
Beberapa hari kemudian, Mirna telah berusaha untuk mencari laki-laki itu. rasa sesak di dalam hatinya, telah membuncah sampai ke ubun-ubun. membuat gadis itu, segera mencari keberadaan laki-laki yang masih menjadi Ayahnya itu.
"aku harus membalas dendam pada laki-laki itu."ucap Gadis itu Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.
Saat ini, Mirna tengah berada di rumahnya. dan tengah menyusui putra semata wayangnya itu. dan tak lama berselang, Ridho dan juga Mbok Min, datang menghampirinya.
"apakah kamu yakin akan mencari keberadaan laki-laki itu?"tanya Ridho Seraya duduk di samping Mirna.
"tentu saja, memang kenapa?"tanya Mirna menatap ke arah laki-laki itu dengan ekspresi wajah heran.
"tidak apa-apa, aku hanya berharap kau baik-baik saja dan tidak gegabah dalam melakukan hal."ucap Ridho Seraya tersenyum tipis.
Mirna yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah itu setelah menyerahkan Tirta kepada Mbok Min.
__ADS_1
Mirna segera memesan taksi online untuk mengantarnya ke tempat tujuan. Gadis itu memutuskan untuk menggunakan uang yang disembunyikan oleh Ayahnya di ruang kerjanya.
"dasar laki-laki tidak tahu diri. bisa-bisanya dia membuat aku menderita hanya karena menebus hutang. sementara dirinya, ternyata telah mendapatkan banyak uang di ruangan itu."gumam Mirna Seraya mengepalkan tangannya kuat kuat.
Tak berselang lama, Gadis itu masuk ke dalam taksi online. setelah kendaraan itu, berhenti tepat di hadapannya.
"ke mana neng?"tanya laki-laki paruh baya itu Seraya melirik ke arah Mirna.
"ke alamat ini."ucap Mirna Saraya menyodorkan sebuah kertas kepada sopir taksi itu.
Tiba-tiba saja, terbersit pikiran licik dari gadis itu. tangannya segera mengambil gawai yang tak lain adalah milik Roni yang telah tidak terpakai. kemudian menuliskan alamat itu, dan mengirimkannya kepada istri juragan Vicky.
"kita mulai permainan sekarang."setelah mengatakan hal itu, Mirna segera kembali memasukkan ponsel itu ke dalam sakunya.
__ADS_1
******
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di kediaman juragan Vicky, terlihat semua orang lalu lalang hendak memindahkan barang-barang mereka. karena sebentar lagi, rumah itu akan disita sebagai ahli waris yang ada di surat wasiat yang telah ditulis oleh Vicky beberapa hari yang lalu.
Ting.
tiba-tiba saja, ponsel Nadira berbunyi. dan tak berselang lama, ada sebuah pesan masuk yang mengabarkan bahwa Roni bersembunyi di alamat tersebut.
"ternyata si ke***t bersembunyi di tempat ini."ucap Nadira Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Marcella, sekarang kita harus menuju ke tempat ini. laki-laki itu bersembunyi di alamat ini."ucap Nadira Seraya mengangkat ponselnya memperlihatkan pesan singkat yang dikirimkan oleh nomor yang digunakan oleh Roni.
"Dia meminta bantuan kepada kita?"tanya Marcella dengan ekspresi wajah kesal.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu, kita akan membantunya untuk cepat sampai ke neraka!"setelah mengatakan hal itu, Nadira dan juga Marcella tertawa dengan puas.
Mereka berdua akan membalaskan dendam kepada laki-laki itu. karena berkat usulannya itu, Ibu dan Anak itu tidak mendapatkan sepeserpun dari harta Vicky.