Derita Mirna

Derita Mirna
Bahagia


__ADS_3

Berapa minggu kemudian...


Ridho benar-benar menepati janjinya. laki-laki tampan itu, benar-benar memperkenalkan Mirna kepada kedua orang tua dan juga keluarga besarnya.


Hal itu membuat Mirna yang mendengarnya, merasa sangat terharu. karena ternyata selama ini, ada seorang laki-laki yang mencintainya dengan sangat tulus.


"terima kasih ya, terima kasih karena kamu telah mencintai aku sampai seperti ini."ucap Mirna Seraya menundukkan kepala Seraya menitihkan air mata.


Ridho yang mendengar itu, seketika memeluk tubuh wanita kesayangannya itu, dengan sangat erat.


"tidak perlu mengatakan terima kasih. karena aku memang ditugaskan Tuhan untuk menjagamu."ucapan dari Ridho itu, sukses membuat hati Mirna menghangat.


Wanita itu, seakan kembali kepada jati dirinya seperti dulu. sebelum mengenal dendam dan amarah.


Mirna segera berhambur dalam pelukan laki-laki itu. dan tak berselang lama, wanita cantik itu menangis tersedu-sedu. dirinya merasa bersalah terhadap Tuhan. karena sempat mengira, bahwa Tuhan tidak adil terhadapnya.


Tapi sekarang Setelah semua selesai, Mirna baru menyadari. bahwa Tuhan benar-benar sangat mencintai dan memilihnya menjadi orang baik. terbukti dengan limpahan kasih sayang yang ditunjukkan oleh Ridho dari awal hingga akhir seperti ini.


"ibu!"teriakan dari seorang laki-laki kecil, membuat mereka berdua seketika menghentikan aksi teletubbiesnya. dan dengan segera, keduanya menoleh ke arah sumber suara.


Mirna seketika tersenyum. saat mendapati, Tirta putranya telah berdiri di ambang pintu dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


"kenapa ini anak ibu kok cemberut terus?"tanya Mirna Seraya meraih tubuh laki-laki mungil itu dalam pelukannya.


"ibu sama ayah Ridho kenapa kok berpelukan?"tanya laki-laki kecil itu dengan ekspresi wajah polos.


Hal itu membuat Mirna yang mendengarnya, seketika menoleh ke arah laki-laki yang ada di sebelahnya itu. seperti meminta penjelasan.

__ADS_1


Ridho yang mengerti, seketika menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis.


"kamu ke dalam dulu ya sayang, ibu sama ayah Ridho mau berbicara sebentar. nanti setelah ini, kita akan jalan-jalan."ucap Mirna Seraya tersenyum simpul.


Setelah kepergian dari putranya itu, Mirna seketika menatap laki-laki yang akan menjadi suaminya itu dengan tatapan intens dan menuntut penjelasan.


"jadi,...." ucap Mirna Seraya menaikkan alis sebelahnya. sementara Ridho, laki-laki itu malah menautkan alis karena tidak mengerti maksud dari wanita itu.


"Ridho!" ucap Mirna Seraya mendengus kesal. hal itu sukses membuat laki-laki itu seketika tertawa terbahak-bahak. karena merasa ekspresi dari wanita yang akan menjadi calon istrinya itu, sangatlah lucu dan menggemaskan.


"iya iya aku ceritakan."ucap Ridho yang mulai membuka suara.


laki-laki itu segera menceritakan tentang apa yang dialami oleh Tirta. laki-laki kecil itu seringkali memanggil nama ayah dan juga menanyakan keberadaannya. karena merasa tidak tega, akhirnya Ridho berinisiatif memperkenalkan diri sebagai ayah dari laki-laki kecil itu.


Mirna yang mendengar cerita dari calon suaminya itu, seketika kembali menitikan air mata. Karena Wanita itu merasa sangat terharu dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


"terima kasih. terima kasih karena kamu, telah berkurban sampai seperti ini kepada putraku."ucap Mirna Seraya menggenggam tangan laki-laki itu dengan penuh kasih sayang.


*****


Beberapa hari kemudian,..


Saat ini terlihat seorang wanita dan seorang laki-laki, telah duduk manis di atas pelaminan. wajah dari mereka berdua, terlihat sangat bahagia dan juga berseri-seri.


"selamat ya, selamat atas pernikahan kalian."tiba-tiba seorang wanita, datang menghampiri Ridho dan juga Mirna. hal itu sempat membuat Mirna merasa sangat terkejut.


Namun beberapa saat kemudian, ekspresi wajahnya kembali berubah menjadi ceria.

__ADS_1


"hai Kak Nita, apa kabar?"tanya Mirna Saraya tersenyum manis.


"aku baik. tapi aku agak sedih,"ucap wanita itu Seraya menundukkan kepala.


"sedih, sedih kenapa?"tanya Mirna dengan raut wajah kebingungan.


"sedih karena aku tidak bisa bersanding dengan Ridho."ucapnya Seraya tersenyum kecut.


Hal itu sukses membuat Ridho yang mendengarnya, ketika melotot tajam ke arah wanita itu.


"Haha iya iya aku hanya bercanda kok."ucap Nita Soraya tersenyum tipis.


"kalian harus bahagia."setelah mengatakan hal itu, Nita segera pergi dari sana.


malam harinya....


"akhirnya, kita telah sah menjadi suami istri."ucap Ridho Seraya merangkul pundak istrinya itu dengan penuh kasih sayang.


"aku juga tidak menyangka, bahwa ternyata kita ditakdirkan untuk berjodoh. walaupun aku, adalah seorang janda."Mirna Seraya menundukkan kepala.


Ridho yang mendengarnya, segera mengangkat dagu wanita yang saat ini telah menjadi istrinya itu."aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu. jadi berhentilah untuk mengatakan hal konyol seperti itu."ucap laki-laki itu seraya menghela nafas panjang.


Mirna yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala. sementara Ridho. perlahan tapi pasti, laki-laki itu mulai mendekatkan wajahnya kepada Mirna.


Sehingga kedua wajah manusia berbeda gender itu, semakin lama semakin mendekat. dan secara perlahan-lahaan, Ridho mampu membuat Mirna terbang ke awang-awang. walaupun ini bukan kali pertama untuk Mirna, tapi baru dengan Ridho, Mirna merasa seperti diratukan.


Akhirnya mereka berdua, melewati malam pengantin yang sangat panjang dan juga penuh dengan kebahagiaan.

__ADS_1


"aku berjanji, akan membuatmu selalu bahagia."bisik Ridho diterima istrinya.


ending.


__ADS_2