Derita Mirna

Derita Mirna
Mencari Keberadaan Roni


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, akhirnya Mirna telah menyelesaikan masa berdukanya. Gadis itu kini jauh lebih kuat dari sebelumnya. gadis yang awalnya sangat lemah dan juga cengeng, kini dapat berubah menjadi sosok yang lebih kuat dengan tatapan mata yang sangat tajam.


"aku harus segera mencari keberadaan orang itu,"setelah mengatakan hal itu, Mirna segera melangkahkan kakinya untuk keluarga di rumahnya itu.


Tepat di saat Gadis itu membuka pintu, terlihat Ridho dan juga Mbok Min, telah berada di depan rumah itu.


"astaga!" pekik Mirna Seraya mengusap dadanya karena merasa terkejut dengan kehadiran dua orang itu.


"dari mana kalian tahu alamat rumahku?"tanya Mirna dengan sedikit tidak sadar dengan apa yang baru saja ia katakan itu.


"itu tidak penting. karena ada yang lebih penting dari itu semua,"ucap Ridho yang terlihat tengah menggendong Tirta yang seperti kehausan.


"Ada apa? kenapa dia seperti keharusan seperti itu?"tarnya Mirna dengan raut wajah kebingungan.

__ADS_1


Karena setahu dirinya, Mirna telah memberikan susu formula kepada putranya itu. tapi sekarang, mereka semua malah datang ke rumah itu.


"dia tidak ingin minum susu formula. sebaiknya kau segera memberikan Dia asi. jangan sampai dia merasa dehidrasi."ucap Ridho pada Mirna.


Dengan secepat kilat, Mirna segera meraih bayi kecil itu dan segera menyusuinya di ruangan itu. setelah beberapa saat kemudian, akhirnya bayi mungil itu tertidur pulas.


"kalian istirahat saja. di rumah ini, ada beberapa kamar. aku akan pergi sebentar."ucap Mirna Seraya menyerahkan bayi itu pada Mbok Min.


"kau tidak usah khawatir, aku bisa menjaga diriku dengan baik."setelah mengatakan hal itu, Mirna segera kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah itu.


Sebelum Gadis itu benar-benar pergi, Mirna menemui kepala desa untuk mengatakan bahwa di rumahnya ada dua orang lagi yang ingin menumpang. Setelah semuanya selesai, Mirna segera melangkahkan kakinya untuk melanjutkan perjalanan untuk menemui laki-laki biadab itu.


Mirna nekat untuk mencari keberadaan Roni seorang diri tanpa bantuan dari Ridho. karena Gadis itu tahu, apa yang akan ia lakukan terhadap laki-laki paruh baya yang telah menghancurkan hidupnya itu.

__ADS_1


****


Sementara itu, di tempat lain lebih tepatnya di kediaman juragan Vicky. terlihat dua orang wanita tengah merasa sangat geram. karena mereka, sama-sama mencari keberadaan Roni. karena dua wanita berbeda usia itu, merasa apa yang terjadi pada suami itu bermula dari usulan Roni yang ingin menikahkan putrinya dengan anggota keluarga mereka.


"kita harus mencari keberadaan laki-laki kep*r*t itu!" seru Marcella menatap ke arah sang ibu.


Nadira yang mendengar itu, mengepalkan tangannya kuat-kuat. karena gara-gara laki-laki itu, dirinya dan putrinya tidak mendapatkan warisan yang telah mereka incar dari seorang Vicky. padahal warisan itu, telah mereka incar sejak lama.


Namun sekarang, semuanya hancur berantakan hanya karena laki-laki paruh baya itu yang menikahkan Mirna dan juga Vicky. membuat rencana mereka, seketika hancur berantakan.


"kapan kita akan berangkat mencari keberadaan laki-laki itu?"tanya Marcella kepada ibunya.


"nanti, kita harus merencanakan semuanya dengan matang."ucap Nadira menatap ke arah putrinya.

__ADS_1


__ADS_2