Derita Mirna

Derita Mirna
Hancurnya hati Mirna


__ADS_3

Saat ini, Ridho masih terdiam di tempat dengan mata yang menatap nanar ke arah gadis itu. sementara Mirna, malah menggoyang tubuh laki-laki itu. karena dia mengira, jika laki-laki yang ada di hadapannya saat ini, tengah mengalami kesurupan.


"ada apa?"tanya Mirna semakin merasa penasaran. dan tiba-tiba saja, Gadis itu merasakan hatinya bersedih. Padahal, dirinya baru saja bermain dengan putra semata wayangnya itu. dan seharusnya, hal itu membuat Mirna merasa sangat senang.


Akan tetapi, entah mengapa saat melihat Ridho berlari menghampirinya, perasaan Mirna menjadi tidak enak. ditambah lagi, dengan kediaman laki-laki itu. yang sama sekali tidak bisa direspon.


Tiba-tiba saja, matanya menyipit saat tidak sengaja melihat ponsel laki-laki itu yang menyala.


degh


Jantung Mirna seakan ingin lepas dari tempatnya. saat Gadis itu tidak sengaja membaca sekilas portal berita online yang terdapat di ponsel laki-laki itu.


"a.... apa ini benar?"tanya Mirna dengan tubuh bergetar hebat. dan wanita itu, seketika melangkah mundur.

__ADS_1


Hal itu membuat Ridho yang mendengarnya, seketika merutuki kebodohannya. "aish Kau ini bodoh sekali."ucap Ridho Seraya memukul kepalanya sendiri.


Karena berkat keteledorannya, Mirna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. padahal laki-laki itu ingin sekali menyembunyikannya. apalagi kondisi Mirna saat ini, sedang tidak baik-baik saja. akan berbahaya jika Gadis itu tahu tentang kebenaran itu.


Namun, semua telah terlambat. karena gadis itu, telah mengetahui semuanya. dan saat ini, tengah menangis meraung-meraung Soraya sesekali memukul kepalanya sendiri.


Mbok Min yang baru saja keluar dengan membawa baby Tirta, seketika langsung merasa terkejut. saat mendapati Mirna dalam keadaan seperti itu.


"kenapa? apa yang terjadi pada Mirna?"tanya Mbok Min pada Ridho.


Bahkan, Mbok Min sampai melangkah kakinya mundur beberapa langkah. "a... apa itu benar?"tanya wanita paruh baya itu dengan nafas tersengal-sengal.


Mbok Min segera menghampiri Mirna dan menenangkan gadis itu. setelah mendapat anggukan kepala dari laki-laki yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya Mirna,"ucap wanita paruh baya itu dengan deraian air mata yang membasahi wajah keriputnya.


Sementara Mirna, gadis itu mendongakkan kepala dan menatap ke arah wanita paruh baya itu, dengan raut wajah yang sangat sedih. dan juga hati yang sangat hancur.


"aku sekarang sudah benar-benar sendirian."ucap Gadis itu dengan suara yang sangat lirih.


Sementara Mbok Min yang mendengar itu, seketika menggilingkan kepalanya. "tidak itu tidak benar. kau tidak sendirian. Di sini masih ada kami. kami akan selalu menjagamu."ucap wanita paruh baya itu Seraya menggenggam tangan Mirna. untuk memberikan kekuatan pada gadis itu.


"kau tenang saja Mirna, polisi tengah mengusut tuntas kasus ini."ucap Ridho yang saat ini telah menggendong Tirta.


"siapa pelakunya?"tanya Mirna dengan raut wajah datar dan juga sangat dingin. hati gadis itu, seakan telah mati dan membeku. seiring dengan kepergian orang yang ia sayang.


Ridho yang mendengar pertanyaan Mirna, tidak langsung menjawab. laki-laki itu, sejenak terdiam.

__ADS_1


"sepertinya itu, ulah Ayahmu,"ucap Ridho dengan suara lirih.


"sudah kuduga."ucap Mirna tersenyum misterius.


__ADS_2