Derita Mirna

Derita Mirna
DM~ S2 part 7


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Mirna semakin merasa hubungan bersama dengan keluarga dari mertuanya itu benar-benar sudah berubah. Karena sekarang ini, bukan hanya dengan Dewi saja Mirna bermusuhan. melainkan, dengan kedua kakak perempuan Ridho.


Entah apa yang dilakukan oleh Dewi karena perlahan tapi pasti, perlakuan dari Maulia dan juga Niken udah Semakin jauh. mereka yang awalnya sangat-sangat terhadap wanita malang itu, kini berubah menjadi dingin dan juga jaga jarak.


Tentu saja hal itu membuat Mirna, merasa kebingungan yang luar biasa. Karena Wanita itu merasa, tidak pernah mengganggu hubungan antara kedua kakak iparnya itu. namun, Kenapa dua wanita itu sekarang berubah menjadi seperti itu?


Sembari memasak dan membereskan kamar pribadinya, Mirna terus saja memikirkan hal itu. karena dirasa, sesuatu yang janggal yang sebenarnya terjadi.


"Mirna!"


Teriakan dari seseorang dari arah ruang tamu, membuat lamunan dari wanita itu, seketika buyar. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk menghampiri sumber suara itu.


"Ibu, kenapa teriak-teriak?"tanya Mirna datang tergopoh-gopoh menghampiri wanita paruh baya itu.


"buatkan aku makanan ringan."perintah wanita paruh baya itu dengan tatapan yang begitu angkuh.


Mirna sempat terdiam untuk beberapa saat. sebelum pada akhirnya, wanita cantik itu pun menganggukkan kepala karena mengetahui apa yang diinginkan oleh wanita paruh baya itu.


Selepas kepergian dari wanita malang itu, ketiga wanita itu menatap kepergian dari Mirna dengan tatapan yang begitu menusuk.


"kalian harus bisa membantu ibu untuk memisahkan wanita itu dari Ridho. karena ibu, sudah tidak ingin melihat dia bersama dengan Putra ibu."tutur Dewi kepada kedua putrinya.


"memangnya, apa yang terjadi Bu?"tanya Maulia merasa sangat penasaran karena ibunya itu bisa berubah sedemikian rupa pada adik iparnya.


Dewi yang mendengar pertanyaan dari putrinya itu, seketika mendengus kesal. karena terbayangkan bagaimana saat putranya itu membentak dirinya hanya karena membela wanita seperti Mirna.


" Bu, Kenapa diam saja apa yang dilakukan oleh Mirna kepada ibu?"tanya Maulia dengan raut wajah yang penasaran.


"adikmu itu sudah berani membentak Ibu hanya karena masalah sepele."jawab Dewi dengan wajah merah padam karena menahan amarah yang luar biasa.

__ADS_1


"apa?!"


Kompak Maulia dan juga Niken yang mendengar itu, seketika membelalakkan kedua mata mereka selebar-lebarnya. mereka tentu saja merasa terkejut. karena Ridho tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya.


"biar aku berikan pelajaran pada wanita itu. Berani-beraninya, dia menghasut adikku sehingga membuat laki-laki itu berbuat kasar pada ibu."ucap Maulia dan juga Niken dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Sementara Dewi yang merasa sangat berhasil karena telah membuat kedua putrinya itu marah dan membenci Mirna, seketika menampilkan senyuman yang begitu mengerikan.


"Apakah kalian ingin membantu ibu untuk memisahkan Mirna dan juga Ridho? agar wanita itu tidak memberikan pengaruh buruk pada Adik kalian itu?"tanya Dewi dengan nada suara yang begitu antusias.


Maulia dan juga Niken yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala tanpa berpikir terlebih dahulu.


"kami mau Bu, apapun akan kami lakukan. yang terpenting, adikku segera terlepas dari wanita seperti Mirna itu."jawab Niken dengan nada suara menggebu-gebu.


Dewi yang mendengar itu, semakin tersenyum senang. karena sebentar lagi, tujuan dari wanita paruh baya itu akan segera terlaksana.


"apa yang harus kita lakukan?"tanya Maulia menatap ke arah sang ibu.


"baiklah aku setuju."putus mereka berdua setelah mendengar penuturan dari wanita paruh baya itu.


"di mana kita akan melakukan itu?"tanya Niken lagi. Karena Wanita itu, tidak ingin rumah ini menjadi tempat seperti itu.


"Tentu saja tidak di sini."jawab Dewi yang menyadari tatapan mata dan juga ekspresi wajah dari kedua putrinya itu.


Pada akhirnya mereka bertiga setuju dengan rencana yang dirancang oleh Dewi. tentunya Hal itu membuat wanita berubah yaitu tersenyum dengan begitu lebarnya.


"sebentar lagi kau akan tamat."gumam wanita itu Soraya tersenyum senang.


****


Sementara itu di dapur, terlihat Mirna yang masih kewalahan karena membuatkan cemilan kesukaan ibu mertuanya. tentunya membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena Wanita itu, membuatkan cookies almond beserta dengan cake tiramisu.

__ADS_1


Setelah berkutat hampir 30 menit, pada akhirnya Wanita itu telah selesai dalam membuatkan makanan dan juga cemilan untuk keluarga suaminya.


"ini Bu cemilannya."ucap Mirna Seraya menyerahkan beberapa potong kue dan juga cemilan ke atas meja.


"Terima kasih ya nak,"jawab Dewi dengan tersenyum kecil.


Hal itu tentu saja membuat Mirna yang melihatnya, sedikit merasa terpana. karena semenjak beberapa hari itu, Ibu mertuanya itu jarang sekali tersenyum kepadanya. dan sekarang, hal itu sudah kembali lagi. tentu saja hal itu membuat Mirna yang melihatnya merasakan bahagia yang luar biasa.


"aku yakin pasti ibu akan kembali seperti dulu lagi. karena aku percaya, Ibu adalah orang baik."gumamnya Soraya tersenyum senang.


Hati dari Mirna seketika langsung menjadi berbunga-bunga karena mendapatkan perlakuan dari Dewi seperti dulu lagi.


"aku harus cerita ini sama mas Ridho nanti."gumamnya Seraya melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam kamar.


Sementara Dewi yang melihat perubahan dari menantunya itu, seketika memutar bola mata malas.


"jika aku tidak ingat ingin melancarkan rencana ini, Aku tidak akan pernah Sudi untuk perbaikan denganmu."gumamnya Seraya menggerutu kesal.


"


"


"


"


Saat ini mereka tengah berada di meja makan dan tengah menikmati acara makan malam keluarga yang. sangat hangat. dan sejak tadi pula, ibu mertua beserta dengan kedua kakak ipar dari Mirna itu seringkali ikut bercanda tawa bersama dengan Mirna dan juga keluarga kecilnya.


"aku merasa senang. karena pada akhirnya, Ibu bisa akur kembali Dengan istriku. Aku berharap, kalian tidak akan pernah berselisih paham lagi. karena aku sebagai seorang laki-laki, merasa sangat serba salah harus memilih pada siapa."ucap Ridho Soraya tersenyum kecil menatap ke arah ibu dan juga istrinya itu.


Dewi yang mendengarnya, seketika tersenyum kecil. "Ibu juga minta maaf. mungkin karena ibu, sangat egois sehingga memintamu untuk meninggalkan Mirna hanya karena Ibu merasa tidak suka dengan tingkah laku istrimu itu."Dewi berucap menatap ke arah putranya. kemudian, beralih menatap ke arah menantunya itu dengan tatapan yang begitu dalam.

__ADS_1


"Ibu juga minta maaf ya Nak, tolong kamu jangan sakit hati jika Ibu kemarin-kemarin meminta Ridho untuk meninggalkanmu. sungguh Ibu tidak bermaksud untuk mengatakan itu. mungkin itu karena Ibu merasa kesal padamu saja."Dewi berucap Seraya menggenggam tangan dari menantunya itu dengan begitu erat.


__ADS_2