Derita Mirna

Derita Mirna
Tertangkap


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Mirna merasa sangat lega dan juga bahagia. karena gadis itu, telah berhasil menyingkirkan orang pembunuhan ibunya.


Mirna sama sekali tidak memperdulikan orang yang baru saja ia habis itu, adalah Ayahnya sendiri.


"aku puas! akhirnya aku bisa melihat kehancuran pada laki-laki b3r3n9s3k itu!" teriak Mirna penuh dengan kegirangan.


Gadis itu segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke kediamannya. karena rencananya, Mirna akan meninggalkan tempat itu untuk beberapa saat kemudian. tujuannya adalah, agar dirinya tidak dicari oleh pihak berwajib. yang mungkin saja, mencurigai dirinya. karena semua kemungkinan itu bisa saja terjadi.


"Mbok Min, Ridho, sebaiknya kita siap-siap."ucap gadis itu yang baru saja masuk ke dalam rumah.


Hal itu membuat kedua orang itu seketika menoleh ke arah sumber suara."memangnya kita mau ke mana?"tanya Ridho Seraya menghampiri gadis yang telah menetap di relung hatinya itu.


"ke mana saja asal tidak ketahuan."ucap Mirna Saraya tersenyum tipis.


Yap. Mbok Min dan juga Ridho memang telah mengetahui tentang apa yang baru saja ia lakukan terhadap laki-laki yang menjadi Ayahnya itu. apa respon dari mereka? Tentu saja sangat kaget. karena ternyata, Mirna yang dulu telah hilang sepenuhnya dari diri gadis itu. dan kini Mirna yang baru yang penuh dengan dendam, tengah menempati tubuh gadis itu.


Ridho dan juga Mbok Min seketika saling pandang. dan tak lama berselang, mereka menganggukkan kepala.


Begitu pula dengan Mirna. Gadis itu segera mengemasi semua barang-barangnya untuk segera pergi dari tempat itu.


****

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, terlihat dua orang wanita juga tengah bersusah payah mengeluarkan koper-kopernya dari bangunan megah itu.


"kita harus segera pergi dari sini Marcella."ucap Nadira kepada putrinya itu.


Marcella yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala."ayo kita segera pergi dari sini!"ucapnya Seraya berjalan tergesa-gesa.


Namun, semuanya telah terlambat.saat mereka membuka pintu, terlihat dua orang polisi tengah berdiri di depan mereka.


Sontak saja hal itu membuat Marcella dan juga Nadira yang melihatnya, refleks melangkah mundur.


"permisi apa kalian yang bernama nyonya Nadira dan juga nona Marcella?"tanya salah seorang polisi Seraya menatap ke arah dua wanita itu.


"kami menemukan KTP ibu ada bersama dengan jenazah seorang laki-laki yang bernama Roni."ucap salah seorang polisi itu.


Sontak saja ucapan dari laki-laki itu, membuat Marcella dan juga Nadira seketika saling pandang.


"astaga kenapa aku bodoh sekali!"gumam mereka berdua secara bersamaan.


"dan anda tahu ini siapa?"tanya salah seorang diantara mereka Seraya menyerahkan sebuah ponsel milik Roni.


"itu milik korban."sahut petugas yang lain.

__ADS_1


Laki-laki yang membawa ponsel itu, seketika mengerutkan kening."tapi di sini, tidak ada sidik jari dari korban. melainkan, sidik jari dari seorang wanita."laki-laki itu penuh dengan kebingungan.


"sudahlah lebih baik kau bawa saja mereka. kita akan menyelidiki lebih lanjut."ucap kepala polisi itu Soraya memerintahkan beberapa anak banyak untuk menangkap dan meringkus dua wanita itu.


Tentu saja Marcella dan juga Nadira yang melihat itu, seketika meronta. karena mereka merasa tidak bersalah walaupun telah melakukan semuanya dengan rapi.


Akhirnya, kedua wanita itu telah berhasil dibawa ke kantor polisi dan melakukan pemeriksaan sidik jari. dan ternyata, sidik jari mereka berdua tidak cocok dengan sidik jari yang ada di ponsel itu.


"kita harus mengejar pelaku yang lain."ucap kepala polisi itu kepada anak buahnya.


****


Di lain tempat, Mirna telah memesan tiket keberangkatan kereta ke arah suatu tempat yang menurutnya sangat terpencil dan tidak akan pernah dituju oleh para penegak hukum itu.


"ini tiketnya." ucap petugas kereta seraya menyerahkan tiket itu. Dan langsung di terima oleh Mirna. tanpa diketahui oleh siapapun, petugas itu segera menghubungi pihak berwajib karena merasa curiga dengan gerak gerik Mirna.


Dan akhirnya, entah bagaimana ceritanya, Mirna akhirnya tertangkap oleh pihak berwajib. dan gadis itu, tidak bisa mengelak lagi karena memang telah ada bukti kuatnya.


"jaga putraku dengan baik. karena mungkin, aku akan lama di dalam penjara." ucap Mirna dengan nada yang sangat tenang. terlihat tidak ada penyesalan dari wajah gadis itu.


sehingga membuat Mirna, terlihat seperti psikopat yang sangat profesional.

__ADS_1


__ADS_2