paruh baya itu, segera melangkahkan kakinya secara perlahan untuk keluar dari ruangan itu. namun sebelumnya, Wanita itu telah mengambil sebuah balok kayu untuk ia gunakan untuk melindungi diri.


Dengan perlahan-lahan, Wati melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. namun tiba-tiba saja, ada seseorang yang langsung menariknya hingga membuat Wati seketika terjatuh dan tersungkur ke atas lantai.


"aaarrrgggh!"teriak wanita paruh baya itu dengan suara menggema.


"mau ke mana kau wanita sialan?!"teriak Roni Seraya mengangkat tinggi-tinggi tangannya. dan tiba-tiba saja,..


plak


Satu tamparan keras, mendarat mulus di wajah keriput wanita paruh baya itu. membuat sudut bibirnya, seketika pecah.


Namun bukannya merintih ataupun apa, wanita paruh baya itu, langsung berdiri. dan langsung menghantamkan balok kayu itu ke wajah sang suami.


Hingga membuat keduanya, seketika sama-sama tersungkur. Wati menatap nyalang ke arah laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya itu.


"dasar ayah Biadab!"Wati Soraya berusaha bangkit dari atas lantai. namun tiba-tiba saja,...


brughh


Roni segera menarik kaki wanita itu. hingga membuat Wati, seketika kembali tersungkur di atas lantai. dengan wajah yang menghantam lantai itu.

__ADS_1


Seketika, darah menetes membasahi wajah keriputnya. Namun demikian, hal itu tidak membuat Wati menyerah. wanita paruh baya itu masih berusaha keras untuk membebaskan dirinya dari cengkraman orang gila itu.


__ADS_2