DI ANTARA DIA

DI ANTARA DIA
Lifestyle


__ADS_3

Dee terduduk di sofa toko pakaian bayi tempatnya berbelanja, bukan karena kelelahan tetapi ada 2 pria yang mempunyai selera berbeda telah mengambil perannya. Liam dan Ricchi terlihat sibuk dengan pilihan masing-masing, jika Liam lebih menyukai hal berbau cewek banget, baju-baju yang berwarna seperti pink, baby blue, plum, merah dan orange. Ricchi sebaliknya, aktor itu lebih suka warna gelap, hitam, abu, coklat dan charcoal.


Dua trolli sebelumnya telah penuh menggunung dan berada di kasir, dua trolli sedang berada dalam masa pengisian.


"Si gadis takkan beli baju sampai berumur 3 tahun." Ucap Dee mengingatkan Ricchi dan suaminya yang ternyata keduanya adalah gila belanja.


Berhubung di bagian pakaian balita cuma mereka bertiga hingga tidak ada yang mendengarkan ucapan bernada tingginya, bahkan bukan pertama kali Dee mengingatkan kedua pria yang mencintainya tersebut.


"Jika kebanyakan nanti bisa di simpan buat adiknya si gadis." Celetuk Liam berbalik mengedutkan alisnya. Pria jangkung itu menarik senyumnya keatas.


Ricchi spontan menghentikan kegiatannya lalu berjalan ke arah Dee, pria itu berjongkok di depan lutut wanita hamil cantik yang sangat dicintainya.


"Sayang, cukup ada si gadis, aku pasti bakal cemburu jika kamu hamil lagi." Ricchi menaruh kepalanya di paha Dee, walau terkesan kekanak-kanakan namun ia jujur akan perasaannya.


"Selamat dari persalinan saja belum pasti." Gumam Dee membuat Ricchi menaikkan kepala dan Liam memegang bahu istrinya


"Wifey, kamu pasti bisa melalui ini dengan selamat. Caesar saja, tidak usah lahiran normal."


Ketiganya terdiam memikirkan hal yang sama, ketakutan menghadapi persalinan yang sebentar lagi Dee hadapi.


"Kalian berdua kok menjadi tegang begini? Sudah belanjanya ?" Dee memandang secara bergantian dua pria yang memajang wajah seriusnya.


"Aku hilang mood, bang. Biar aku yang bayar." Ricchi berdiri dan melangkahkan kaki ke arah trollinya.


"Kamu akan melewati dengan selamat, Dawn. Jangan bicara seperti itu lagi, membuat Ricchi dan aku sangat khawatir." Liam menundukkan tubuhnya dan mengecup pipi istrinya.


Dee mengulum senyum sambil meminta Liam untuk membantunya berdiri, selanjutnya wanita hamil itu berada dalam gamitan suaminya menuju tempat Ricchi berada, di depan meja kasir.


"Kak Ricchi, maafkan atas ucapanku tadi."


Ricchi tertunduk kemudian membalikkan badannya menatap Dee. Bibirnya menukik tajam ke bawah dengan mata berair. Dee pun menerima pelukan dari Ricchi yang menahan tangisannya untuk tidak pecah di depan kasir toko.


"Maaf jika saya lancang bertanya, kalau boleh tahu siapa di antara kalian ayah dari si bayi?" Tanya kasir berkulit warna gelap sambil menyunggingkan senyuman


"Kami berdua." Sahut Liam dan Ricchi bersamaan.


...


Untuk mencairkan suasana yang sedikit tidak stabil, Liam mengajak Dee dan Ricchi ke kedai gelato di Hollywood Boulevard. Mengapit Dee yang nampak begitu bahagia begitu melihat Grom Gelato yang sangat terkenal itu, dua pria sang pengawal ikut tersenyum bahagia.


"Kamu mau apa, Wifey ?"


"Stracciatella." Wajah Dee makin berseri-seri


"Aku juga sama." Sahut Ricchi tanpa ditanya, Liam hanya menyeringai dengan mata menyipit.


Ketiganya kemudian duduk di high chair berwarna coklat susu sambil menikmati gelato pilihan masing-masing.


"Selanjutnya makan di luar juga ?" Tawar Ricchi menatap ke arah Liam, pria yang terus memandangi binar bahagia istrinya.

__ADS_1


"Terserah kamulah." Sahut Liam tanpa berbalik menatap si penanya


"Sayang, kita makan di restoran jepang saja."


Dee membulatkan matanya terus menganggguk, Ricchi yang mendapatkan jawaban sesuai keinginannya pun tersenyum manis.


"Ya ampun Kak Ricchi!" Seruan dari luar jendela kaca membuat ketiga orang tersebut mengarahkan pandangan kepada suara yang berseru, rupanya segerombolan gadis muda berjumlah 6 orang dengan wajah memuja kepada sang aktor tampan.


"Hai." Ricchi sambil melambaikan tangan dengan senyum mematikannya, gadis-gadis itu pun makin berpekikan heboh


"Keluar donk kak, kita foto bareng." Teriak gadis-gadis berasal dari Indonesia tersebut


Ricchi memandang ke arah si bumil seolah meminta persetujuan, sambil tertawa geli Dee menganggukkan kepalanya.


"Bahkan kita di Hollywood pun Kak Ricchi masih kedapatan fans-fansnya yah kak?" Ucap Dee mengamati tingkah gadis-gadis yang berebutan untuk berfoto dengan Ricchi


"Itu di sini, Wifey. Kalau di Indo lebih heboh lagi. Pernah lihat?"


Dee menelengkan kepalanya.


"Ricchi mempunyai fans setia, bahkan saat kalian berpacaran namanya malah naik bukan sebaliknya. Bisa dikatakan Ricchi satu-satunya aktor di Indonesia yang tidak pernah mengalami penurunan kasta, dia terus naik dan naik. Hingga pindah ke Hollywood."


Dee melemparkan senyuman lebar kepada Liam "Terus kalau suamiku sendiri ?" tanya Dee membuat sang sutradara menyipitkan matanya, bahagia.


"Kebalikannya Ricchi, terkenal di luar baru di Indo. Ya, suamimu ini ada fans, misal mama kita. Beliau fans sejatiku, sampai fotoku yang bertanda tangan di pajang di Bandung." Kelakar Liam membuat Dee tergelak tawa, badannya ikut berguncang hingga pria bermata sipit itu tak melepaskan genggaman tangan. Suami siaga itu takut jika Dee terjengkang ke belakang.


"Kak Liam.. Kakak Dawn foto bareng yuk." Seru gadis-gadis dengan wajah tersipu, tentu saja Ricchi yang membocorkan identitas kedua orang yang duduk di dalam kedai gelato.


Dengan di bantu Liam, Dee melangkah keluar tempat gerombolan gadis remaja yang merupakan fans berat Ricchi.


"Ya ampun Kak Dawn ternyata cantik sekali aslinya !" Seru seorang gadis berkacamata yang Dee taksir berumur belasan akhir.


"Iya, apalagi sekarang sedang hamil, makin cantik. Berapa bulan kak ?" Tanya gadis berkaos pink muda yang tak sungkan memegang perut buncit Dee.


"8 bulan." Singkat Dee menjawab dengan muka merona merah


"Kak, janjian yah makan gelato bertiga ?" Si gadis berkacamata kembali bertanya


Liam memandang ke arah Ricchi untuk tidak menjawab namun berikutnya celetukan sang aktor mengubah segalanya "Kami bertiga tinggal serumah di sini."


...


Berita tentang Ricchi, Liam dan Dee tinggal bersama di Hollywood menyebar hingga ke Indonesia. Salah satu dari gadis-gadis itu ternyata merekam ucapan Ricchi dan di sharenya ke social media.


Tak butuh 24 jam, Mike manajer Ricchi mendapatkan serbuan telepon dari berbagai infotainment tanah air yang meminta klarifikasi kebenaran ucapan sang aktor.


Tak hanya para pencari berita yang heboh, ketiga orang tua mereka pun langsung menelepon begitu berita gosip tentang mereka mewarnai layar kaca dan media online. Untungnya para orang tua mereka bukan tipe yang kolot dan arogan tinggi, setelah menjelaskan dengan detil kehidupan yang dijalani ketiganya, orang tua Liam, Dee dan Ricchi pun bisa mengerti.


"Jadi gimana nih kak?" Tanya Dee menyandarkan punggungnya pada sofa yang mempunyai keempukan tingkat tinggi, tak lupa sebelumnya Liam telah menambah bantal untuk memberi kenyamanan pada daerah punggung bawah istrinya

__ADS_1


"Kita jujur saja, toh ngapain ditutupin suatu saat juga bakal ketahuan." Sahut Ricchi yang ikut menyandarkan kepalanya


Liam yang sedang memijit kaki istrinya menatap ke arah Ricchi "Ini soal kariermu di Indonesia, aku tidak hidup dari fans karena wajahku, aktingku.. tapi kamu." Ucapnya kepada pria yang terlihat acuh hingga Liam tak bisa menahan diri untuk tidak menendang kaki Ricchi walau itu pelan.


"Aku tidak peduli, sudah terlalu lama aku hidup diatur untuk tampil sempurna di muka umum. Sekarang berbeda, aku bahagia menjadi diriku sendiri. Hidup bertiga seperti ini sangat menyenangkan, kita bisa saling melengkapi."


Liam menghela napasnya panjang "Memang kamu tidak berniat untuk mencari pasangan lain ?"


Ricchi memajukan badannya dengan pupil matanya melebar "Tidak ! Aku sudah punya Dee, bang. Sebentar lagi ada si gadis. Please, jangan pernah pergi dari rumah ini." pintanya dengan wajah memelas


"Walau kemungkinan namamu akan tercoreng? Atau apalah. Kamu tahu kita sekarang digosipkan pasangan threesome." sergah Liam


"Abang peduli ? Dee.. sayang, apa kamu peduli dengan berita gosip di tanah air? Aku tidak ! karierku di Hollywood. Di negara yang bebas, apa yang kita jalani hanya sebuah lifestyle di sini." Terang Ricchi dengan segala keteguhan hati mempertahankan Dee dan Liam yang sebenarnya ingin mundur demi nama baik sang aktor.


Ricchi menarik napas panjang sebelum menguatkan penjelasannya.


"Kita sudah hidup bersama lebih dari sebulan dan apa yang aku rasakan sangat berbanding jauh dari sebelumnya. Sekarang, aku merasakan ketenangan, kebahagiaan, kekeluargaan dan cinta. Kalian merasakan hal yang sama atau aku saja ?"


Ricchi melihat anggukan kepala Liam dan Dee membuatnya tersenyum semringah.


"Kamu sangat keras kepala Ricchi tapi itu juga yang membuatmu bertahan di dunia ini. Jadi betul kamu tidak akan mencoba berpacaran?" Tanya Liam


"Dengan Dee ?" Tanya Ricchi tergelak tawa "Jadi boleh nih istrimu aku bawa pacaran bang, mau kan sayang ?" Lanjut sang aktor menggengam jemari Dee


Liam mendengus kasar sambil berusaha kembali menendang kaki Ricchi yang ditariknya naik ke atas sofa


"Dengan wanita lain, bodoh! Bukan dengan Belviyah Dawn Farubun." Umpat Liam yang gemas dengan tingkah kekanakan Ricchi, pria tampan yang terbahak tawa


"Belviyah Dawn Maheswara maksud abang?" Ricchi terus mencandai pria bermata sipit itu hingga tak berkutik


"Terserah kamulah." Liam meneruskan pijitan pada kaki istrinya


"Kalian itu umurnya berapa sih, seperti kucing dan tikus." Dee menoleh ke arah Ricchi lalu ke Liam yang menahan tawa.


"Tapi jujur... Aku sudah tidak punya keinginan untuk dekat dengan wanita lain. Karena aku sudah pernah mencobanya, namun tak berhasil. Hatiku terlalu kuat menanam sosok seorang Dee, di pikiranku hanya ada kamu." Ucap Ricchi lembut mengungkapkan perasaannya sambil menatap penuh cinta kepada wanita di sebelahnya


Liam mendecih mendengar rayuan Ricchi yang membuat istrinya tersenyum "Sepertinya cuma kamu yang berani menggombal istri seseorang di depan suaminya." Sindir Liam melemparkan bantal sofa ke badan Ricchi


###


sini kakak temani shopping, dibayarin terus dikasih senyuman pula.. pasti pada mau 🀭



abang tunggu di rumah saja πŸ˜„ tetap cool β™₯️



author mau nanya... menurut kalian gimana tentang mereka ini ? apakah bisa dimaklumi ? 🀘🏻tapi ini hanya novel 😁

__ADS_1


__ADS_2