
Beberapa tahun kemudian....
Kini terlihat seorang wanita yang termenung di dalam ruangan yang sangat gelap. sudah hampir 10 tahun wanita itu mendekam di balik jeruji besi.
"saudari Mirna Arabella, ada orang yang ingin mengunjungimu."ucap petugas lapas Seraya membuka gembok yang menempel di kurungan besi itu.
Dengan perlahan-lahan, wanita cantik itu segera bangkit dari tempat duduknya dan langsung menghampiri petugas lapas.
Mirna di giring keluar dari dalam sel menuju ke besuk.
"ibu!"baru saja wanita itu melangkahkan kakinya beberapa saat, terdengar seorang anak kecil memanggilnya dengan suara yang sangat nyaring.
Hal itu membuat Mirna yang mendengarnya, seketika berbalik badan dan tersenyum tipis.
"Tirta,"ucap Mirna Seraya merentangkan tangan. memeluk bocah kecil yang berusia 10 tahun itu dengan sangat erat.
__ADS_1
"kamu mau menjenguk ibu?"tanya wanita itu Seraya tersenyum tipis.
Tirta yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala Seraya membalas pelukan dari ibunya itu.
"saudara Mirna, kamu sudah bebas!"ucapan dari petugas itu, sukses membuat Mirna seketika membulatkan kedua matanya.
Karena sepengetahuannya, masa hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan, masih 5 tahun lagi. tapi mengapa sekarang sudah boleh bebas, padahal baru 10 tahun dirinya dipenjara.
"bapak yakin?"tanya Mirna memastikan. Karena Wanita itu takut, bahwa ini semua hanya prank semata.
"iya. ada orang yang menjamin kebebasanmu."ucap petugas itu Seraya menunjukkan arah Ridho berada.
"kamu yang menjamin semuanya?"tanya Mirna dengan raut wajah sendu.
Ridho yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala. Mirna dengan segera langsung memeluk tubuh laki-laki itu dengan sangat erat. disertai dengan isakan tangis.
__ADS_1
"terima kasih. terima kasih karena kamu, telah berkorban sampai seperti ini,"ucap Mirna Seraya menatap sendu ke arah mata laki-laki itu.
"sama-sama. karena aku benar-benar mencintaimu dengan tulus."ucap Ridho Seraya tersenyum simpul.
Hal itu membuat Mirna yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala. Karena sejujurnya, Mirna juga memiliki rasa kepada laki-laki itu. Namun, Gadis itu sadar jika dirinya adalah seorang nabi.
Pasti tidak ada orang yang ingin meminangnya sebagai anggota keluarga. karena kesalahan yang pernah ia lakukan sebelumnya itu, sangatlah fatal.
"Maaf Ridho, sepertinya aku tidak pantas untuk mendapatkan laki-laki sebaik kamu. lebih baik kamu cari wanita yang jauh lebih baik dariku."ucapnya semakin membenamkan wajah ke bawah.
Karena Mirna benar-benar tidak ingin melihat wajah dari laki-laki yang telah tulus membantunya dan mencintainya itu.
Wajah Mirna seketika mendongak, saat dagu wanita itu ditarik oleh Ridho secara perlahan. hingga membuat kedua mata mereka, seketika saling bertemu satu sama lain.
"tidak ada orang di dunia ini yang sempurna. semuanya pernah melakukan kesalahan Mirna. tapi yang jelas, semua memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki diri masing-masing."ucap laki-laki itu Seraya tersenyum manis.
__ADS_1
"Dan asal kamu tahu, sampai kapanpun, aku tetap akan menunggumu sampai kau benar-benar menerima cintaku."lanjut laki-laki itu Seraya memeluk tubuh mungil wanita yang telah menjadi dambaan hatinya sejak lama itu.
Akhirnya, hari itu juga Mirna dinyatakan bebas. dan dengan segera, wanita itu pulang ke rumah. dan di sana, telah ada Mbok Min yang menunggunya dengan harap-harap cemas.