
Hai cantik, malam ini kamu terakhir solo. Besok kamu sudah jadi ISTRI SAH-ku, sebagai Nyonya Liam Faburun.
Tidak berniat melarikan diri kan, Dawn ?
Dee tertawa membaca pesan kekasihnya yang notabene berada di depan kamarnya, Hotel Shangri La. Hotel berbintang 5, tempat mereka akan menikah besok. Sebulan berselang Liam dan Dee menghelat pesta pertunangan dan keduanya sepakat akan langsung menggelar pesta pernikahan. Andai Dee tidak menginginkan sebuah pesta yang mewah, tentu saja sehari setelah mereka bertunangan Liam telah menikahi kekasih cantiknya itu.
Dee
Kakak mungkin yang mau melarikan diri ? Seumur hidup akan bersama aku loh, tidak menyesal ?
Liam
Satu-satunya tempat yang aku ingin datangi sekarang adalah kamarmu, Dawn ! Ya aku menyesal, menyesal tidak melakukan ini sejak dulu. Aku mencintaimu Dawn.
Dee
Aku mencintaimu suami !
Liam
Hahaha. Kamu membuatku sangat bahagia Dawn, sekarang aku tidak bisa tidur. Bisakah kita bertemu di depan kamar. Please dek ? Satu pelukan.
Dee beringsut dari tempat tidur dengan cepat, tak mempedulikan tampilannya, ia pun bergegas menuju pintu kamar. Liam sudah melihat semua bagian terburuk dari dirinya dan pria itu tetap mencintainya, pikir Dee sambil membuka pintu.
"Halo gadis cantik, pacarmu kemana ? Keluar malam-malam berpakaian seperti ini nanti ada yang menculikmu. Kamu mau aku culik ?" Goda Liam sesaat Dee keluar dari kamarnya, ternyata pria jangkung itu terlebih telah menunggu
"Culik saja." Dee tertawa kecil langsung masuk ke dalam pelukan Liam "Kamu lebih tampan dari kekasihku, lebih menggoda. Apa kamu bisa mencintaiku lebih daripada dia ?" Lanjutnya berjinjit menyatukan bibir mereka, ringan
"Oh tentu saja, tapi kamu harus tidur denganku malam ini."
Tatapan kedua pun saling mengunci.
"Sayang sekali Mr penggoda, besok aku akan menikah dengan pacarku. Aku tidak bisa tidur denganmu karena kamu pasti akan menggangguku. Mataku akan bengkak kurang tidur."
Liam mengalunkan kedua tangannya pada leher kekasihnya
"Aku akan mendempul bawah matamu sayang, tidak akan kentara. Tanpa makeup kamu adalah wanita tercantik di hidupku, tapi pasti besok aku akan membuatmu wanita tercantik di pesta"
Dee tertawa kecil melihat ekspresi Liam beserta penuturannya.
"Teruslah menggombalku kak, tapi aku takkan goyah untuk tidur bersamamu malam ini."
Liam menarik bibirnya ke dalam bersandiwara seolah kesedihan menghampirinya. Perlahan pria jangkung itu melepaskan pelukan, merogoh saku celana tidurnya. Sepasang earpods wireless berwarna putih kemudian dipasangkan Liam ke telinganya dan telinga Dee.
"Last dance as single." Ucap Liam mengusap layar ponsel, membuka aplikasi lagu. Perlahan suara Celine Dion pun mulai terdengar di telinga.
...
You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
__ADS_1
You gave me faith 'cause you believed
I'm everything I am
Because you loved me
Liam dan Dee ber- slow dance di selasar hotel, tentu saja sang pria lebih berperan aktif mengarahkan setiap langkah mereka.
Ketika lagu berpindah ke lagu Celine Dion "Beauty and The Beast" Dee tidak bisa menahan air matanya, jatuh meluruh begitu saja.
"Kenapa menangis kekasih hati ?" Liam menangkup wajah Dee sekaligus menyeka air matanya.
Bola mata indah itu pun menarikan cinta kepada Liam seorang
"Karena aku bahagia kak, sangat bahagia. Saat ini aku merasa wanita paling beruntung sedunia. Bertemu denganmu lagi, membuka hati, mencinta lebih dalam. Dan berapa jam ke depan kita akan seterusnya bersama, seperti yang Kak Liam katakan sebelumnya. Menikah dan takkan terpisahkan lagi."
"Pasti Dawn, takkan terpisah. Jadi berhentilah menangis dek, tidak ada yang perlu ditangisi, karena kita akan hidup penuh bahagia." Kembali Liam menyeka air mata kekasihnya hingga tak berjejak.
"Sepertinya betul aku akan mendempulmu besok." Pria bermata sipit itu pun tergelak tawa melihat mata bengkak Dee.
...
Malam pesta pernikahan yang super mewah, dimana sebelumnya saat tengah hari mereka telah mensahkan hubungan suami istri dalam prosesi sederhana dan khidmat, hanya dihadiri oleh para kerabat terdekat.
Kembali ke wedding party Liam dan Dee di mana tamu undangan yang berdatangan bukan hanya dari teman, keluarga hingga selebriti tanah air melainkan banyak dari luar negeri. Mulai dari teman sejawat Liam yang bergelut di bidang film, hingga para model manca negara.
Liam sebenarnya tidak pernah berpikir akan mengundang teman-temannya dari luar negeri namun ketika ia mengunggah foto Dee yang berkebaya merah itu, berbuntut semua rekannya mengirimkan pesan meminta info detail hari pernikahannya. Dan di luar perkiraan, nyatanya mereka benar-benar datang dan menghadiri pesta pernikahan Liam, meluangkan waktu ke Indonesia di tengah jadwal padatnya.
"Teman-temanmu tampan dan tinggi, kak." Bisik Dee ke telinga suami tampannya yang mengenakan suit hitam kemeja putih, dasi kupu-kupu berwarna hitam pula, senada dengan sepatu kulit yang mengkilat.
"Tentu saja, mereka model sayang. Tidak menyesal hanya mendapatkan kakak, bukan salah satu dari mereka ?" Canda Liam menatap wajah istri cantik yang didandaninya seperti putri dari kerajaan tersembunyi. Ya, Liam lah yang menjadi MUA Dee, sejak pesta pertunangan hingga mereka menikah. Bagi Dee, hanya Liam yang paling paham struktur wajahnya, paling mengerti dandanan yang sempurna untuk hari istimewa mereka.
...
Langkah Ricchi sontak terhenti setelah melewati bagian penerima tamu, matanya nanar melihat wajah Dee, si mempelai wanita yang meluluhlantakkan hatinya. Sangat cantik, sempurna tersenyum dengan indahnya. Rahang Ricchi mengeras, menahan pilu hati yang mengalir cepat ke pelupuk matanya.
"Aku tidak bisa !" Ucap Ricchi membalikkan badannya. Gadis yang berada di gamitan tangannya memandang penuh keheranan.
Sialan ! Rutuk Elvira dalam hati, tak ada yang bisa dilakukannya selain mengikuti langkah lebar Ricchi yang tergesa meninggalkan hotel tempat pesta pernikahan Liam dan sang mantan Ricchi.
Bagaimana tidak Elvira jengkel dengan sikap Ricchi. Selama seminggu ia telah mempersiapkan mulai dari gaun yang akan dipakainya sekarang hingga dandanannya. Elvira pun meminta periasnya untuk mencari tahu merk lipstik yang dipakai wanita itu saat pesta pertunangan. Merah menyala, sama seperti warna bibirnya sekarang. Elvira pikir wanita itu akan memakai warna lipstik yang sama namun betapa kagetnya ia melihat dandanan simpel namun elegan dari sang mempelai wanita.
Sial ! Umpat Elvira yang terlepas dari lengan Ricchi, ia pun lalu mengejar langkah tunangannya.
"Aku antar ke rumahmu. Papamu ada kan di rumah ?" Ucap Ricchi dingin, kedua tangannya mencengkeram kemudi mobil seolah akan meremukkannya.
"Kenapa harus ke rumah orang tuaku ?" Tanya Elvira kaget, wajahnya sedikit pias walau bibirnya merah merona seperti buah tomat.
Ricchi menoleh memandangi wajah Elvira lekat, sungguh berbeda dengan Dee batinnya. Kenapa dulu ia bisa membuka tangan untuk wanita yang sangat jauh dari Dee. Sedikit pun tidak ada yang bisa disandingkan Elvira dengan Dee. Bahkan dalam keadaan marah Dee akan mengerjap dengan indah, apalagi ketika berada dalam pelukannya.
"Aku akan membatalkan pertunangan kita ." Ricchi mengucap dengan suara datarnya, wajah pun berekspresi sama.
Plak ! Elvira menampar pipi kiri Ricchi
Plak ! Lagi tamparan di pipi kanan aktor itu
__ADS_1
Ricchi tak bergeming bahkan tak meringis walau kedua pipinya memerah karena tamparan tenaga maksimal dari Elvira.
"Baby, maafkan aku ." Pekik Elvira histeris, air matanya telah merusak makeup 3 jamnya. Kedua tangannya ingin memeluk Ricchi namun spontan pria tampan itu menahan tubuh Elvira.
"Aku tidak pernah mencintaimu Elvira. Maaf, harusnya tidak menggiringmu hingga sejauh ini. Aku hanya mencintai satu wanita, dan wanita itu ada di dalam sedang bersanding di pelaminan."
"BRENGSEK ! KAMU BRENGSEK RICCHI !" teriak Elvira tak terkendali lagi, tangan kembali ingin memukul dada pria bersuit warna dark brown namun Ricchi menahannya.
"Jadi ini dirimu yang sebenarnya ? Betapa susahnya kamu selama ini menyembunyikan dirimu yang asli di depanku. Harusnya sejak awal aku tidak menerimamu Elvira, saat pertama kita dekat. Aku tahu kamu masih tidur dengan laki-laki lain sementara kamu mendekatiku. Tapi aku memberimu kesempatan, karena aku pikir diriku juga tidak sesuci seorang biarawan."
Elvira yang meledak-ledak emosinya sekarang seolah disiram oleh air bah. Tubuhnya mendadak menggigil, ketakutan dan menangis.
"Melihat dirimu yang sekarang makin membuatku yakin bahwa kamu bukanlah wanita yang kelak menjadi ibu anakku. Aku tidak bisa membayangkan punya istri dengan emosi meledak sepertimu. Anakku bisa saja mati di tanganmu. Oke kamu boleh marah dengan kejujuranku, tapi mengingat betapa hebatnya sandiwaramu selama kita bersama yang selalu memamerkan kelembutan sifatmu. Sungguh berbanding terbalik dengan kamu yang sekarang."
Elvira menggemertakkan giginya dengan mata berapi-api memandang Ricchi.
"Benar Brengsek ! Ini aku yang sebenarnya ! Dasar laki-laki sialan ! Memangnya apa yang kamu harap dari wanita itu ? Dia sudah menikah ! Kenapa kamu malah memutuskan pertunangan, bukannya menarikku untuk lebih cepat ke pelaminan. Membalas pernikahan wanita itu, memamerkannya bahwa kamu sudah move on !! ****** ! "
Ricchi tertawa geli mendengar semburan kata-kata dari iblis wanita bernama Elvira, mantan tunangannya.
"Menurutmu aku mau menikah dengan wanita sepertimu ?! Aku berdoa semoga kamu mendapatkan penghargaan aktris terbaik, sandiwaramu bahkan bisa menipu aktor terbaik negara ini. Ternyata tampilan luar yang di puja banyak orang, mempunyai hati yang hitam, mulut seperti ini." Ricchi berdecak kemudian mencibir Elvira. Wanita yang tidak lagi mempunyai nilai di matanya.
"Hahaha " Elvira tertawa melengking memenuhi mobil Ricchi "apa yang kamu lihat dari wanita itu, dia bukan siapa-siapa. Bandingkan dengan seorang Elvira ! Mempunyai fans se Indonesia ! Aku lebih cantik !"
"Tunggu dulu ! Jangan lanjutkan ucapanmu itu ! Perlukah aku mengirimkan cermin besar sebagai kado perpisahan kita ? Tidakkah bisa kamu melihat dengan jelas, perbandingan wajahmu dengan wajah Dee ?"
Ricchi mendorong paksa tubuh Elvira bersandar pada jok mobil.
"Tolong diamlah ! Suaramu, perkataanmu, tingkah lakumu, wajahmu, semuanya membuatku semakin muak Elvira ! Apapun yang kamu lakukan sekarang, tidak akan mengubah keputusanku. Kita bukan siapa-siapa lagi. Jadi tenangkan dirimu sampai ini selesai di depan orang tuamu." Ancam Ricchi melepaskan tangannya dengan kasar.
...
Dee berjalan mundur setelah melihat Liam menaruh tanda "do not disturb" pada handle pintu kamar hotel mereka.
Seringaian nakal di bibir Liam saat mendekati wanita yang masih lengkap dengan gaun pengantinnya sama halnya dengan dirinya yang masih menggunakan suit.
"Kak, bukankah kita akan. " Suara Dee tercekat di tenggorokan melihat wajah Liam yang seolah akan memangsanya
"Tidak Nyonya Farubun, malam ini kita akan berbulan madu, menurutmu kenapa kita baru akan terbang besok malam ke luar negeri jika bukan mengisi sisa waktu itu untuk bercinta ? Hmm?. Aku telah menunggu dan menahan diri selama 3 tahun 6 bulan untuk malam ini Dawn."
Liam menarik tubuh istrinya dalam pelukan, wanita cantik itu tak mengeluarkan protes lagi kecuali memandangnya dengan wajah berbinar bahagia.
"Aku mencintaimu Dawn, istriku. Hei, wanita ini sudah jadi milikku." Liam berdecak sembari menelengkan kepalanya tidak percaya.
"Kamu bahagia, kak ?" Ujar Dee mengalunkan kedua tangannya pada pinggang suaminya.
"Pastinya Nyonya Farubun. Aku pria paling berbahagia hari ini dek. Dari telapak kaki hingga ubun-ubun." Liam tertawa lepas lalu menciumi wajah Dee.
"By the way Dawn... Kamu ingin anak laki-laki atau anak perempuan ?"
###
lagu yang diputar Liam bisa kalian buka di youtube "Celine Dion Medley with Brian McKnight"
Dia single sekarang gaes 👇🏻
__ADS_1
yang lagi honeymoon