
Setelah pertengkaran itu, pada akhirnya Ridho memutuskan untuk membawa Mirna ke kantornya. karena laki-laki itu, harus sedikit memberikan jarak di antara mereka berdua agar tidak semakin memanas. dan pada akhirnya, Dewi hanya tinggal seorang diri di rumah itu Karena Mirna dibawa pergi oleh Ridho.
Tentu saja hal itu semakin membuat Dewi semakin merasa tidak suka dengan menantunya itu.
"Heran aku, kenapa aku dulu membiarkan Putraku menikah dengan wanita seperti itu? benar-benar sangat menyebalkan. aku harus mencari cara agar Ridho bisa lepas dari wanita seperti itu."Dewi mencoba berbagai cara agar bisa berpikir dan melaksanakan tujuannya itu.
Sungguh saat ini, Dewi benar-benar sudah merasa sangat muak karena harus tinggal satu atap dengan wanita seperti itu.
"aku harus segera meminta bantuan Karyo untuk melancarkan aksiku ini. aku harus bergerak dengan cepat. karena aku, benar-benar sudah merasa tidak tahan dengan tingkah laku dari wanita itu."setelah mengatakannya, wanita paruh baya itu segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke rumah sebelah. di mana, Karyo berada.
"Yo.... Karyo... Yo... Karyo..._
Dewi terus memanggil nama Karyo. berharap laki-laki paruh baya itu, segera membuka pintu rumahnya. karena Dewi tidak ingin, ada yang melihat dirinya menghampiri laki-laki bujang lapuk itu. bisa-bisa dirinya digosipkan yang tidak tidak boleh ibu-ibu yang biasanya suka bergosip ria di tukang sayur.
"eh Bu Dewi, ada apa?"tanya Karyo Yang sepertinya baru saja bangun tidur terbukti dengan bau apek yang memenuhi indra penciuman wanita paruh baya itu.
"kamu mandi dulu sana. nanti setelah itu, kita bicara lagi. aku sudah merasa tidak tahan mencium bau mu itu."ucap Dewi Seraya menjepit hidungnya menggunakan kedua tangan.
Sementara Karyo yang mendengar itu, hanya tersenyum simpul kemudian melangkahkan kakinya untuk segera membersihkan diri.
Lima belas menit kemudian, laki-laki setengah baya itu sudah sampai di depan rumah milik Bu Dewi. mereka saling berhadapan walaupun sedikit berjauhan. karena wanita paruh baya itu tidak ingin mendengar gosip-gosip yang aneh-aneh tentangnya.
"ini makan dulu!"perintah wanita paruh baya itu pada Karyo. membuat laki-laki itu, seketika menganggukkan kepalanya dengan antusias.
"Terima kasih Bu."sahut Karyo dengan mulut yang sudah penuh dengan makanan itu. Dewi yang melihatnya, sedikit merasa geli saat menyaksikan bagaimana perangai laki-laki itu saat menyantap makanan.
__ADS_1
"benar-benar sangat menjijikkan."gumam Dewi Seraya memalingkan wajahnya ke arah lain karena merasa tidak kuat jika harus melihat bagaimana perilaku laki-laki itu.
Setelah beberapa saat kemudian, Karyo pun selesai dalam menyantap makanan itu. dan pada akhirnya, laki-laki paruh baya itu segera menatap ke arah Dewi dengan tatapan penuh arti.
"apa yang harus aku lakukan?"tanya laki-laki paruh baya itu.
"lakukan sesuai apa yang kita sepakati kemarin. jangan sampai, semuanya berantakan. Aku ingin, kau gagal kali ini lakukan dengan baik.
"baiklah. di mana tempatnya?"tanya Karyo pada wanita paruh baya itu.
Karena sangat tidak mungkin, mereka melakukan hal seperti itu di rumah ini bisa habis dia dihajar warga jika melakukannya di tempat seperti ini.
"di hotel berbintang."jawab Dewi dengan senyuman iblisnya.
*****
"hei kamu kenapa ?Apakah kamu masih memikirkan ucapan ibu?"tanya Ridho yang sepertinya telah selesai dalam melakukan meeting bersama dengan jajaran perusahaannya.
Mirna yang mendengar itu, seketika menoleh. wanita itu sempat terkejut saat mendapati Ridho sudah berdiri di sana dengan melingkarkan sebelah tangannya di pinggang ramping milik wanita itu.
"hmm aku hanya berpikir, Apakah ibu mulai tidak menyukaiku?"tanya Mirna lirih Seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang milik sang suami.
"sssstttt kamu ini bicara apa Mana mungkin Ibu tidak menyukaimu? mungkin saja, ibu dalam keadaan mood yang kurang baik."balas Ridho Soraya mengusap bahu istrinya itu dengan penuh kasih sayang.
Hingga membuat wanita itu, pada akhirnya dapat sedikit menenangkan diri karena berada dalam pelukan laki-laki yang sangat dia cintai.
__ADS_1
Hingga tanpa terasa, ternyata Mirna tertidur dalam pelukan Ridho. hingga membuat laki-laki itu, seketika terkekeh kecil karena melihat tingkah laku yang begitu menggemaskan dari istrinya itu.
"benar-benar sangat menggemaskan."karena merasa tidak tahan, pada akhirnya Mario memutuskan untuk membawa istrinya itu masuk ke dalam ruangan rahasia yang berada di dalam ruangannya.
Dia memberikan beberapa kali kecupan di wajah cantik milik istrinya itu. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Mirna. Karena Wanita cantik itu, hanya menggeliat beberapa saat dan setelahnya kembali memejamkan mata. hal itu tentu saja membuat Ridho, merasa begitu gemas saat melihat tingkah laku istrinya.
"selamat tidur sayang, semoga kau mimpi indah."bisik Ridho di telinga Mirna.
Sebenarnya laki-laki itu sangat merindukan kehangatan yang dilakukan oleh Mirna. karena sudah hampir 2 bulan, mereka tidak bersentuhan karena kesibukan dari laki-laki itu yang mengharuskannya untuk lembur dan memfokuskan diri pada pekerjaan. ini saja setelah ini, Ridho harus kembali untuk melakukan meeting bersama dengan anggota-anggota yang lain untuk membahas sesuatu hal.
Terkadang Ridho merasa sangat frustasi. laki-laki itu menginginkan momen seperti dulu lagi di mana sang ayah, masih berada di sisinya. sehingga dirinya tidak perlu bersusah-susah untuk bekerja seperti ini. namun itu sama sekali tidak mungkin terjadi. karena laki-laki paruh baya itu, sudah tenang di alam sana.
Tok... tok...
Atensi dari laki-laki itu seketika teralihkan saat mendengar suara pintu yang diketuk oleh seseorang.
"Maaf Pak Ridho, kita harus segera melakukan meeting."seru seseorang dari balik pintu karena memang laki-laki itu tahu jika Ridho berada di ruangan khususnya.
"baiklah nanti saya nyusul!"sahut Ridho yang masih setia memandangi wajah cantik milik istrinya.
***
Setelah melakukan meeting selama hampir 3 jam, pada akhirnya Ridho memutuskan untuk kembali menghampiri istrinya. dan ternyata wanita cantik itu sudah membuka matanya dan tengah terduduk di tepi ranjang dengan tatapan yang masih sembab khas orang bangun tidur.
"kau sudah bangun, sayang?"tanya Ridho Seraya menghampiri wanita itu dan mencium keningnya dengan penuh rasa kasih sayang.
__ADS_1
"hmm kita di mana?"tanya Mirna Saraya menatap sekelilingnya karena merasa asing dengan tempat itu.
"kau berada di kamar rahasia di ruanganku sayang."balas Ridho Seraya mendudukkan dirinya di samping wanita itu.