
Beberapa Waktu pun, telah berlalu dengan begitu lambat. seakan-akan alam tengah mendukung hati Mirna yang sedang hilang tak tentu arah akibat kejadian demi kejadian yang menimpa hidupnya. sejak tadi, Mirna hanya terdiam Seraya menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.
"Mirna, apakah kau baik-baik saja?" tanya Ridho Seraya menepuk bahu gadis itu dengan gerakan yang sangat lembut.
"eh, ya. aku baik baik saja." ucapnya Seraya tersenyum kecil. dan sesekali, akan menimang-nimang bayi mungil itu. agar tidak menangis.
Karena saat ini, mereka tengah berada di tempat persembunyian. karena memang, Ridho tidak memberikan Izin pada Mirna untuk keluar dari tempat itu.
"terima kasih ya, terima kasih karena kamu telah berjuang bersamaku sejauh ini. bahkan kamu, rela mengabaikan keselamatan dirimu hanya untuk diriku."ucap Gadis itu Seraya menundukkan kepala dan tersenyum tipis.
Sementara Ridho yang mendengar itu, seketika tersenyum tipis Saraya mengusap kepala gadis itu dengan penuh kasih sayang.
"tidak ada yang perlu dikhawatirkan. karena aku, memang sangat ikhlas dalam membantumu."ucapnya.
Mirna yang mendengar itu, seketika tersenyum Seraya menitikkan air mata. karena tidak pernah menyangka jika ada seorang laki-laki, yang begitu memperhatikan dirinya.
__ADS_1
"terima kasih Tuhan, karena engkau telah mempertemukan aku dengan laki-laki sebaik ini," ucap Mirna semakin kuat dalam menangis.
Membuat Ridho yang melihat itu, seketika merasa sangat panik. karena laki-laki itu mengira, jika ada sesuatu yang menimpa gadis kesayangannya itu.
"kamu kenapa menangis?" Tanya Ridho dengan raut wajah khawatir.
"tidak, aku tidak kenapa kenapa. sebaiknya, kita segera masuk ke dalam. karena sepertinya di sini, sedikit dingin."ucap Ridho Seraya menarik tangan Mirna. Dan akhirnya, mereka masuk kedalam.
****
Bahkan, Roni beberapa kali, sempat mengayunkan tangan yang masih memegang senjata tajam, ke sembarang arah. hal itu, membuat Wati yang melihatnya, merasa sangat ketakutan.
"aku harus segera kabur dari tempat ini," gumam wanita itu Seraya melangkahkan kakinya untuk menjauh dari tempat itu. namun tiba-tiba saja,....
sreekkk
__ADS_1
"aaaakkhh!" Wati segera tersungkur ke tanah. saat wanita paruh baya itu merasakan, jika anggota tubuhnya, terkoyak oleh benda tajam.
"ternyata kau ada di sini. dasar wanita sialan!!" Maki Roni Seraya tersenyum menyeringai. dan kembali mengangkat tinggi-tinggi tangannya yang masih menggenggam benda tajam itu. dan selanjutnya,....
"aaaakkhh!" Wanita paruh baya itu, menjerit sejadi-jadinya. dan setelahnya, tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.
****
"Mirna, kau kenapa?" tanya Ridho yang menyaksikan gadis pujaannya, terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi wajah gadis itu.
Mirna yang mendengar pertanyaan dari laki-laki itu, seketika menggelengkan kepala Seraya tersenyum tipis.
"aku tidak apa-apa Ridho, mungkin saja aku hanya bermimpi."ucap Gadis itu Seraya kembali merebahkan dirinya dan memejamkan mata.
Sungguh, Mirna sangat bergidik saat mengingat bagaimana mimpi itu. kejadian yang ada di dalam mimpinya itu, terkesan sangat nyata. dan hal itu membuat Mirna seketika merasa sangat ketakutan.
__ADS_1
"semoga saja, apa yang aku lihat memang benar-benar mimpi."gumam Gadis itu Seraya kembali memejamkan mata.