DI ANTARA DIA

DI ANTARA DIA
Don't Turn Back


__ADS_3

Setelah saling berteriakan dari balik pintu, Shadow dan Richard sepakat untuk berbicara secara baik-baik. Coffee shop yang berada di bangunan sebelah apartemen menjadi pilihan Shadow untuk misi damai mereka, ia sangat menghindari berada


dalam 1 ruangan tertutup berdua dengan sahabatnya.


Shadow tentu saja tidak mau perbuatan Richard memamfaatkan kesempatan dalam kesempitan terulang kembali, terlebih mereka telah mempunyai seseorang. 24 jam berselang Shadow berciuman dengan Alexandre, belum ada kata cinta kepada aktor itu. Berbagai pikiran berkecamuk di kepala Shadow.


Bisa dikatakan mereka menjalani hubungan tanpa status.


“So, selamat atas hubunganmu dengan Sunshine.” Ucap Shadow memulai percakapan canggung mereka.


Richard mengedikkan bahu dengan malas dan mata menatap tajam ke arahnya “Dan kamu dengan aktor itu.”


Shadow ingin membalas namun ia memilih menyesap cappucinonya.


“Shadow, aku ingin bertanya.”


“Hm.” Si gadis berambut ikal melebarkan manik mata


Richard menarik napas ringan dengan tatapan tak berpindah sedikit pun dari wajah gadis cantik di depannya


“Sebenarnya apa yang terjadi di antara kita. Kau seolah semakin menjauh. Sebelumnya kita sangat dekat, baby.”


“Tolong jangan panggil aku dengan ucapan itu, Rich.” Sahut Shadow menggeleng lemah


Richard menyugar surai coklatnya dengan gusar “Apa karena aktor itu hingga kau menjaga jarak denganku ?  Semasa kuliah kau tidak mempermasalahkan panggilan itu.”


“Lebih baik kau memanggilku dengan sebutan satunya ketimbang yang baru saja keluar dari bibirmu.” Sahut Shadow sedikit kesal. Ia semakin


sadar jika pria tidak mempunyai perasaan. logika mereka saja yang tinggi namun sisi lainnya tidak berfungsi sama sekali. Yaitu perasaan.


Richard menautkan alis “Sebutan yang mana ?”


“Bodoh. Kau suka memanggilku bodoh.” Sahutnya pelan hampir tidak terdengar


Pria pemilik rahang sama dengan aktor Brad Pitt mengulurkan tangan ke depan Shadow, namun tidak ditanggapi oleh gadis yang malah membuang muka ke arah jalanan


“Aku memanggilmu bodoh karena bercanda, Shadow. Kau sangat pintar, kita semua tahu itu.”


“Hm.”


Richard melipat bibir sambil menggelengkan kepala atas dehaman malas Shadow “Tolong bicaralah, berikan aku penjelasan tentang sikapmu


yang berubah sangat drastis kepadaku, Shadow.”


Shadow mengembuskan napas dalam lalu ia menatap manik coklat Richard “Baiklah. Aku pun sudah bosan bahkan sudah muak dengan masalah ini di kepalaku. Aku butuh konsentrasi untuk pekerjaanku.”


“Apa aku menyakitimu ?” ucap Richard dengan mata sendu


“Menyakiti mungkin tidak. Kesal lebih pastinya.” Shadow melunak melihat raut wajah temannya


“Maafkan aku, Shadow.” Sesal Richard


Shadow kembali meneguk isi gelasnya “Kau menciumku, Rich. Merenggut ciuman pertamaku dan berkali setelah itu melakukan hal yang sama. Tapi kita tetap berteman hingga sekarang. Kau membuatku bingung dengan perbuatanmu, seolah aku wanita murahan yang seenak hati di cium dan ditinggalkan. Aku sangat tidak menyukai, Rich.”


Pria menangkup wajah sambil menggelengkan lemah kepalanya “Oh tidak, baby. Aku menyukaimu Shadow, sejak awal. Sekali pun aku tidak pernah menganggapmu murahan. Kau adalah wanita mempunyai kelas yang sangat tinggi.”


“Richard ! Tolong berhenti.” Sergah Shadow dengan cepat


“Kenapa ? bukannya kita akan berbicara dengan baik-baik.”


Sedikit amarah terpampang di wajah Shadow “Kau bukan hanya temanku, melainkan pacar adikku.”


Pria di depan Shadow memijit keningnya seolah sakit kepala baru saja menderanya “Maafkan aku. Tapi aku ingin menanyakan ini kepadamu,


baby. Apa kau pernah mempunyai perasaaan yang sama. Aku menyukaimu tapi kau sangat datar kepadaku selama 4 tahun kita berkuliah.”


“Apa hatimu terbuat dari tembok Cina ? Tapi apakah itu penting bagimu untuk tahu ? Sekarang kau tak lebih pacar adikku. Kita tidak usah mengungkit masa lalu.”


Secercah senyum terbit di sudut bibir Richard “Kita mempunyai perasaan yang sama. Kau pun menyukaiku, baby.”


“Tolong berhenti, Rich. Kau melukaiku dengan ucapanmu itu.”


“Aku akan memutuskan Sunshine.”


Tubuh Shadow terkesiap kaget seperti ia baru saja dikejutkan oleh tegangan listrik tekanan rendah “Jangan pernah melakukan itu, Rich.” Ucapnya

__ADS_1


menggelengkan kepala dengan kuat


“Aku menunggu lama, Shadow.”


“Tidak. Aku tidak akan menerima perasaanmu.”


“Karena aktor itu ?”


“Karena Sunshine, bodoh ! Kau ingin melukai adikku.”


“Perasaanku kepada Sunny tidak sebesar kepadamu.” Ungkapnya jujur


“Aku tidak peduli.” Dengusan kasar dari Shadow


Richard hendak berdiri dari kursinya namun dengan cepat Shadow menggelengkan kepala “Berhenti. Jangan mendekatiku.”


Pria itu mendengar protes keras Shadow, dengan pelan ia mendudukkan tubuhnya.


“Sunny-lah yang mengungkap perasaannya. Dia jujur jika mencintaiku sejak lama.”


Shadow mendengarnya dengan kemalasan tingkat tinggi “Hm.” Sahutnya dengan menaikkan bibir kanannya


“Karena kau mengabaikanku, bahkan setelah kita berciuman panas di kamarmu.”


“Ya, karena kau mencium dua gadis di hari yang sama, bodoh !”


Giliran Richard yang tersentak kaget, mata tajam itu menatap Shadow “Kau melihatnya ?”


“Tentu saja.” Sahut Shadow dingin


“Sunny yang memulainya, baby. Segala sesuatu yang terjadi di antara kami semua atas inisiatif adikmu. Sunshine berbanding terbalik dengan


dirimu yang suka melarikan diri, dia justru mengejarku. Aku yang down akan sikapmu memilih menerima kehangatan Sunny. Aku adalah pria normal. Tapi semakin aku dekat dengan Sunny, kau makin menjauh. Itu membuatku bingung dan berpikir tentang perasaan yang tidak kau ungkapkan.”


Gelegak amarah perlahan naik keatas ubun-ubun Shadow “Tentu saja aku punya perasaan kepadamu, brengsek ! Kau menciumku, selama 4 tahun aku tidak mempunyai kekasih melainkan selalu bersama denganmu. Kau pikir itu apa ?


Huh ? Sekali pun kau tidak mengungkapkan perasaan.”


“Ya. Karena kau jelaskan ke semua teman kita bahwa jika kita hanya sebatas sahabat. Aku pikir kau tidak pernah menyukaiku.”


Richard tertawa keras melihat semburat merah karena amarah di wajah Shadow, ia melihat sahabatnya telah kembali. Sosok kuat melawan dunia.


“Jadi sekarang, bagaimana dengan kita ?”


Shadow bersungut pelan dengan kata yang tidak bisa dimengerti oleh Richard.


“Tidak ada yang bagaimana. Tidak ada yang berubah, bodoh. Kau akan tetap bersama dengan Sunshine. Kau telah memilihnya..


“Tidak, Shadow. Adikmu yang memilihku. Perasaanku lebih banyak kepadamu.”


“Ucapanmu tidak akan mengubah apapun. Aku juga sudah punya Alec.” ucapnya meragu mencari alasan agar Richard berhenti memaksakan kehendaknya


Richard menggigit bibirnya dengan mata menyendu “Baik kau dan aku tidak mencintai pasangan kita.”


“Cinta bisa tumbuh, Rich. Aku percaya itu. Kau akan menyayangi adikku. Terlebih Sunshine telah memberikan penuh perasaannya kepadamu. Tolong jangan sia-siakan itu.”


“Tapi, seharusnya kita bersama.”


Shadow menggelengkan kepala “Aku sungguh kesal dengan semua yang terjadi sebelum ini. Tapi setelah meluapkan isi hatiku, semuanya terasa


lebih lega. Aku bisa melanjutkan hidupku dan sungguh aku tidak akan ada apa-apa lagi melihatmu dengan Sunshine.”


“Secepat itu kau melupakan perasaanmu ?” protes Richard tidak terima, hatinya sedang membuncah bahagia karena tahu jika Shadow memiliki


perasaan yang sama kemudian gadis berprofesi sutradara handal itu malah melepaskan segalanya


Shadow mengangguk “Ya. Karena kita adalah teman, Rich. Aku lebih memilih meneruskan pertemanan kita dibandingkan membuat jalinan baru dengan mengurai jalinan lama. Akan banyak orang terluka jika kau memaksakan perasaanmu


itu. Tentu saja aku tidak akan melukai adikku. Ketiga orang tuaku. Tolong hargai mereka, Rich. Orang tuaku sudah menganggapmu sebagai keluarga.”


Richard terdiam tak berani membalas penuturan panjang Shadow


“Mulai hari ini aku berjanji menerimamu sebagai anggota keluarga Farubun dan Maheswara, Rich. Aku tidak tahu arah hubungan kalian tapi jangan pernah berharap memutuskan Sunshine lalu mengejarku. Tidak ! aku tidak akan pernah jatuh ke pelukanmu, sampai kapan pun itu. Lebih baik aku memulai sebuah hubungan baru, belajar mencintai pria lain seperti Alec dibandingkan melukai perasaan keluarga besarku. Kau tahu jika aku tumbuh dengan 3 orang tua, walau mereka saling mencintai tapi sungguh aku tidak bisa menjalani kehidupan yang sama. Aku bukan papa ataupun ayah. Mereka adalah pria-pria hebat yang bisa hidup bertahun dengan rukun dan damai. Mereka adalah contoh bagiku, Rich. Bahwa aku tidak akan menempuh jalan yang sama.”


“Shadow.” Richard tidak segan menjatuhkan air mata, ia sungguh mencintai sahabatnya. Murni tanpa ada paksaan, ataupun ragu. Hanya saja

__ADS_1


ketika semua kabut menyelimuti hubungan mereka berdua, Shadow menutup kesempatan untuk bersama.


“Kita sudah dewasa, Rich. Kau juga sudah memilih Sunshine, tidak ada jalan untuk memutar keadaan sekarang. Aku berdoa kalian serius dengan


hubungan ini. Dia anak yang menggemaskan dan lagi lucu. Tolong jangan sakiti dia atau aku akan menusukmu jika kau melakukan itu.” Ancam Shadow dengan wajah yang serius


Richard mengembuskan napas dengan kasar “Jadi aku mendapatkan kakak ipar yang killer.” Ucapnya tertawa getir


“Ya, semoga kau berakhir menjadi adik iparku.” Shadow tertawa kecil. Apa yang diutarakan kepada Richard bahwa ia merasakan lega setelah


mengatakan semua isi hatinya, segala yang menganjal di benaknya telah menguap beserta amarah yang tak segan untuk dikeluarkan kepada sahabatnya.


Hanya saja Shadow tidak tahu jika perasaannya berbanding terbalik dengan isi hati Richard.



Alexandre membuktikan ucapannya, aktor tampan itu menunjukkan keahliannya di dapur yang membuat Shadow berdecak kagum. Tak butuh berapa lama menu boeuf bourguignon ala chef Alexandre tersaji indah diatas meja.


“Kau pasti suka makanan pedis.” Ucap Alexandre memerhatikan Shadow mulai mencicipi masakannya


“Standar, aku bukan pecinta pedis seperti mama. masih di level wajar namun jika dibandingkan dengan lidah orang sini, kalian akan


mengatakan aku sangat mencintai cabe.” Sahut Shadow kembali memperjelas rasa masakan Alexandre dengan suapan yang kedua


“Wow, Alec. Ini sungguh enak.” Sambung Shadow membelalakkan maniknya


“Merci, sayang. jika kau suka aku akan rajin memasakkanmu.” Alexandre mencubit pipi wanita yang mendadak sangat cute ketika berseru sesaat


tadi


“Jangan bermimpi tinggi, Alec. Sebentar lagi kau akan ke Inggris dan aku akan ke Italy syuting project terbaru. Kita akan terbentang oleh jarak yang sangat jauh dan kesibukan padat. Kau dengan duniamu, begitu pun dengan diriku.” Ucapnya pelan


Alexandre menarik napas menatap penuh kasih kepada Shadow “Ya, sayang. aku tahu itu. Tapi yang perlu aku ketahui, apakah kau mempunyai


perasaan yang sama denganku ? Aku mencintaimu, aku jatuh cinta kepadamu.”


Shadow mendesah pelan


“Aku menyukaimu, Alec. Aku sedang belajar membuka hati untukmu. Tapi di sisi lain, kita akan terpisah. Aku tidak ingin konsentrasi kita terpecah pada pekerjaan hanya karena persoalan asmara. Aku sangat baru dengan dunia percintaan, mungkin bagimu sudah biasa namun beda untukku. Sekarang aku belum bisa mengiyakan untuk menjalani sebuah hubungan percintaan kemudian terpisah dengan kekasihku.”


Alexandre tidak bernafsu sama sekali mencoba masakannya, ia merenung sambil berpikir solusi akan hubungan mereka. Hanya selangkah lagi


seharusnya ia mendapatkan gadis pujaannya. Shadow yang sempuna, luar dan dalam.


“Kau tidak menjalani hubungan jarak jauh ?” tanya sang aktor


Shadow membalikkan badan pada Alexandre yang duduk di sebelahnya “Aku belum pernah pacaran, Alec. Pacaran seperti orang pada umumnya saja aku belum pernah rasakan, apalagi hubungan jarak jauh.”


Manik abu Alexandre melebar, gadis pujaannya adalah seorang yang sangat polos. Sebuah berlian di hiruk pikuknya kota sejuta selebriti “Dua kali


aku mencoba, dua kali aku gagal, sayang. Berarti ketiga kali kau akan mengiyakan ?”


Shadow mengedikkan bahu dengan bibir terlipat “Aku tidak tahu, Alex. 6 bulan waktu yang tidak singkat, namun setelah kau kembali dari Inggris kita akan melihat kepastian atas segalanya. Selama itu kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Entah kau atau aku mendapatkan cinta lain ataukah kita kembali bertemu dan perasaan saat bisa saja berada di level yang sama.”


Alexandre menangkup wajah mungil dan cantik milik gadis yang sangat susah untuk ditaklukkan bahkan mereka telah berciuman sangat panas “Aku akan menunggumu, Shadow. Aku harap kau juga menungguku. Selama itu kita akan terus saling berhubungan dan saling belajar satu sama lain. Jujur kau adalah wanita paling susah aku taklukkan dan sangat ingin kumiliki.”


Shadow tersenyum tipis sambil merasakan belaian lembut pria tampan itu di pipinya “Biarkan aku belajar lebih banyak tentangmu, Alec. Karena


pria yang aku cintai sebelumnya adalah seseorang yang sangat aku kenal. Bahkan pria yang aku ketahui secara luar dalam, berakhir dengan menyakitiku. Apalagi dengan seorang pria yang baru kukenal di lokasi syuting dan wikipedia.” Sahutnya membuat sang aktor tergelak tawa dengan wajah merona


“Aku tidak akan melepaskanmu, Shadow Farubun. Percayalah bahwa kita akan berakhir di altar suci sebagai istriku. Aku sangat yakin itu, sayang.”


###



alo kesayangan 💕,


pekerjaan nyataku sudah mulai berjejelan


namun masih aku sempatkan untuk up Shadow.


aku ingin novel ini yang terlebih dulu End.


love,

__ADS_1


D 😘


__ADS_2