DI ANTARA DIA

DI ANTARA DIA
Aku Mencintaimu Liam Farubun


__ADS_3

Kecelakaan ski yang di alami Dee mengakibatkan dirinya harus beristirahat di apartemen selama seminggu. Sebelumnya saat hari kejadian naas yang menimpanya, ia harus di rawat di rumah sakit selama 24 jam.


Anton Arlovski sendiri yang turun tangan menjenguknya dan CEO tampannya itu pula mengatakan memberi Dee cuti selama seminggu untuk pemulihan cedera engkel kaki yang dideritanya.


5 jam setelah kejadian kakinya membengkak seperti kaki gajah, namun kata dokter itu normal dalam cedera yang dialaminya. Dan 2 hari berselang bengkaknya pun mengempes menyisakan nyeri setiap melangkahkan kaki.


"Ish" desis Dee saat Andrey menaikkan kaki kanannya ke atas bantal yang diletakkan di ujung sofa. Manager keuangan itu sudah 2 hari menyempatkan diri untuk datang ke apartemen untuk melihat kondisinya.


"Harusnya tidak sakit karena kamu meminum obat Miss Ragala. Dan kakimu juga sudah menggunakan penyangga." Andrey menatap penyangga kaki berwarna hitam membungkus pergelangan kaki Dee.


"Tetap ada terasa nyeri jika digerakkan seperti tadi." sahut Dee menyandarkan kepalanya dengan nyaman.


"Lusa kamu harus cek up lagi ke rumah sakit. Dan aku akan mengantarmu."


Dee mendesah pelan, sungguh ia merasa tidak enak dengan kebaikan pria tampan yang sekarang duduk di sampingnya. Dari sejak insiden ia celaka hingga hari ini, Andrey tetap menemani, kecuali ketika pria itu pulang tidur entah di mana. Dee tidak menanyakan lebih jauh, bukan dalam kapasitasnya untuk menggali hal pribadi seorang Andrey.


"Dan hari ini kamu bolos bekerja lagi Mr. Arlovski?" Tanya Dee melirik Andrey yang memainkan ponselnya, senyum miring menghiasi wajahnya kala mendengar ucapan Dee.


"Da" Andrey mengiyakan sambil melirik dengan ekor mata abu-abunya.


"Aku bisa dipecat kakakmu jika beliau tahu kamu ada di sini. Ini sudah dua hari Andrey, aku berutang budi sangat besar dengan kebaikanmu. Membawakanku makanan, menemaniku di rumah sakit, lusa kembali mengantarku ke sana."


"Anton tahu jika aku di sini, aku sendiri yang mengatakannya. Dan kakakku mengerti, malah mendukungku. Dan tenang saja, Anton tidak akan berani memecatmu. Aku memiliki 35% saham RusiaDirect."


Dee membulatkan matanya mendengar ucapan Andrey, 35% saham untuk perusahaan beromzet ratusan juta ruble perbulan. Wajar jika pria disampingnya sangat santai di kantor, dia hanya perlu datang untuk memamerkan kehadirannya.


"Lagian orang yang aku sukai di kantor sedang tidak ada," lanjutnya sambil mengerucutkan bibir seksi itu.


Dee menatap sekilas wajah Andrey dengan datar.


"Oh., Jadi ada yang Mr.Arlovski sukai di kantor? Boleh aku tahu siapa orangnya?" Ujar Dee penasaran, karena sepengatahuannya dari gosip yang berkembang di kantor bahwa saat ini Andrey tidak menjalin hubungan istimewa dengan siapa pun.


Andrey menarik napas pelan lalu memandang Dee dengan lekat.


"Kamu" singkatnya dengan wajah berseri.


"Aku?" Sahut Dee kaget.


"Ya, kamu Miss Ragala. Kamu pikir selama berapa bulan ini aku mendekatimu untuk apa, hingga aku sengaja meminta langsung bawahanku untuk membuat kesalahan demi bertemu denganmu. Menungguimu kerja, menemanimu lembur, mengajakmu makan malam bersama, menolongmu saat di resort, hingga sekarang aku di sini. Aku menyukaimu sejak pertama kamu masuk di RusiaDirect, kamu sungguh berbeda Miss Ragala, wanita yang tidak bisa aku temukan di Moskow, Rusia bahkan mungkin di Eropa. Di saat para wanita di RusiaDirect berlomba untuk dekat denganku, justru kamu malah sebaliknya. Menjadi musuhku, bersikap profesional di kantor. Kamu mencuri perhatianku dengan sangat mudah" ujar Andrey panjang lebar membuat Dee seolah kekurangan oksigen di ruangan tengah apartemennya.


"Aku sudah mempunyai kekasih." ungkap Dee jujur setelah bisa menetralkan debar jantungnya. Ia wanita normal, pria setampan Andrey menyatakan perasaan pastinya akan mengalami hal yang sama.


"Aku tahu. Cincinmu telah menjelaskan dan aku tahu itu bukan cincin pertunangan atau pun pernikahan. Hanya cincin ikatan saja bukan? Antar pasangan."


Dee mengangguk sebagai jawaban, ia tidak tahu harus menjawab apalagi. Cincin ikatan dari Liam yang baru sebulan lebih melingkar di jemari manis tangan kanannya.


"Kalau aku boleh tahu, siapa dari kedua pria yang foto berbingkai di meja kantormu dan di meja nakas samping tempat tidurmu yang memberikan cincin itu"

__ADS_1


Dee tersentak kaget, ternyata bingkai foto berwarna hitam di mejanya telah menjadi perhatian Andrey sejak lama. Foto bertiga dengan Ricchi, Liam saat di puncak Bogor.


"Apa kamu bisa menebak siapa dari kedua pria tersebut yang memberikan ini ?" ujar Dee memamerkan cincin emas putihnya yang membuat Andrey tersenyum tipis.


"Menurutku yang tertawa dan yang lebih tampan. Gestur tubuhnya pun seolah memilikimu dengan rangkulan di bahu, sementara pria satunya hanya menggenggam jemarimu" Andrey mengingat dengan jelas foto Miss Ragala, ia orang yang sangat cermat. Sama halnya dengan Miss Ragala, karena hanya orang-orang yang cermatlah dan punya daya ingatan yang kuat bekerja di bidang perhitungan.


Dee tersenyum getir, mengingat foto itu. Foto yang diambil saat ia berpacaran dengan Ricchi dan Liam memposisikan dirinya tak lebih dari seorang kakak. Sungguh waktu bisa membalikkan semua keadaan.


"Seharusnya dengan tahu aku sudah mempunyai pasangan, kamu tidak mengungkapkan perasaan. Atau setidaknya tidak jatuh cinta kepadaku."


Andrey meletakkan ponselnya di atas meja, kedua tangannya bersedekap di bagian dada.


"Aku orangnya bukan seperti itu, gampang menyerah. Aku akan berusaha mendapatkan apa yang aku mau, termasuk mengutarakan perasaan. Bahkan jika kamu telah menikah pun aku akan mengungkapkan perasaan. Kita tidak tahu apa yang terjadi di depan, bisa saja sekarang kamu tidak punya perasaan apapun untukku, namun bisa jadi suatu hari kamu akan membalas perasaanku."


Ya, dulu juga begitu. Aku mencintai Ricchi kemudian sekarang bersama dengan Liam. Betul, kita tidak tahu.


...


Sebulan pun berlalu dengan cepat, cedera Dee butuh waktu 2 minggu untuk sembuh total walau hingga saat ini terkadang ia masih merasakan lemah saat melangkahkan kaki disertai nyeri yang samar di pergelangan kakinya.


Hubungan dengan Andrey tetap berjalan sama seperti sebelumnya, Dee mengatakan dengan jelas hari itu bahwa ia telah menjalin hubungan yang serius dengan salah satu pria di bingkai foto. Walau Dee tidak pernah menyebutkan siapa yang menjadi pasangannya.


Andrey dan Dee tak lebih dari sebatas teman yang saling menemani. Andrey pun tidak pernah mengungkit perasaannya lagi, tetap bersikap baik sama seperti sebelumnya. Selalu ada untuk Dee.


"Kamu harus makan malam bersamaku." ucap Andrey sambil merapikan coat panjangnya yang berwarna hitam. Moskow telah memasuki musim dingin, seperti biasa mereka akan di dera oleh suhu -7 derajat celcius.


"Dan kamu tidak mengundangku untuk makan malam?"


"Da" Dee mengangguk, sekarang ia bisa berbicara informal kepada Andrey "Mungkin lain kali, aku sedang tidak ingin menjamu seseorang. Apalagi ini akhir pekan Mr. Arlovski. Biarkan aku menikmati akhir pekan dengan bersantai."


Andrey menghela napas panjang sambil mengulum senyumannya "Baiklah jika itu yang kamu mau Miss Ragala. Seorang tamu tidak boleh memaksa tuan rumahnya bukan? Namun biarkan aku mengantarkanmu pulang." ujar Andrey membukakan pintu ruangan Dee dan menyilakan gadis idamannya untuk keluar terlebih dulu.


...


Sebuah pekikan tertahan dari bibir Dee melihat sosok jangkung di seberang jalan, pria bersyal merah dengan muka yang terlihat tegang.


"Ternyata aku salah." gumam Andrey pelan sesaat melihat Dee berlari menuju pria yang di dalam bingkai foto hanya memegang tangan gadis idamannya.


Dengan malas pria bermanik abu itu melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil, wangi vanilla sore ini absen di inderanya.


"Kak!" Pekik Dee melompat ke tubuh Liam, kedua kakinya melingkar di pinggang pria yang sangat dirindukannya. Tangan memeluk leher Liam dan kepala dijatuhkan di ceruk leher kekasihnya.


"Dawn." ucap Liam bahagia tangannya menahan tubuh Dee dalam pelukannya. Tadi dirinya sempat merasakan cemburu ketika melihat Dee keluar dari pintu kantornya dengan seorang pria yang sangat menawan.


"Kakak tidak bilang akan datang. Jantungku hampir copot melihat kakak berdiri di sini, aku pikir sedang berhalusinasi" seru Dee menurunkan tubuhnya, namun tetap berada dalam dekapan Liam.


"Aku ingin memberimu kejutan, Dawn. Dan siapa yang tahan dengan tangisan gadis setiap kali di telepon? Jadi begitu syuting telah selesai, lalu tahap editing aku serahkan saja kepada team. Aku hanya pulang ke rumah dan terbang ke sini untuk bertemu dengan kekasihku" Liam lalu mencubit gemas pipi Dee dan gadis kecilnya itu terpekik kecil lalu merona.

__ADS_1


"Dan kakak baru tiba hari ini,"


"Huum.. 3 jam yang lalu. Kakak menunggu jam pulang kantormu di coffee shop yang tadinya aku pikir barber shop. Kamu bisa membaca tulisan itu yang hurufnya kebanyakan N, P, O?"


Dee tertawa geli mendengar gerutuan Liam, betapa dia merindukan hal kecil seperti ini. Wangi maskulin manis, tubuh hangat di tengah cuaca dingin. Dan suara Liam, bahkan gerutuannya.


"Tentu saja kak, namanya aksara sirilik. Awalnya memang susah, nanti juga bisa kak" Dee terkekeh meraih jemari Liam "nginap di apartemen kan?" Lanjutnya sembari menyetop taksi.


"Ya, karena itulah aku datang,"


...


Pria jangkung itu melupakan jetlag yang menderanya dan langsung memasakkan makan malam untuk Dee. Bahkan gadis kecilnya telah menolak namun ia bersikeras, Liam melihat tubuh Dee berkurang bobot hanya dalam jangka 2 bulan.


"Kak, biar aku yang melanjutkan. Kakak pergi mandi dan beristirahat" kata Dee menghampiri Liam yang sedang menaikkan wajan ke kompor.


"Hanya nasi goreng dek, lihat badanmu mengecil begitu. Apa kamu selalu melewatkan jam makan?" Tanya Liam memandang Dee yang membungkus rambut basahnya dengan handuk. Sangat seksi di matanya "Jangan pernah memperlihatkan dirimu seperti itu pada pria lain," sambungnya cemburu.


"Aku kenapa kak?" Ujar Dee merasa tidak melakukan sebuah kesalahan.


Liam kembali memeluk sejenak Dee lalu mengecup leher jenjang berwangi vanilla itu "Milikku yang memamerkan leher dan rambut basahnya. Hanya aku yang boleh melihat itu semua." gerutu Liam kembali berdiri tegak dan meneruskan kegiatan memasaknya.


Rambut basah dan leher jenjang itulah yang membuat hati Liam berubah 3 tahun yang lalu. Saat melihat Dee dengan kondisi seperti itu dan tiba-tiba saja membuatnya merasakan gairah kepada seorang wanita untuk pertama kali dalam hidupnya.


"Bahkan sikap posesifmu membuatku semakin merindukanmu kak. Berjanjilah untuk tinggal lebih lama denganku di sini" Dee memeluk Liam dari belakang, merebahkan kepalanya di punggung panjang pria yang tak kenal lelah itu.


"Aku mencintaimu Liam Farubun," gumam Dee pelan.


Jantung Liam berdetak sungguh kencang, debarannya sesaat membuatnya lupa untuk bernapas.


Bagaimana tidak, 1.560 jam berlalu sejak Liam mengutarakan perasaan, ratusan jam panggilan suara maupun video, dan ini kali pertama Dee mengucapkan kata cinta untuknya.


Ia telah menunggu lama, termasuk 3 tahun yang telah dilewatinya.


###


Andrey



Liam dengan muka tegang 🤭



Ricchi next chapter akan muncul ✌🏻 aku kasih picnya biar kalian gak lupa 😂


__ADS_1


__ADS_2