
"Pa, kenapa Sunshine punya ayah dan papa? Di sekolah teman Sunshine hanya punya satu papa, tapi Sunshine punya dua."
Ricchi tersenyum simpul mendengar celotehan anak gadisnya yang sedang duduk di pangkuan.
"Karena kita anak-anak spesial, Sunshine. Bisa punya dua ayah dan satu ibu. Karena ada dua pria yang cinta dengan Belviyah Dawn Ragala." Sahut Shadow bergelayut manja di leher Ricchi
Pria bermanik coklat meraih tubuh Shadow untuk duduk di sampingnya "Kenapa Shadow bisa tahu jawaban seperti itu?"
Gadis berambut panjang itu tertawa cekikikan "Karena ibu yang bilang, Shadow pernah tanya dan ibu jawab itu seperti, pa."
Ricchi membulatkan matanya sembari melipat bibir, kedua anaknya pun mengikuti ekspresinya. Permata hatinya yang sangat lucu.
"Pa.. apa itu cinta?" Tanya Sunshine dengan memiringkan kepalanya
Ricchi mendesah pelan lalu menangkup pipi anaknya "Cinta itu kasih sayang, seperti perasaaan papa ke Sunshine, kakak Shadow. Sayang sampai papa tidak bisa hidup kalau tidak ada Shadow dan Sunshine." Ucapnya lembut
Melihat ekspresi Ricchi yang berakting sedih dengan manik coklat berkaca-kaca, kedua anak cantiknya pun ikut menggulirkan air mata.
"Sunshine cinta papa." Ucap gadis berambut hitam sebahu memeluk Ricchi, sementara Shadow menggenggam jemari papanya sambil menundukkan kepala, menangis sembunyi-sembunyi.
"Adek Sunshine juga harus cinta dengan kakak Shadow, sampai besar nanti harus saling sayang, tidak boleh bertengkar. Apalagi kalau papa, ayah dan ibu sudah tidak ada." Ucap Ricchi menghentikan tangis kedua anaknya yang kemudian menatap sendu dengan bibir di gigit
"Papa, ayah dan ibu kemana?" Tanya Shadow lirih
Ricchi menarik napas panjang kemudian melanjutkan sandiwaranya
"Sudah meninggal dunia, kakak Shadow dan adek Shadow tahu kan artinya? Di panggil Tuhan, karena jatah hidupnya di dunia sudah habis." Ucap Ricchi lirih sembari menjatuhkan air mata palsu
Seketika itu pula Shadow dan Sunshine melanjutkan tangisannya dengan meraung memeluk Ricchi sangat erat seolah tidak ada hari esok.
Ricchi tersenyum kemenangan dengan kedua anaknya tersedu dalam pelukan.
"Kakak memang paling suka bikin anak-anak nangis." Ucap Dee duduk di sofa samping, wanita berkulit putih itu hanya menggelengkan kepala
Liam yang menyusul istrinya duduk di sofa ikut menelengkan kepala sembari meletakkan buah potong di atas meja.
"Itu ada ayah dan ibu." Ricchi mengusap punggung kedua anaknya, gadis kecil itu menoleh melihat ke arah Liam dan Dee.
"Ayah dan ibu di peluk juga, kalau sudah mati tidak bisa lihat lagi." Ucap Ricchi memprovokasi Shadow dan Sunshine
Gadis-gadis kecil itu pun beranjak dengan tersedu pilu mengalihkan pelukannya kepada Liam dan Dee.
"Ayah, jangan tinggalkan kami." Ucap Shadow memeluk Liam, pria yang menatap tajam ke arah Ricchi, sang aktor itu terkekeh sambil mengambil buah potong dan memakannya
Di saat yang bersamaan Sunshine menangis dengan pedih yang mendalam dalam dekapan sang ibu, Dee pun ikut menitikkan air mata melihat anak-anaknya bersedih.
"Kau sangat pintar bersandiwara, 3 wanita langsung kau buat menangis." Ucap Liam sambil menepuk punggung Shadow, matanya masih mengarah dengan sengit ke arah Ricchi
Ricchi tersenyum miring "Aktor terbaik, trofinya terpajang di lemari." Pamernya menunjuk ke arah lemari pajangan piala penghargaannya sementara penghargaan Liam di pajang di ruang kerja pribadi milik sutradara itu.
Keluarga aneh bin ajaib tersebut telah kembali ke kota Los Angeles, ke rumah mereka sebelumnya. Berhubung Ricchi mengganti semua furniture, Dee pun yang turun tangan dalam mengerjakan design interior rumah mereka.
Kedua ayah sepakat jika Shadow dan Sunshine memiliki kamar tidur masing-masing namun tetap saja kedua anaknya memilih tidur bersama dengan Ricchi. Kedua anak gadis itu baru akan terpisah ketika sang papa ketika Ricchi sedang keluar kota dan tidak bisa membawa ikut serta anak-anaknya.
...
Liam mengedarkan pandangannya ke arah anggota keluarga yang duduk menanti meniup lilin berangka 40 di atas kue ulang tahunnya.
"Ayah, make a wish." Ucap Sunshine berseru, Liam sangat tahu jika anaknya itu sudah tidak sabar ingin menyantap chocolate torte yang merupakan favorit gadis kecil bermanik hitam.
"Mari kita berdoa bersama demi kebahagian semuanya." Liam memejamkan matanya yang diikuti oleh Shadow dan Sunshine.
"Aku bagian mengaminkan saja." Ucap Ricchi ketika Liam kembali membuka mata lalu dengan cepat Shadow dan Sunshine meniup lilinnya.
Sebelum dua malaikat kecil yang mengenakan dress kembar berwarna pink yang dilengkapi bandana bulu-bulu itu mengotori tangan mungilnya, Dee pun dengan sigap memotongkan kue ulang tahun suaminya lalu membagikan kepada Shadow dan Sunshine.
"Aku tidak ingin mereka cepat besar." Gumam Ricchi mengamati kedua anaknya
"Mau tidak mau mereka akan besar, kak." sahut Dee
"Shadow makin tinggi." Pria bermata sipit yang menatap anak sulungnya
__ADS_1
"Walau aku mengasuhnya dari kecil, tetap saja Shadow mewarisi gen darimu, bang. Syukurnya dia tidak sipit." Canda Ricchi
"Sunshine yang agak sipit, apa anak kita tertukar ?" Ucap Liam
Ricchi terkekeh keras membuat Shadow dan Sunshine menatap ke arah papanya "Mereka anak-anakku, bang. Posisi mereka tidak ada bedanya, sama. Shadow dari bayi aku mengurusnya hingga dia dewasa kelak. Tapi membayangkan mereka tumbuh besar, sekolah, kuliah dan menikah. Hatiku tidak bisa ikhlas." Ricchi mendesah sendu, matanya kembali terarah kepada kedua anaknya
Liam tersenyum tipis lalu menarik napasnya dalam, ia pun merasakan hal yang sama.
"Kalian barisan bapak-bapak drama, perasaan papa biasa saja aku di ambil dua pria sekaligus. Malah lebih tenang, katanya aku dijaga dua pria jadi papa mau fokus ke Kevin saja." Gerutu Dee memicu tawa terkekeh dari Liam dan Ricchi
"Semua ayah akan merasakan hal yang sama, Wifey. Pasti papa juga sedih anak gadisnya pergi. Apalagi kita tinggal jauh."
Dee menggelengkan kepala "Sebentar lagi papa pensiun, Kevin pun sekarang sudah kerja di Moskow. Papa dan mama mau pindah kesana."
Ricchi menatap Dee dan Liam "Berarti tinggal papa dan mama di Jakarta." Ucapnya pelan "Apa perlu kita mengajak papa dan mama tinggal di L.A?"
Liam menarik napasnya ringan "Bukannya papa dan mama Jakarta tidak mau pindah, katanya kalau di L.A jauh dari Bali."
"Kak, kita sudah lama tidak ke Bali." Dee merajuk menatap suaminya "Terakhir saat Shadow ulang tahun kedua." Lanjutnya lirih
Ricchi berdiri menghampiri Dee "Akan kubelikan rumah di Bali untukmu, sayang." Pria tampan itu berdiri di sebelah wanita cantik pemilik bola mata indah
Liam tidak diam, ia melemparkan sendok ke arah Ricchi yang spontan ditangkap pria itu "Memangnya cuma kau yang bisa beli rumah?"
"Aku cuma ingin membahagiakan kekasihku, bang."
Liam meringis sementara Dee terkekeh ringan menutup bibirnya, Shadow dan Sunshine saling memandang lalu melanjutkan menyantap kuenya. Walau kedua gadis itu masih kecil, tapi perdebatan orang tuanya seperti itu adalah hal biasa bagi mereka.
"Ya sudah.. daripada capek meladeni Ricchi lebih baik aku cari tiket ke Bali." Liam beranjak menuju sofa
"Serius kak kita ke Bali?" Tanya Dee menyusul suaminya
Liam sempat melayangkan pandangannya ke arah Ricchi sambil tersenyum miring "Kita berempat pulang ke Bali."
Ricchi yang mendengar suara Liam yang sengaja menaikkan volume suaranya pun bergegas mendekati Liam dan Dee di sofa "Tega banget sih bang, masa aku ditinggal sendirian." Sungutnya berakting sedih
Pria bermata sipit itu tidak menjawab mata terfokus pada layar ponselnya.
"Isi sendiri." Liam menyodorkan ponselnya kepada Ricchi "Siap-siap saja masuk berita infotainment, keluarga threesome jalan-jalan di Bali." Sindirnya
"Mereka hanya iri tidak bisa hidup seperti kita, padahal sudah dijelaskan jika kita itu hidup sudah selayaknya bersaudara, sahabat namun namanya tukang gosip tetap saja lain yang diberitakan. Jadi terserah mereka, kita juga tidak tinggal di Indonesia. Orang tua kita tidak komplain, anak-anak kita mengerti. Seiring waktu Shadow dan Sunshine makin paham dengan kehidupan yang keluarga kita jalani." Terang Ricchi terkesan acuh, dia sudah lelah dengan infotainment tanah air. Bahkan Mike pun ikut acuh jika dikejar oleh pencari berita minta klarifikasi, bagi managernya - Ricchi tidak tergoyahkan di Hollywood dengan selentingan miring di Indonesia.
...
Hanya berselang dua minggu kemudian keluarga tersebut kembali ke Indonesia, tepatnya di Bali.
Liam menyewa villa di depan pantai demi anak-anaknya yang di mana pertama kali kembali ke Indonesia, dan tentu saja tempat liburan mereka selama 2 minggu ke depan jauh dari keramaian.
"Matamu." Sungut Liam kepada Ricchi yang tidak mengalihkan tatapannya pada Dee yang mengenakan bikini berwarna light pink, senada bikini dua malaikat di dekatnya.
Ricchi tergelak tawa lalu sekilas menoleh ke arah Liam "Dunia terlihat indah dengan 3 wanita itu, bang. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa mereka."
Liam menarik senyuman simpul menatap arah yang sama
"Bang..."
"Apa ?" Ketus Liam menjawab
"I love you."
Liam menggeram dengan mata berkilat menatap Ricchi, aktor tampan itu pun beranjak dari duduknya mendekat ke arah Dee sambil terbahak tawa yang keras.
...
Ricchi tersenyum geli melihat rona Dee yang memerah karena kepedisan sehabis menyantap rujak bali di kawasan Kuta. Wanita yang mengenakan dress pantai berwarna biru itu pun menyeka keringat di pelipisnya.
"Makanya jangan maruk makan rujak sebanyak itu cabenya." Protes Ricchi sembari mengulurkan teh dalam kotak berwarna merah
Dee tersenyum manis membuat Ricchi langsung merangkul tubuh wanita cantik tersebut
"Hanya di Bali kita makan rujak Bali, kalau sudah di Jakarta lain lagi, kak." Sahut Dee ikut dalam langkah kaki pria tampan tersebut.
__ADS_1
"Ricchi?" Sapa wanita mengenakan tanktop berwarna hitam berkacamata raybank pink
"Elvira." Ricchi dengan datar menatap ke depan, sosok Elvira yang ditemani pria bule, yang mungkin usianya masih pertengahan 20an
"Kapan datang ? Kenapa tidak kabar-kabar jika akan ke Bali?" Tanya Elvira sembari menatap lekat ke arah Dee, wanita yang pernah menjadi saingannya
"Kami berlibur jadi tidak ingin orang tahu." sahutnya
Elvira tertawa genit menebar pesona, sayangnya Ricchi acuh dan makin mengeratkan tangannya pada bahu Dee.
"Jadi benar berita di infotainment itu? Jika kau hidup dengan dua laki-laki, hebat yah?" Sindir Elvira menatap ke arah Dee dengan sengit
"Iya, Kak Liam dan Kak Ricchi." Sahut Dee santai menatap lurus Elvira
Ricchi hanya tertawa kecil dengan ketenangan Dee menjawab sindiran Elvira.
"Papa." Teriak Shadow dan Sunshine yang berjalan dengan Liam
Dee bisa melihat mata Elvira melotot ketika dua anak gadis mereka menghambur ke pelukan Ricchi.
"Jadi?" Ucap Elvira menatap nanar Ricchi
"Hai Elvira, lama tidak bertemu." Sapa Liam menjabat tangan artis tersebut,
"Hai kak, apa kabar?"
"Baik."
"Saya penasaran dengan kehidupan Kak Liam dan Ricchi. Apa benar seperti yang di berita ?" Tanya Elvira dengan tingkat keingintahuan yang sangat tinggi
"Hmmm... Ya, seperti yang di berita gosip. 1 istri 2 suami." Sahut Liam enteng lalu tertawa kecil "Dan itu anak-anak kami."
Ricchi ikut tertawa keras mendengar jawaban Liam
"Selamat tinggal Elvira, semoga liburanmu menyenangkan." Ucap Liam, yang terlebih dulu Ricchi sudah berjalan dengan anak-anaknya tanpa berpamitan kepada Elvira
Pria jangkung bermata sipit lalu mengecup puncak kepala sang istri, wanita cantik itu mengerjap indah.
"Gimana sudah puas makan rujak Bali-nya?" tanya Liam lembut
Tinggallah Elvira syok melihat pemandangan yang tak umum baginya.
"Wanita itu sungguh beruntung." Sahut bule di samping Elvira, pria muda yang semalam ditemuinya di pub.
"Kencan kita sudah berakhir." Pekik Elvira berbalik dengan hati membara, ia sakit hati melihat Ricchi sangat bahagia sementara ia tidak bisa beranjak dari kandasnya hubungan mereka. Elvira tidak bisa menemukan pria seperti Ricchi walau tatapan hangat penuh cinta seperti tadi tidak pernah ditunjukkan sang aktor itu kepadanya.
###
alo kesayangan 💕,
maaf authornya sibuk banget 🙏🏻
novelnya jadi kacau jadwal upnya
sisi romantisme author juga hilang saat dikejar deadline kerjaan..
maaf yah,
tetap sehat semua..
btw, novel ini bentar lagi ke peralihan Shadow n Sunshine 😁
love,
D 😘
__ADS_1