
Malam harinya......
Saat ini, Ridho dan juga Mirna berada di dalam kamar, wanita itu mencoba untuk bercerita pada sang suami.
Setelah menidurkan Tirta di dalam kamar pribadinya, wanita cantik itu memutuskan untuk menemui sang suami yang masih berada di area balkon kamarnya karena tengah mengerjakan pekerjaan kantor.
Ridho yang lumayan peka, pada akhirnya langsung menutup laptopnya dan mengangkat tubuh mungil Mirna hingga berada dalam pangkuan.
Sementara Mirna sendiri, wanita cantik itu merasa ragu saat ini apakah dia harus menceritakan apa yang ia alami tadi pagi. tapi laki-laki tua itu hanya melihatnya dengan tatapan nakal tidak melakukan sesuatu hal yang di luar nalar. lagi pula Apakah Ridho akan percaya Jika dia mengatakan sesuatu itu walaupun tanpa bukti?
Setelah menimbang-nimbang cukup lama, pada akhirnya wanita cantik itu pun menggelengkan kepalanya.
Mirna memutuskan untuk memendamnya sendiri Saja. karena dapat dipastikan, Ridho akan meragukan ceritanya itu. karena selama mereka menikah Beberapa bulan yang lalu, Mirna belum pernah bercerita apapun pada laki-laki itu. hingga membuatnya, sedikit merasa ragu jika Ridho mempercayai ucapannya.
Laki-laki itu sempat menatap ke arah Mirna barang sejenak untuk mencari Apakah istrinya itu berkata jujur atau tidak. karena tampak jelas sekali ratu aja dan juga tatapan mata dari wanita itu yang seperti sedang memikirkan sesuatu. namun pada akhirnya, Ridho memutuskan untuk membiarkannya terlebih dahulu.
__ADS_1
Karena mungkin saja Mirna saat ini dalam kondisi mood kurang baik. sehingga wanita itu, tidak ingin berbicara apapun pada dirinya dan dia menghargai akan hal itu.
Pagi harinya...
Seperti biasa, Mirna tengah mempersiapkan makanan dan juga bekal untuk anak dan juga suaminya. tentu saja dengan menu yang sederhana. karena memang di rumah itu sudah memiliki asisten rumah tangga yang cukup banyak. sebenarnya Mirna sangat dilarang untuk menyentuh dapur. namun wanita cantik itu masih tetap keras kepala untuk membuatkan makanan untuk anak dan juga suaminya.
Hal itu tentu saja membuat Dewi yang baru saja keluar dari dalam kamar, sedikit terlonjak kaget.
Mirna yang mendengar teguran dari ibu mertuanya itu, seketika menundukkan kepala. Kenapa wanita itu bisa melupakan sebuah fakta bahwa dia saat ini tengah berada di rumah mertuanya? Berkali-kali, Mirna merutuki dirinya sendiri karena bisa dikatakan dia bertindak bodoh dan juga gegabah.
Dewi yang mendengar itu, seketika mengibaskan tangannya ke udara. kemudian, melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruang tamu. tentu saja, dengan hati yang medumel.
Sementara itu di dalam kamarnya, Mirna segera menghampiri Ridho yang telah selesai dalam mempersiapkan semuanya untuk berangkat bekerja.
Hal itu tentu saja membuat Ridho yang mendengarnya, sempat menautkan kedua alisnya karena merasa sangat kebingungan dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh istrinya itu.
__ADS_1
Ridho yang mendengar itu pun, seketika dibuat bingung. karena laki-laki itu dapat menyimpulkan, bahwa yang bersalah di sini adalah Mirna karena dia berteriak tanpa memperdulikan kondisi orang lain. tapi laki-laki itu juga bingung bagaimana cara menyampaikan maksudnya itu agar tidak membuat istrinya salah paham.
Karena Ridho tahu, Wanita itu sangat sensitif hatinya sehingga tidak bisa ditegur begitu saja harus ada satir di antara mereka.
Membuat Mirna yang mendengar itu pun, seketika menganggukkan kepala. karena dia memang bersalah dalam hal ini. tentu saja hal itu membuat Ridho yang melihatnya, merasakan takjub yang luar biasa. laki-laki itu sempat mengira, bahwa istrinya akan tidak terima jika ditegur seperti itu. Namun ternyata dugaannya itu salah besar. karena istrinya itu menerima ucapannya dengan lapang dada.
dan ternyata di sana, sudah ada Tirta yang mengenakan seragam sekolahnya dan juga Dewi.
Wanita paruh baya itu sempat menatap ke arah Mirna barang sebentar. namun setelah itu, memalingkan wajahnya ke arah lain. pertanda bahwa wanita paruh baya itu, masih merasa sangat kesal pada tingkah laku yang dilakukan oleh Mirna itu.
Dewi tampak mendengus mendengar penuturan dari putranya itu.
Kedua bola mata milik Mirna dan juga Ridho, seketika membelalak dengan sempurna saat mendengar penuturan dari wanita paruh baya itu yang benar-benar sangat menyakitkan.
Namun sepertinya, Dewi masih belum bisa luluh. karena wanita paruh baya itu, masih terdiam dengan tatapan yang sulit untuk dibaca.
__ADS_1