
Seutas senyum merekah di bibir Dee memandangi tubuh polos terbalut selimut memamerkan lengan dan kaki panjangnya. Wajah Liam terlihat sangat tenang dalam tidurnya, walau jauh sebelum mereka menikah Dee telah sering melihat wajah yang terlelap itu. Namun sejak menikah tidak ada batasan lagi di antara mereka, Dee bisa menyentuh Liam di bagian mana pun, melihat tubuh masing-masing tanpa ada rasa segan.
Pria jangkung yang mempunyai masa lalu kelam yang takkan Dee ungkit sepanjang hidupnya adalah pria yang sangat lembut memperlakukan saat malam pertama, bahkan Liam sempat menangis seusai mereka bercinta. Entah apa yang bergejolak dalam hati suaminya saat itu, namun Liam tersedu dalam pelukan Dee yang tak henti mengucapkan kata "aku mencintaimu Dawn".
Liam Iben Farubun raja perfilman Indonesia menunjukkan sisi lemahnya kepada Dee, yaitu cinta.
"Kak... " Ucap Dee lembut mengecup pipi Liam "apakah kamu akan membiarkanku kelaparan ?"
Liam dengan mata tertutup menarik senyuman simpul di bibirnya, tangan langsingnya menarik tubuh Dee bergabung ke tempat tidur.
"Kamu lapar wifey? Kenapa tidak pesan room service saja." Liam mendekap wanita tercintanya sambil mencium wangi rambut Dee, nampak istrinya telah mandi
"Masa aku makannya sendiri kak."
"Kamu bisa bangunkan aku Dawn."
"Memangnya sekarang ini apa?"
Liam tertawa ringan "kamu membuat hidupku berwarna, wifey. Cium sekali dan aku akan mandi. Terus kita keluar makan."
Chu !
Dee mengecup singkat Liam kemudian menarik tangan pria yang sangat malas untuk beranjak dari tempat tidur. Sebenarnya Liam merasakan perutnya yang bergejolak minta diisi, namun dia belum puas bercumbu dengan wanita yang baru dinikahinya 4 hari lalu. Dengan Dee dia mengenal kepuasan baru sekaligus indah dalam penyatuan raga, bercinta bukan hanya hasrat namun melebihi itu.
...
Sembari menunggu Liam mandi, Dee berjalan menuju balkon kamar hotel tempat mereka menginap, pemandangan kota yang terpampang membuatnya tak henti berdecak kagum. Liam sengaja memesan kamar yang bisa menyajikan view indah satu kota Toronto, kota kelahirannya yang terkenal dengan CN Tower menjulang tinggi.
Oh yah, Dee yang semula ingin berbulan madu ke Spanyol merubah rencana setelah pesta pertunangan mereka.
Adalah Canada negara yang dipilih Dee untuk berbulan madu, alasannya adalah ia ingin melihat kota kelahiran suaminya. Sejak tiba tadi siang di Toronto, Dee sudah terkagum-kagum melihat penataan bangunan-bangunan dan sistem transportasi kota itu yang sangat rapi. Kota metropolis namun jauh dari kemacetan seperti yang terjadi setiap hari di Jakarta.
"Wifey, ayo... Katanya tadi lapar." Wangi maskulin manis menggoda indera Dee dan spontan saja membuatnya menoleh melihat pria jangkung miliknya telah rapi dengan kemeja bermotif floral, sungguh tampan sekaligus misterius.
"Aku tidak habis pikir, kenapa kakak menukar Toronto dengan Jakarta yang macet."
Dee bergerak menuju tempat Liam berdiri lalu memasukkan lengannya pada lengan pria itu.
"Kakak tidak akan pernah bertemu dengan istriku jika terus menetap di kota ini. Saat menjadi model, berbagai kota telah aku jelajahi Dawn. Kota-kota seperti Paris, Milan, New York, tertata dengan indahnya namun Indonesia terlebih Jakarta, Bali dan kota lainnya entah mengapa terasa lebih hidup di hati. Orang-orangnya, suasananya, kemacetannya yang melatih kesabaran, makanannya dan wanita ini. Pindah ke perumahan itu adalah hal terbaik yang aku lakukan sepanjang umurku, Dawn. You know sayang ?" Liam menaik turunkan alisnya sambil mengulum senyuman.
Dee tertawa kecil melihat suaminya yang kemudian mengerling nakal.
"Ini masih summer, wifey. Coba deh bertahan pas winter di sini, kurang lebih sama dengan Moskow tercintamu itu. Badai salju terjadi kapan saja. Kamu tahu kan kakak tidak suka dengan cuaca ekstrem seperti itu. I love sunrise and Dawn." Seru Liam menuntun kekasihnya memasuki lift yang membawa mereka ke lantai dasar.
"Aku mencintaimu juga, Kak Liam." Ucap Dee pelan. Di dalam lift yang hanya terisi oleh mereka, membuat Liam menggunakan kesempatan tersebut dengan mencium bibir istrinya.
__ADS_1
"Lipen brand ini sudah terbukti kiss proof, wifey.. bahkan deep kiss pun tetap bertahan." Ucap Liam menyapukan ibu jarinya di bibir Dee "kita harus membeli semua warnanya." Sambungnya dengan mata yang berbinar bahagia
Dee hanya menelengkan kepalanya kemudian menarik napas ringan. Hidup bersama dengan Liam membuatnya tidak lagi memusingkan tentang perawatan beserta makeup karena suaminya lebih siaga akan hal itu.
...
Liam membawa Dee ke restoran grill and barbeque yang kata suaminya paling terkenal seantero Toronto. Liam pula memilihkan meja, yang kembali mereka disuguhi pemandangan lampu berkelip dan CN Tower yang perkasa.
"Besok harus membawaku ke sekolah Kak Liam. Sayangnya Papa, Mama dan Kak Milla masih di Indonesia." Dee memandangi Liam sedang memotongkan beef panggang miliknya, dulu pria itu yang selalu ingin dimanja saat makan. Setelah menikah Liam lebih banyak memanjakannya.
"Kita masih lama di Kanada, wifey. 2 minggu papa mama juga sudah kembali. Tanpa mereka pun kita bisa menginap di rumah."
Mata Dee membulat penuh mendengar penuturan suaminya
"Mau tidur di rumah ?" Lanjut Liam menangkap wajah berseri wanitanya.
Dee mengangguk keras hingga rambutnya terjatuh dari kepitan di telinga
"Aku ingin tidur di kamar Kak Liam, mau lihat foto-foto kecil suamiku."
Mendadak Liam menaruh garpu dan pisaunya.
"Ulangi kata terakhirnya, Dawn." Pinta Liam mengerjapkan mata sipit nyaris tanpa lipatan itu.
"Suamiku ?"
"Iya.. sekali lagi."
Liam mengembangkan senyum yang mungkin mencapai telinganya, jantungnya terus berdegup kencang bahkan mereka telah menikah tidak berkurang sedikit pun debaran di dada setiap melihat wajah dan memeluk tubuh kekasihnya.
Liam kemudian memanggil waiters untuk mengambil foto mereka, pria tampan berkemeja warna terakota itu menaikkan jari telunjuk dan jari tengahnya memberi kode agar Dee mendekat dan tentu saja wanitanya setengah berdiri mencondongkan kepala ke depan tanpa menyiakan kesempatan Liam menyentuhkan bibir mereka.
...
And tell me how not to be jealous, baby
When I see you dancing in his arms
Ooh ooh, I wish I knew that loving you
Would break my heart, my heart, my heart
Christopher - My Heart
Ricchi meremas kepalanya dengan gusar setelah melihat unggahan terbaru Liam, foto abang yang mencium Dee di restoran. Hatinya sesak dengan kemesraan Liam dan Dee yang seolah dipamerkan kepadanya.
Kenapa ia bisa berpikir seperti itu karena sebelumnya Liam bukan tipikal show off ke khalayak umum tentang kehidupan pribadinya, berbanding terbalik sejak dekat dengan Dee, tunangan kemudian menikah, isi feed sosial media Liam dipenuhi foto wanita yang sangat dicintai Ricchi. Sementara Dee baru mengunggah 1 foto pernikahan mengenakan wedding dress itu pun tanpa ada Liam, entah wanita itu menjaga perasaannya ataukah Dee bukan pemakai sosial media yang aktif.
Jika mau bertanding besaran cinta kepada Dee, tentu saja Ricchi bisa menyamai perasaan Liam. Hanya saja hal terbodoh yang dilakukannya terjerat jaring cinta seorang Elvira. Andai ia tetap bertahan dengan kesendirian seperti halnya Liam, pasti Dee akan memilihnya ! 100% Ricchi yakin akan itu.
__ADS_1
Jadi yang bersalah di sini adalah Elvira yang sama gilanya dengan orang tua wanita itu yang selama ini Ricchi hormati. Kenyataannya kedua orang tua Elvira tak lebih parasit yang menempel kepadanya. Bayangkan bagaimana Ricchi tidak mengatakan itu -ketika mengutarakan keinginan membatalkan pertunangan dimana ayah dari Elvira menolak mentah-mentah namun berakhir pria paruh baya itu meminta harta gono-gini padahal pembagian harta hanya berlaku pada pasangan suami istri sah yang hendak bercerai. Alasan ayah Elvira meminta harta gono gini karena Ricchi telah serumah dengan Elvira. Telah hidup bersama layaknya suami istri.
Sungguh tak masuk akal, jika mengingat awal mula seatap dengan Elvira yang tak lain wanita itu datang dengan membawa mobilnya berisi pakaian berkoper-koper ke rumah baru Ricchi. Tanpa ada pembicaraan sebelumnya !
Mengetahui Elvira tinggal bersama dengannya, membuat orang tua Ricchi mendesak untuk melamar wanita ular itu. Ricchi tidak melamar seperti di film-film romantis berlutut dan menyodorkan sebuah cincin berlian melainkan orang tuanyalah yang mengatur acara lamaran langsung ke rumah Elvira.
Kembali ke harta gono gini, Ricchi pun memberikan rumahnya yang senilai 35 milyar, tak dihitung dengan isi perabotannya kepada Elvira. Ricchi hanya mengepak pakaian beserta mobilnya kembali ke apartemen. Ricchi tidak kembali ke rumah orang tuanya, karena pasti papa dan mamanya akan mencecar dengan keputusannya itu.
Sehari setelah itu, Ricchi kembali terbang ke Los Angeles. Syukur selama kepindahannya ke city of dreams, Elvira tak pernah sekali pun diajaknya. Setidaknya Ricchi tidak mempunyai kenangan tentang wanita itu di kota ini, terlebih di kediaman barunya.
"Hai ganteng, minum bersamaku yah" sapa seorang wanita berambut pirang, cantik, dan sangat sensual dengan dress berbelahan rendah memamerkan 36C miliknya. Setelah syuting harusnya Ricchi kembali ke rumah, malah ia berakhir menghabiskan malam di bar langganannya.
"Maaf, malam ini saya hanya ingin sendiri." Jawab Ricchi dengan halus memandang wajah wanita yang seolah kecewa berat dengan penolakannya
Tidak ! Sejak bertemu lagi hingga ke Moskow, tinggal bersama Dee selama seminggu, Ricchi tidak mempunyai minat sama sekali kepada wanita lain. Ya, harusnya sejak dulu ia menolak. Sial Elvira ! Sialan akan lemahnya iman, atau mungkin cintanya yang kalah besar dengan Liam !
"Lagi " ucap Ricchi menyodorkan gelas kosongnya kepada Benjamin. Bartender yang sudah menjadi salah satu temannya di kota ini.
"Kamu sudah mabuk Ricchi, aku harus menelepon managermu, Mike to pick you ."
"Please Ben, hatiku hancur ! Dan hanya dengan gelas terisi bisa bertahan melalui malam ini. Tolong 1 lagi ." ucap Ricchi dengan separuh kesadaran
Benjamin tak kuasa menolak, ia pun mengambil gelas Ricchi dan mengisinya dengan martini straight up. Sang aktor tampan itu hanya memainkan gelasnya sesaat kemudian menenggaknya habis dalam hitungan sepersekian detik.
"Mike, aktormu colaps lagi. Kamu datanglah ke bar." Ucap Benjamin pada ponsel pintarnya, sedikit haru menyelimuti melihat pria tampan yang sekarang sedang telungkup di meja bar tak sadarkan diri.
...
Liam menaruh ponselnya di saku celana, ia baru saja membaca berita perpisahan Ricchi dengan Elvira yang sudah 2 hari terakhir viral di Indonesia. Hanya aktris itu yang tampil memberikan statement sepihak, tanpa menjelekkan Ricchi. Elvira mengatakan mereka memutuskan pertunangan karena Ricchi lebih memilih memfokuskan kariernya di Hollywood dan tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh sementara dia sendiri juga disibukkan dengan padatnya jadwal di Indonesia.
Entah apa yang membuat Elvira mengeluarkan penjelasan bijak seperti itu, yang setahu Liam wanita yang pernah bekerja sama dengannya itu sangat jauh dari tipe wanita sabar. Liam sangat yakin jika Ricchilah yang memutuskan pertunangan mereka, pria yang tak hadir di pesta pernikahan sepertinya telah menghilangkan ikatan yang membelenggu untuk mengejar Dee. Liam tahu kepribadian Ricchi, pria itu jika menginginkan sesuatu tak mengenal kata menyerah.
"Kak, ayo." Ucap Dee membuyarkan lamunan Liam, istrinya telah siap dengan koper mereka. Hanya 2 malam menginap di hotel itu, lebih pendek dari 5 hari yang direncanakan sebelumnya. Dee lah yang menginginkan bulan madu lanjutan di kediaman Farubun. Istrinya yang mempunyai pola pikir berbeda, dimana pada umumnya kaum wanita akan memilih menghabiskan masa bulan madu di hotel ketimbang di rumah.
"Wifey." Liam berdiri dan langsung mendekap tubuh indah istrinya yang terbalut kemeja putih, jeans denim, boot beledu berwarna coklat.
"Kita akan terus bersama, sampai kapan pun." Gumam lirih Liam
Dee terkikik ringan dan mendongak menatap wajah suaminya dengan seksama "tentu saja Mr. Farubun, aku istrimu. Seumur hidup aku akan terus di sampingmu kak."
Liam menyapu bibir Dee, memagutnya sekilas kemudian mengunci manik mata istrinya.
"Aku sangat mencintaimu Dawn." Kembali si pria jangkung menundukkan kepala mengecup lama puncak kepala istrinya. Wanita cantik yang bisa saja pergi dari dekapannya, hanya karena seorang pria terkenal akan kegigihan bermain di belakang.
###
__ADS_1
Bocoran, Ricchi takkan bisa move on dari Dee, tidak ada wanita lain itu kenapa novelnya berjudul "di antara dia"
selamat datang drama 💕