DI ANTARA DIA

DI ANTARA DIA
Bayangan


__ADS_3

Ricchi berjalan mondar mandir di koridor rumah sakit dengan tidak sabaran, tingkah lakunya pun menjadi perhatian ketiga pasang orang tuanya. Hari ini adalah due date proses persalinan Dee, yang mana sebelum itu, 2 hari lalu para orang tua telah berdatangan untuk menanti momen kelahiran cucu mereka.


Semuanya menginap di kediaman sang aktor, tidak bisa dibayangkan betapa ramainya sebuah rumah dengan 9 orang berada di bawah 1 atap. Sangat semarak, seperti dalam festival mini.


Saat air ketuban Dee meluruh yang heboh bukan main adalah para orang tua, mengalahkan Liam yang notabene sebagai suami dan calon ayah si bayi.


Namun 2 jam kemudian saat di rumah sakit, giliran Ricchi yang tidak tenang. Jantungnya berdebar mengalahkan debaran ketika jatuh cinta kepada Dee hingga ia pun hampir melupakan untuk menelan salivanya sendiri.


"Duduklah di sini nak." Tegur Chyntia Ragala, wanita paruh baya itu tidak tahan melihat Ricchi bergerak seperti setrikaan rusak, bolak-balik dengan muka cemas di koridor tunggu.


"Ma.. aku takut." Ucap Ricchi sembari mendudukkan tubuhnya yang membuat para orang tua bernapas lega karena sesungguhnya semua orang merasakan kegelisahan yang sama namun dengan sikap Ricchi membuat suasana semakin tegang.


Pria tampan itu memilih bermanja dengan menyandarkan kepalanya di bahu Chyntia, alih-alih ke Celestina mamanya yang berada di sebelah kiri Ricchi.


"Seperti inilah ketika kelahiran anak pertama yah, Jeng." Ucap Celestina dengan melayangkan pandangan kepada Chyntia dan Miruko, mama Liam.


Kedua wanita paruh baya itu mengangguk mengiyakan sembari mengingat momen kelahiran anak pertama mereka.


"Kau seperti papamu.. " Celestina menepuk punggung Ricchi "Papa dulu gelisah minta ampun, tidak berani masuk ke ruang bersalin."


Miruko dan Chyntia terkekeh sembari memandang ke arah para papa, terlebih kepada Praba Maheswara pria berambut hitam seperti Ricchi namun tinggi badannya hanya sekitar 173 cm. Berbanding jauh dengan Ricchi yang berpostur jangkung hingga 185 cm, gen tinggi yang diperoleh dari kakeknya tak lain ayah Celestina.


"Semoga Liam bisa tenang di dalam." Gumam Miruko mengingat anak bungsunya yang mendampingi proses kelahiran Dee.


"Abang orangnya tenang kok ma." Sahut Ricchi menaikkan badannya


"Berbanding terbalik denganmu, Ricchi." Goda Celestina membandingkan anak kandungnya dengan Liam.


Tak lama kemudian, suara tangisan bayi terdengar cukup kencang membuat orang-orang di koridor mengucap syukur dan saling berpelukan.


Ricchi berdiri di depan pintu dengan air mata yang berjatuhan karena bahagia dan tidak sabaran untuk melihat kedua gadisnya.


...


"Matanya tidak sipit.." Ricchi terkekeh melihat bayi merah dalam gendongan Liam


"Mirip Dee, cantik." Liam terpana dengan buah cintanya yang tertidur setelah lelah menangis


"Iya, kau sangat cantik.. Malaikat kecil." Ucap Ricchi menyentuh tangan mungil yang mengatup kuat


Kedua pria itu sedang berbahagia dengan proses persalinan Dee secara normal, berjalan dengan lancar dan selamat, sementara si gadis pun tidak berkurang apapun.


"Hei cantik, apa kau sudah punya nama?"


Liam menarik napas sepelan mungkin menatap bayi kecil berselimut pink dan pria yang merunduk sejajar dengan dadanya.


"Ophelia Shadow Farubun.. kata Shadow berasal dari kau."


Mata Ricchi membulat dibalas Liam dengan tawa kecil


"Shadow berarti bayangan, kau membayangi hidup kami berdua. Gadis kecil ini akan membayangi hidup kita bertiga mulai hari ini." Ujar Liam terdengar bijak.


Ricchi memamerkan semua giginya dengan senyuman lebar "Shadow, ini Papi Ricchi.. Yang bakal temani."


"Bukan temani, tapi merawat, menjaga..." ralat Liam tersenyum lebar


"Iya iya... Kalian tinggalkan Shadow untukku dan kalian boleh kemana saja."

__ADS_1


"Belajar gendong dulu...."


Ricchi menjentikkan kelingkingnya "Easy peasy, bang.. di film aku sudah pernah jadi papa muda sebanyak 5 kali." Ucap Ricchi menaikkan badannya dan mengambil alih bayi mungil itu dalam gendongan.


Semburat merah kebahagian terpancar dari wajah Liam dan Ricchi. Gadis kecil yang melengkapi kehidupan mereka, Liam kemudian membiarkan Shadow dalam pelukan Ricchi dan ia bergerak ke tempat tidur di mana pejuang sesungguhnya sedang terlelap.


Dee, istrinya tertidur karena kelelahan dengan proses kelahiran membawa Shadow ke muka bumi. Walau prosesi persalinan Dee tergolong sebentar, namun tetap saja Liam yang selama mendampingi istrinya jantungnya seolah di tarik, diremas melihat perjuangan kekasihnya menjadi seorang ibu.


Begitu anak mereka lahir, Liam tidak bisa menahan air matanya. Ia pun tersedu saat perawat mengangsurkan bayi memerah itu dalam gendongannya.


Liam jatuh cinta pada tangisan bayi kecilnya, buah cintanya dengan Dee. Wanita yang ditemuinya 4 tahun lalu. Di mana saat itu ia tidak pernah berpikir jika gadis kecil berusia 24 tahun itu akan memberikannya sebuah anugerah terindah dalam hidupnya.


"Dawn... Terima kasih sayang telah melengkapi pencapaian hidupku." Gumam pelan Liam membelai rambut istrinya, sebuah senyuman tipis tersungging di wajah lelah istrinya yang masih terpejam.


...


Seiring waktu pasangan baru memiliki anak pertamanya dari yang canggung berubah menjadi sangat terlatih dalam mengurus bayi. Liam dan Dee sangat berterima kasih akan didikan singkat dari 3 orang ibu yang berpengalaman menurunkan semua ilmunya. Sepeninggal orang tua mereka, pasangan baru itu pun bergantian mengurus Shadow. Dengan kata lain, ketika Liam sibuk hingga membutuhkan tidur lelap, Shadow akan tidur di kamar Ricchi.


Ya, Ricchi menepati janjinya dengan mengurus Shadow. Aktor tampan yang menyerap ilmu para ibu setara dengan ilmu yang di dapat Dee, membuatnya berlangganan tidur bersama dengan Shadow.


Di kamar Liam dan Dee, Shadow akan tidur di box tempat tidur bayi kecil itu. Namun di kamar Ricchi, ia berbagi tempat tidur dengan Shadow.


Gadis kecil itu adalah pengganggu tidur nyenyak, dia suka terbangun dengan jadwal tak lazim. Apalagi ketika malam, Shadow akan terbangun sebanyak 2 hingga 3 kali dengan tangisan yang membuat Ricchi tergopoh-gopoh mengambil botol susu yang telah disediakan oleh Dee.


"Kau kenapa terbangun lagi gadis kecil? apa yang membuatmu membuka mata dan menangis seperti itu, Shadow?" Ucap Ricchi lembut sambil memegang botol susu yang diseruput dengan semangat oleh bayi berusia 2 bulan tersebut


"Ayah dan ibumu pasti sedang nyenyak-nyenyaknya sekarang." Ricchi melirik jam weker di atas meja nakas yang menunjukkan pukul 2 dini hari.


Pria tampan itu pun menghela napas lega melihat botol susu habis dalam jangka waktu yang tak lama.


"Haus yah." Ricchi tak lelah mengajak Shadow berbicara, entah gadis kecil itu mengerti atau tidak. Yang penting ia tidak kesepian.


Ricchi meletakkan Shadow dengan sangat pelan pada tempat tidurnya, tak lupa ia menyelimuti dengan selimut walau gadis kecil itu telah mengenakan jumpsuit berwarna orange, tentu saja baju tersebut adalah pilihan Liam.


Pria tampan itu mendesah ringan membaringkan kepalanya tak lupa meredupkan lampu diatas meja nakas, namun terlebih dulu sekilas ia memandang anak gadisnya yang telah terlelap.


...


Liam tersenyum simpul melihat dua orang berbeda panjang tubuh masih tertidur dengan nyenyaknya. Bahkan matahari mulai meninggi di luar namun kedatangan suami istri di kamar Ricchi tak membuat salah satunya bergerak dan merespon.


"Aku akan mengambil bekas popoknya di kamar mandi." Ucap Liam berjalan menuju toilet pribadi Ricchi.


Dee mendudukkan bokongnya di tepian tempat tidur, mengamati gadis kecilnya menikmati istirahat panjang.


"Kalian bertanding bobo." Gumam Dee


"Kita bisa meninggalkan Shadow, dan pergi berbulan madu, Wifey." Ujar Liam dengan suara lantang, pria jangkung yang berdiri di ambang pintu kamar mandi memasang seringaian di bibirnya.


Mendengar ucapan suaminya, Dee pun berbalik menatap sambil mencerna ide Liam


"Jangan pernah melakukan itu." Erang Ricchi menggerakkan badannya sedikit bergeser ke dekat Shadow yang masih tertidur


"Gampang membuat Ricchi bangun." Sahut Liam dengan tawanya


Dee menarik napas panjang melihat Ricchi yang kembali terpejam, pria tampan itu seolah bermalas-malasan dengan Shadow.


"Ide tadi tidak buruk kok, kak."

__ADS_1


"Sayang...." Rajuk Ricchi langsung membuka matanya, suaranya sedikit meninggi membuat gadis kecil itu tersentak namun dengan cepat Ricchi menepuk-nepuk paha Shadow untuk menenangkannya.


"Kau bahkan lebih jago mengurus Shadow dibandingkan ayahnya sendiri." Ucap Liam melihat Shadow melanjutkan tidurnya hanya tepukan sederhana itu


"Dia sudah bangun tadi jam 6, karena pup dan haus. Aku ganti pampersnya, terus kasih botol susu eh dia tidur lagi. Jadi biarkan saja Shadow bobo sebentar lagi." Ucap Ricchi sembari bangun dan duduk dengan menjuntaikan sebelah kakinya. Tatapannya kemudian mengarah secara bergantian kepada Liam dan Dee.


"Jika kalian bulan madu lagi, aku ikut." Sungut Ricchi bangkit berjalan menuju kamar mandi, tak lupa ia mengambil ponsel ikut bersamanya.


Liam dan Dee hanya bisa terkekeh akan tingkah aktor tampan itu.


...


4 bulan kemudian..


Ketika Liam telah merampungkan pekerjaannya dan giliran Ricchi yang benar-benar kembali ke dunia entertainment. Menurut Mike semua tawaran diterima Ricchi, selama tidak ada jadwal yang saling berbentrokan.


Ricchi seolah membalaskan dendam akan libur panjangnya, bahkan ia jarang kembali ke rumah besarnya. Bisa dikatakan sebuah mukjizat jika melihat Ricchi dalam seminggu sekali bersileweran di dalam rumah.


"Kenapa kau terus menatap ke arah tangga, Wifey?" Tanya Liam yang sedang menggendong Shadow


Dee mendesah dengan napas berat kemudian memalingkan kepalanya kepada sosok Liam yang tinggi.


"Biasanya jam segini Kak Ricchi sudah turun dengan suara cerianya, menodong kita untuk memasak sarapan bersama. Sekarang sudah seminggu dia tidak pulang. Ponselnya pun di pegang oleh Mike."


"Ricchi mengambil 2 proyek film dan serial. Dan setnya berdekatan, Wifey. Itu kenapa dia malas pulang ke rumah dan memilih tidur di karavannya. Inilah bedanya karavan saat di Georgia dengan Hollywood, fasilitasnya sangat berbeda jauh. Karavan ditempati Ricchi sekarang seperti hotel berbintang, sayang." Jelas Liam mengusap lembut punggung Shadow yang berceloteh, gadis kecil itu seolah mengerti jika ayah dan ibunya sedang membahas Papi Ricchi.


Shadow mewarisi perkembangan tubuh suaminya, yang menurut Miruko mama mereka, jika Liam semasa bayi sangat berisi namun setelah menginjak usia 2 tahun dia terus meninggi.


"Shadow, rindu papi ? Sudah hampir 2 bulan tidak bobo dengan Papi yah nak." Ucap Dee meraih jemari gemuk anaknya.


"Kita semua merindukannya, Wifey."


Rasa haru menyelinap di hati Dee sesaat mendengar ucapan Liam, ia tersentuh dan memang benar perkataan suaminya. Dee merindukan Ricchi dengan semua sifat riang, canda tawa, kecemburuan akut dan kasih sayangnya yang tak pernah ragu untuk ditunjukkan.


Kini rumah besar itu terasa hampa bagi mereka telah terbiasa hidup bersama.


###




alo kesayangan ♥️,


sengaja komen kalian di episod sebelumnya author tidak jawab.


author hanya ingin mendengar pendapat kalian dan yah kalian sangat beraneka ragam..


love it.


but, sebenarnya ending nih novel sudah ada di kepala..


so, bentar lagi bakal kelar kok..


😁


love,

__ADS_1


D 😘


__ADS_2