Derita Mirna

Derita Mirna
DM~S2 Part 6


__ADS_3

Setelah membentak ibu kandungnya sendiri, pada akhirnya Ridho memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Dewi yang masih mematung seorang diri.


Kedua bola mata dari wanita paruh baya itu, seketika berkaca-kaca dan menitihkan air mata itu dengan begitu derasnya.


"kau benar-benar sudah berubah Ridho, Ibu menyesal karena sempat menyayangi wanita itu. mulai saat ini, aku akan berjanji untuk membuat wanita itu menderita."ucapnya dengan tatapan yang begitu tajam.


Mulai malam ini, tekad dari wanita paruh baya itu semakin kuat untuk memisahkan sepasang suami istri itu. karena Dewi merasa, wanita itu memberikan pengaruh buruk pada putranya.


"aku harus segera memberikan tugas ini pada Karyo. karena aku tidak ingin anakku Semakin jauh di bawah kaki wanita itu."setelah mengatakan itu, wanita paruh baya itu segera pergi dari sana dengan hati yang bergemuruh hebat.


****


Sementara itu di dalam kamarnya, terlihat Ridho yang tampak sangat frustasi karena baru kali ini laki-laki itu berkata kasar dan meninggikan suaranya kepada wanita yang berstatus sebagai ibu kandungnya itu.


"kenapa aku bisa bodoh sekali?"tanya laki-laki itu dengan mengarang frustasi dan mulai mengajak acara perutnya sendiri.


"Mas, Mas kenapa?"tanya Mirna yang telah berada di samping laki-laki itu. hingga membuatnya sedikit merasa terkejut.


"ah kau Mirna mengagetkanku saja."gumamnya Seraya Menghela nafas panjang.


"Mas, Mas kenapa?"tanpa menghiraukan keluh kesah dari suaminya itu, Mirna kembali menanyakan pertanyaan yang sama pada Ridho.


Ridho dengan segera mulai menceritakan apa yang baru saja dilakukan terhadap ibu kandungnya itu. tentunya Hal itu membuat Mirna yang mendengarnya, seketika merasa terkejut luar biasa. beberapa kali, wanita itu sampai menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa apa yang dilakukan oleh Ridho itu benar-benar sangat keterlaluan.


"kamu benar-benar keterlaluan Mas. kalau aku jadi ibu, aku pasti akan marah karena mendapatkan bentakan dari Putraku sendiri."gumamnya menghela nafas.


Ridho yang mendengar itu, seketika langsung menatap istrinya dengan tatapan yang begitu lekat.


"Apakah kamu tidak senang jika kamu Mas bila?"tanya laki-laki itu tuh the point.


Mirna seketika menggeleng-gelengkan kepalanya. "bukan seperti itu maksudku. Aku sangat senang jika kamu membelaku seperti itu. tapi tolong jangan lupakan sopan santun kepada orang tua. Karena bagaimanapun juga, beliau adalah ibu kandung kamu surganya masih berada di telapak kaki beliau."jelas Mirna panjang lebar.

__ADS_1


Sebenarnya wanita itu merasa sangat beruntung karena mendapatkan laki-laki seperti Ridho yang bisa membelanya dari ucapan pedas ibunya. hanya saja, Mirna tidak ingin Ibu mertuanya itu semakin membenci dirinya jika sampai keduanya bertengkar hanya karena dirinya.


Sore harinya...


Saat ini Mirna tengah berada di ruang keluarga bersama dengan Tirta. sementara Ridho sendiri, sudah berpamitan karena ingin menghadiri meeting.


"apa yang kau lakukan pada Putraku?"tanya Dewi secara tiba-tiba.


Hal itu tentu saja membuat Mirna yang awalnya tengah bermain dengan Putra semata wayangnya, seketika menghentikan aktivitasnya dan juga menoleh ke arah sumber suara.


"apa yang Ibu maksud?"tanya Mirna dengan raut wajah tidak mengerti.


"Tirta kamu masuk ke kamar dulu ya, ibu sama nenek mau berbicara serius."perintah wanita itu pada putranya.


Karena Mirna merasa, apa yang akan dibicarakan oleh mereka berdua sangatlah serius dan bahkan mungkin akan terjadi cekcok satu sama lain. dan Mirna tidak ingin, Tirta melihat dan mendengar hal buruk seperti itu. karena bagi Mirna, putranya itu masih terlalu dini jika harus mendengar kata-kata kasar yang keluar dari mulut seseorang.


Tirta dengan patuh menganggukkan kepala dan langsung masuk ke dalam kamar. bocah laki-laki berusia 5 tahun itu tidak berani menatap ke arah Dewi. karena wajah dari wanita paruh baya itu, saat ini benar-benar terlihat sangat menyeramkan.


Tepat saat bocah kecil itu masuk ke dalam kamarnya, satu tamparan keras melayang di udara dan langsung mengarah pada wajah milik Mirna. hingga membuat wanita itu, seketika tertolak ke arah samping dengan begitu kuatnya.


"Kenapa Ibu menamparku seperti ini?"tanya wanita itu dengan nada suara yang begitu lirih.


"kenapa kamu malah mempengaruhi Putraku?"bukannya menjawab pertanyaan dari menantunya itu, Dewi justru malah balik bertanya dan menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam.


"apa maksud ibu? Aku sama sekali tidak mengerti,"balas Mirna menatap Ibu mertuanya itu dengan tatapan kebingungan.


Bruuuuaakk


"awww,"


Suara Mirna seketika menggema di ruangan itu. saat tubuhnya, tiba-tiba didorong dengan begitu kuatnya oleh Dewi.

__ADS_1


"Ibu kenapa mendorongku?"tanya wanita itu dengan meringis kesakitan di area tulang belakangnya karena langsung menghantam kerasnya lantai.


"karena itu memang pantas diterima oleh wanita penghasut sepertimu."setelah mengatakan itu, Dewi segera pergi dari sana meninggalkan Mirna yang masih terdiam di tempatnya dengan lelehan air mata yang mulai membasahi pipinya.


"apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa Ibu bisa berubah seperti itu?"tanya Mirna dengan lelehan air mata yang semakin lama semakin deras.


****


Sementara di dalam kamar milik Dewi, terlihat wanita paruh baya itu mengepalkan tangannya kuat-kuat karena merasakan sakit yang luar biasa.


"aku harus cepat menjalankan rencana ini,"setelah mengatakan itu, Dewi segera pergi dari sana untuk menemui Karyo.


Wanita paruh baya itu berjalan tergesa-gesa sampai tidak sadar menabrak seseorang wanita hingga membuat mereka berdua jatuh.


"Apakah ib baik-baik saja?"tanya wanita itu dengan nada suara yang begitu lembut. hal itu tentu saja membuat diri yang mendengarnya, langsung merasa terpikat dengan wanita yang ada di hadapannya itu.


"seharusnya, Ridho mendapatkan wanita seperti ini bukan Wanita munafik seperti Mirna itu."gumamnya terdengar sampai ke telinga wanita yang ada di hadapannya.


"Ibu berbicara sesuatu?"tanya wanita itu mencoba untuk memastikan.


"ah tidak apa-apa. kalau begitu, Ibu pergi dulu ya,"pamit Dewi yang langsung Segera pergi dari sana.


Sementara wanita muda itu, masih menatap kepergian dari Dewi dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


***


sementara Mirna yang ada di dalam kamar, masih meringis kesakitan karena merasakan tulang belakangnya terasa begitu ngilu akibat dorongan yang begitu kuat.


"awwwsss ini kenapa sakit sekali?"tanya wanita cantik itu Seraya menyentuh area punggungnya yang terasa berdenyut.


"Apakah aku minta bantuan saja sama Mas Ridho?"tanya wanita itu mencoba untuk mengambil ponsel miliknya dan mencoba untuk menghubungi sang suami.

__ADS_1


Namun beberapa saat kemudian, niat itu diurungkan oleh Mirna. kalau sampai Ridho mengetahui apa yang dilakukan oleh ibunya, bukan tidak mungkin mereka pasti akan bertengkar lagi dan mungkin saat ini jauh lebih hebat dari yang sebelumnya. dan Mirna, tidak ingin hal itu terjadi.


__ADS_2