
Berapa hari setelah kejadian itu, Mirna dan juga Pak Tono, semakin sering dan intensif melakukan dosa itu. MembuatĀ gadis cantik itu, merasa sedikit depresi karena harus menuruti keinginan dari laki-laki tua itu.
Namun, apa mau dikata, Mirna tidak bisa menjalani takdir itu seorang diri. Mungkin takdirnya saat ini, hanya untuk menjadi pelampiasan dari orang-orang jahat seperti Pak Tono dan Juragan Vicky.
Di sunyinya dan gelapnya malam, Mirna menangis seorang diri. Gadis cantik itu tampak menyesali takdir yang telah Tuhan berikan untuk hidupnya.
Mirna dapat menangis dengan puas, karena beberapa hari ini, ibunya memilih menginap di tempat Pak Tono. Karena Wati, mendapatkan tawaran pekerjaan untuk menggarap ladang dan juga menjaganya untuk beberapa saat kemudian.
Untuk itulah, Mirna dapat meluapkan semua emosi yang ada di dalam dadanya. "Ya Tuhan, kenapa kau melahirkan aku ke dunia ini, jika hanya ingin menyiksaku seperti ini?"tanya Mirna dengan tangisan menggema.
Gadis itu merasa tidak sanggup jika harus terus menerus mendapatkan perlakuan seperti ini. Perlakuan, yang lebih buruk daripada seekor hewan.
"Kau tidak boleh menangis sayangku,"tiba-tiba saja, Mirna terjingkat kaget. Saat mendapati suara seseorang yang ada di sampingnya.
Dengan segera, gadis cantik itu menolehkan kepalanya. Dan betapa terkejutnya gadis itu, saat mendapati laki-laki yang sangat ia benci, kini berada di samping dirinya.
"Ba... bapak mau a.. apa?"tanya Mirna dengan ekspresi wajah ketakutan dan juga suara terbata-bata.
"Tentu saja, berbuat dosa yang indah sayang."ucapnya disertai senyum menyeringai.
Akhirnya, Mirna benar-benar pasrah dengan keadaan dan mulai sedikit menikmati permainan yang disajikan di hadapannya saat ini.
Di sela-sela permainan mereka, Mirna tak henti-hentinya menangis dan merutuki dirinya sendiri. Yang terlalu lemah dan terlalu bodoh dalam menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan kekerasan dan juga kebengisan itu.
"Maafkan Mirna Bu, Mirna tidak sanggup lagi untuk melawan kerasnya dunia. Dan maafkan Mirna, jika nantinya Mirna akan terbuai dengan permainan dunia ini."ucap Gadis itu disertai memejamkan mata.
Sementara Pak Tono, laki-laki paruh baya itu tetap melakukan aktivitasnya tanpa merasa terganggu dengan kondisi Mirna. Bahkan laki-laki paruh baya itu, sangat menikmati setiap tangis dan jeritan yang keluar dari mulut gadis itu.
Pak Tono adalah definisi sosok laki-laki jahanam ada di dunia ini. Dirinya tidak memperdulikan keadaan sekitar. Yang terpenting dalam kehidupannya saat ini, adalah kenikmatan yang ia rasakan.
*****
__ADS_1
"Sudahlah Mirna, kamu tidak usah munafik. Diam-diam kamu juga menikmatinya, kan?"tanya Pak Tono dengan senyuman menyeringai. Setelah mereka, selesai melakukan dosa besar itu.
Mirna yang mendengar itu, sama sekali tidak menjawab. Gadis itu memilih langsung menggendong putranya yang sejak tadi, menangis tersedu-sedu.
"Cup cup cup sayang maafkan Ibu ya,"ucap gadis itu dengan deraian air mata yang membasahi wajah cantiknya.
Sementara Pak Tono, laki-laki paruh baya itu sama sekali tidak memperdulikan kondisi Mirna dan juga bayi yang ada dalam dekapan gadis itu.
"Udah ya kau jangan rewel, jika tidak, maka aku akan membawamu ke panti asuhan."ucap Pak Tono Seraya menatap ke arah bayi yang masih merah itu.
Tentu saja hal itu membuat Mirna yang mendengarnya, merasa sangat terkejut. Gadis itu seakan seperti baru saja tersambar petir di siang bolong.
"A... apa maksud Bapak?" Tanya Mirna dengan suara gelagapan. Dan dengan tubuh, yang bergetar hebat.
"Jika kau ingin aman, maka titipkan saja anak ini ke panti asuhan,"ucap Pak Tono dengan entengnya.
Membuat Mirna yang mendengarnya, seketika membulatkan kedua matanya. Dan menatap laki-laki paruh baya itu, dengan tatapan yang sangat tajam.
Membuat Pak Tono seketika terdiam. "Aku hanya bercanda Mirna, kau janganlah serius-serius begitu,"ucap laki-laki itu Seraya terkait kemudian melangkahkan kakinya keluar dari gubuk Mirna.
Sepeninggal Pak Tono, Mirna seketika kembali menangis tersedu-sedu. Gadis itu seakan merasa, dunia ini tidaklah adil untuknya.
"Kenapa aku selalu ditindas ya Tuhan?"tanya Gadis itu entah pada siapa.
Setelah puas menangis, Gadis itu akhirnya tertidur dengan pulas. Seraya memeluk tubuh putranya, dengan begitu erat. Seakan-akan, merasa begitu takut dengan ucapan Pak Tono yang akan memisahkan dirinya dengan putra kesayangannya itu.
******
Sementara itu di tempat lain, terlihat seseorang laki-laki paruh baya, tengah bersujud di hadapan seorang Laki-laki sepuh yang tengah duduk di kursi kebesarannya.
"Bagaimana, apa kau berhasil mendapatkan dan menemukan di mana keberadaan istri dan anakmu?"itu yang tak lain adalah Vicky.
__ADS_1
Roni yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepala. Dan tiba-tiba saja,...
Bugh
Bugh
Beberapa kali pukulan, ketika mendarat di tubuh laki-laki paruh baya itu. Membuat Roni seketika langsung terkapar di lantai.
Vicky dengan perlahan bangkit dari duduknya. Laki-laki sepuh itu, segera melangkahkan kakinya menuju ke arah Roni yang masih terbatuk-batuk akibat pukulan itu.
"Aku tanya sekali lagi, Di mana keberadaan istri dan juga anakmu?"tanya Vicky Saraya mencengkeram erat kerah baju laki laki itu dengan tatapan matanya yang sangat tajam.
"Sungguh Tuan, aku benar benar tidak mengetahui di mana mereka berada, uhuk!"ucap Roni disertai batuk kental yang keluar dari dalam mulutnya.
Sementara Juragan Vicky yang melihat hal itu, seketika mencengkeram dagu laki-laki itu. hingga membuat si pemilik, seketika meringis kesakitan.
"Aku benar-benar tidak tahu Tuan Di mana keberadaan Mirna dan ibunya. Sungguh, aku berani bersumpah!"ucap Roni Seraya mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
Sementara Juragan Vicky, laki-laki tua itu menatap ekspresi wajah Roni dengan seksama. Dan setelah beberapa saat kemudian, laki-laki tua itu segera melepaskan cengkramannya dari kerah baju dan juga dagu milik laki-laki tua itu.
"Baiklah kalau begitu, aku akan memaafkanmu asal kamu bisa mendapatkan istri nakal itu."ucap Juragan Vicky, dan beranjak dari tempatnya berdiri.
Namun sesaat kemudian, laki-laki tua itu kembali membalikkan tubuhnya menatap ke arah Roni dengan tatapan tajam.
"Awas aja kalau kamu benar-benar menyembunyikannya.
Maka aku sendirilah, yang akan membunuhmu secara hidup-hidup."setelah mengatakan hal itu, laki-laki tua itu segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari kediaman Roni.
"Kau benar-benar anak sialan Mirna, jika aku dapat menemukanmu, aku bersumpah akan langsung menyerahkan kepada laki-laki tua itu. Dan aku berjanji, akan menyiksamu secara lahir batin!"ucapnya Seraya mencengkeram sebuah foto yang ada di dalam genggamannya.
Sehingga membuat foto itu, seketika hancur seperti debu. Setelah selesai melampiaskan amarahnya, laki-laki paruh baya itu, kembali bangkit dari lantai.
__ADS_1