
Kai Long sedang berendam mengedarkan tenaga dingin di tubuhnya. Satu lipan es muncul , lalu titik hijau giok di dahi Kai Long bereaksi terhadap lipan es itu. Lipan es itu semakin berkurang pendaran cahayanya, cahaya hijau berkumpul ke titik hijau di dahi Kai Long.
Di tepian kolam air teratai es, satu, sepuluh, seratus, dan lebih dari seribu lipan berdatangan, cahaya mereka diserap oleh titik hijau di dahi Kai Long. Titik hijau giok itu berubah warna menjadi hijau tua lalu beralih ke warna hitam. Bersamaan dengan itu, tenaga dingin di air kolam mewarnai titik hitam di dahi Kai long menjadi kelabu, titik kelabu bertahan sangat lama, dengan pendaran cahaya hijau samar - samar.
Akhirnya Kai Long keluar dari kolam teratai. Burung putih tidak bereaksi terhadap aksi Kai Long. Tubuh Kai Long yang semula bersinar putih, kini kembali normal. Titik kelabu di dahinya berubah bentuk seperti mata kecil kelabu, hanya kurang bola mata.
Kai Long lari cepat, menuju tepian jurang di mana burung hitam itu turun.
__ADS_1
Kai Long turun dengan kecepatan sedang menuju dasar jurang. Angin dingin dan angin panas membentuk hawa hangat yang menerpa tubuh Kai Long. Kai long merasa nyaman untuk waktu lama. Hampir sampai di dasar, Kai Long menyaksikan sungai lahar hitam berliku - liku. Lahat hitam itu sebenarnya lahar merah cerah yang ditutupi bebatuan kering, sehingga tampak hitam dengan retak - retak jingga, apabila dilihat dari atas.
Kai Long mengedarkan tenaga dinginnya untuk mengimbangi hawa panas di dasar jurang. Kai Long turun, dia menyusuri sungai lahar sambil tolah - toleh. Beberapa lama berjalan , di satu tempat ada panas yang terkumpul di tempat itu, sangat panas jika dibandingkan lokasi lainnya. Kai Long melihat teratai hitam dengan bayang - bayang hitam bergerak ke arah atas, di sekitar teratai itu ada batang - batang seperti selang tertancap ke dasar kolam lahar.
Kai Long melihat burung hitam itu bertengger di daun teratai. Kai Long duduk bersiap untuk menyerap tenaga panas. Kai Long mulai membuka lubang - lubang jalan tenaga dalam untuk memasukkan tenaga yang berada di luar, tubuhnya mulai kepanasan, kulitnya mulai melepuh, sebelum ditangkal oleh tenaga dingin dari dalam pusarnya. Empat jam berlalu, kini wadah tenaga di pusar Kai Long yang semula dingin menjadi hangat. Kai Long membuka matanya, lalu bergegas pergi naik ke atas jurang menempel di dinding jurang.
Dalam ketinggian tertentu, Kai Long melihat cahaya keemasan samar di satu tempat, di antara sungai lahar dan dinding jurang. Kai Long tidak menghampirinya, dia hanya mengingat - ingat tata letak cahaya keemasan itu.
__ADS_1
Di dalam gua, Zu Lei duduk bersila menunggu Kai Long. Kai Long ikut duduk bersila, memejamkan mata lalu menyeleraskan tenaga yang baru didapatkannya dengan tubuh.
Tiga jam kemudian Zu Lei menyela Kai Long.
" Kulit dan dagingmu mengandung dua tenaga , dingin dan panas, begitu juga organ dalammu" jelas Zu Lei.
" Tinggal darah, tulang dan ototmu" tambah Zu Lei, lalu dia mengeluarkan benda merah pekat sepekat merah hati. Benda itu berdenyut seperti jantung, tampak menjijikkan.
__ADS_1
"Seraplah ini ! lalu makanlah dagingnya ! ini adalah jantung kaisar lipan es, berguna untuk meningkatkan darah dan ototmu" terang Zu Lei.
Kai Long menerima jantung itu dan merinding jijik, denyutan terasa di telapak tangannya. Kai Long mulai menyerap jantung itu dan memakan dagingnya setelah selesai. Zu Lei tersenyum, seperti senyuman seseorang yang melihat bocah lima tahun minum jamu.