
Suasana menjadi sangat tegang. karena saat ini, mereka semua telah diburu oleh keluarga dari juragan Vicky. karena laki-laki paruh baya itu, saat ini tengah terkapar dalam sebuah ruangan di sebuah rumah sakit ternama di kota itu.
"kita harus ke mana sekarang?"tanya Mirna Seraya menatap Mbok Min dan juga Ridho yang sama-sama kebingungan.
"aku juga tidak tahu,"sahut laki-laki itu cepat. mata uangnya tiba-tiba menatap ke arah bayi laki-laki yang berada di dalam gendongan Mirna.
Sejenak Ridho terdiam. laki-laki itu seperti tidak menyangka bahwa gadis yang tengah ia idam-idamkan itu, kini telah memiliki seorang bayi.
"apa yang aku pikirkan?"tanya laki-laki itu Seraya menggelengkan kepala. kemudian meraih tubuh bayi mungil itu dari gendongan Mirna. karena Ridho yakin, bahwa saat ini mungkin kedua wanita itu tengah kelelahan.
"kalau begitu biar Susilo sama aku saja."ucapnya Seraya mengulurkan tangan untuk menggendong bayi mungil itu.
"memangnya tidak apa-apa?"tanya Mirna merasa tidak enak dengan laki-laki itu. karena selama ini, Gadis itu telah membohongi laki-laki setulus Ridho.
"tidak masalah."ucap laki-laki itu yang seakan tahu apa yang dimaksud oleh Mirna.
Akhirnya dengan perlahan, Gadis itu mulai menyerahkan bayinya ke dalam pelukan teman laki-lakinya itu.
Mereka kembali bersembunyi di sebuah rumah kosong yang tidak jauh dari tempat itu. karena atas kejadian itu, semua kendaraan harus diperiksa secara menyeluruh. dan itu atas perintah dari laki-laki paruh baya itu.
"apa kita akan selalu berada di sini?"tanya Mirna menatap ke arah Mbok Min dan juga Ridho yang berada di sampingnya.
"sebentar lagi, kita akan segera keluar dari tempat ini. Kau harus yakin padaku."ucap Ridho saya menggenggam tangan gadis itu dengan kelembutan dan juga kasih sayang.
Karena sampai kapanpun, perasaan laki-laki itu tidak akan pernah berubah. dan mungkin saja akan semakin bertambah karena melihat ketangguhan dan juga kekuatan dari gadis yang ia sayangi itu.
Tiba-tiba saja, terdengar ada suara langkah kaki yang saling bersahutan satu sama lain. dan hal itu membuat suasana yang awalnya sedikit mencair, berubah menjadi tegang.
"itu pasti mereka."ucap Mirna berbisik di telinga Mbok Min. sementara Ridho, laki-laki itu menempelkan telunjuknya di depan bibir. memberi isyarat pada semuanya agar terdiam.
__ADS_1
"jangan sampai kita ketahuan."ucap Ridho. Seraya matanya mulai mengawasi pergerakan dari laki-laki itu.
Terlihat dari lubang kecil itu, para laki-laki berseragam hitam itu segera berjalan mengitari bangunan itu. tak lama berselang, segerombolan laki-laki itu segera meninggalkan tempat itu.
Tentu saja, hal itu membuat Mirna dan yang lain akhirnya dapat bernafas dengan lega. karena suasana tegang itu, akhirnya dapat berangsur-angsur membaik.
Tiba-tiba saja, Mirna menatap sendu ke arah Mbok Min."Ibu aku kangen!"ucap Gadis itu dengan suara yang sangat lirih. dan tak lama berselang, air matanya jatuh berlinang.
"sabar Mirna, semoga saja kita cepat bisa terlepas dari semua ini. agar nanti, kamu bisa berkumpul lagi dengan orang tuamu."ucap Ridho Seraya mengusap punggung gadisnya itu.
Sementara Mirna, gadis cantik itu hanya menganggukkan kepala dan menatap Susilo yang berada di dalam gendongan Ridho dengan tatapan yang sangat dalam.
****
Di lain tempat, suasana tegang juga tengah dialami oleh seorang wanita paruh baya. mencoba kabur dari suami yang berniat akan menghabiskan.
siapa lagi orangnya jika bukan Wati. wanita paruh baya itu, mencoba berlari sekuat tenaga untuk menghindari dari amukan sang suami.
"aku harus terbebas dari orang itu." gumam Wati Seraya menatap ke arah jalan setapak biasanya di lalui oleh orang-orang yang akan menuju hutan untuk mencari kayu bakar.
Terdengar suara langkah kaki dari depan sana. hal itu membuat Wati seketika menegang. suasana yang hening membuat hawa di sekitar menjadi mencekam dan juga tegang.
"sialan di mana wanita itu?!"teriak seorang laki-laki Seraya memutar tubuhnya untuk menatap ke sekeliling.
" kalau sampai aku menemukan dia, aku akan langsung membunuhnya!"ucapnya menggeram kesal. melempar batu ke sembarang arah.
Setelahnya, laki-laki itu segera pergi meninggalkan semak-semak belukar itu. berjalan ke arah timur. hal itu membuat Wati yang melihatnya, seketika bernafas dengan lega.
"syukurlah aku bisa bebas dari orang gila itu!"gumam Wati Seraya. melangkahkan kakinya untuk keluar dari hutan itu.
__ADS_1
Karena Wanita itu, berniat akan bertemu dengan putrinya. karena Wati merasa, sangat khawatir dengan kondisi putrinya itu.
"aku harus cepat sampai ke sana!"ucap wanita paruh baya itu Seraya melangkahkan kakinya dengan sangat tergesa-gesa. hingga tiba-tiba saja,...
brugh
Wanita paruh baya itu, tidak sengaja tersandung oleh batu yang tidak jauh dari sana.
"awww! " Pekik Wati tanpa sengaja. hingga membuat suaranya seketika nyaring terdengar. dan hal itu membuat suaranya itu tembus sampai ke beberapa arah.
Karena memang, suasana hutan yang sangat sepi itu. memudahkan gelombang suaranya tersampaikan kepada orang lain.
"Wati, apakah kau di sana?!" tanya seorang. yang membuat Wati seketika menegang. dengan bersusah payah, wanita paruh baya itu segera menyeret kakinya yang terluka masuk ke dalam semak-semak lagi.
Dan tak berselang lama, seseorang datang Seraya menatap ke arah sekeliling. dan hal itu membuat Wati, seketika membekap mulutnya sendiri. karena yang ia lihat benar-benar suaminya.
"aku tidak boleh bersuara. aku tidak ingin tertangkap oleh laki-laki buas itu!"gumamwati Seraya memejamkan mata.
Tubuh wanita paruh baya itu, bahkan bergetar sangat hebat. karena merasakan ketakutan yang luar biasa. tiba-tiba saja,..
Shrek
Wati tak sengaja menyenggol sebuah tanaman yang ada di sebelah tubuhnya. membuat Roni langsung menyeringai. dan dengan cepat laki-laki itu, menuju ke arah sumber suara.
"kau tidak akan pernah bisa kabur dariku! dasar wanita tengik!"maki laki-laki paruh baya itu Seraya tersenyum menyeringai.
Namun sebelum laki-laki itu sampai di tempat Wati berada, wanita paruh baya itu telah masuk ke dalam lubang yang terdapat di sebuah pohon yang sangat besar.
"sialan!"umpat Roni dengan kesal. karena laki-laki itu, menemukan keberadaan istrinya.
__ADS_1
"awas aja kalau kau kudapatkan! Maka langsung akan ku eksekusi dan aku akan lempar ke kandang buaya!"ucapnya mengeram kesal. setelahnya, laki-laki itu segera pergi meninggalkan tempat itu.