
Pagi Hari : Akademi Kekaisaran Cahaya.
Kereta kuda yang mengangkut Zu Wen dan Kailong sampai di parkiran kereta kuda Akademi Cahaya. Mereka berdua menuju Kelas 1 yang terletak di tengah Akademi.
Kelas 1 berada di lantai satu Gedung Akademi, bersandingan dengan Gedung Bidang Cahaya Putih.
Bidang Cahaya Hijau ada di bagian barat akademi, Bidang Cahaya Merah berada di bagian timur akademi, Bidang Cahaya Kuning berada di bagian Utara akademi sedangkan Bidang Cahaya Biru berada di bagian selatan akademi.
Masing - masing Bidang Cahaya punya lapangan yang luas dengan fungsi sesuai dengan tugas masing - masing bidang, bahkan mereka punya ruang bawah tanah untuk melakukan aktifitas tingkat rahasia.
Jam Pertama dimulai dengan pelajaran sejarah Kekaisaran Cahaya, Jam Kedua teori kultivasi , Jam Ketiga berganti - ganti antara ilmu pemulihan , ilmu peralatan, ilmu penelitian kegaiban, ilmu penelitian cuaca.
Jadi seandainya diurutkan akan menjadi :
Jam kesatu : ilmu sejarah
Jam kedua : ilmu teori kultivasi
Jam ketiga : ilmu pemulihan
Jam keempat : ilmu peralatan
Jam kelima : ilmu penelitian kegaiban
Jam keenam : ilmu penelitian cuaca
__ADS_1
Jam ketujuh : pertandingan
Pertandingan dijalankan dengan urut yaitu :
Hari kesatu : Ilmu sejarah
Hari kedua : Teori kultivasi
Hari ketiga : Ilmu pemulihan
Hari keempat : Ilmu peralatan
Hari kelima : Ilmu kegaiban
Hari keenam : Ilmu cuaca
Hari ketujuh : libur dari pelajaran, diisi dengan praktik lima bidang cahaya yang secara sukarela diadakan oleh lima bidang cahaya dan secara sukarela diikuti oleh semua akademisi, kadang - kadang diisi dengan pertukaran bahan kultivasi.
Kailong melongo mendengarkan para guru yang menyampaikan ilmu. Di gunung es Kailong terbiasa dengan pola teori dan praktik secara langsung, berbeda dengan pengajaran di kelas. Jadi informasi yang diterima Kailong kali ini cukup banyak jika dikumpulkan selama 6 (enam) hari ini, dan belum dia praktikkan.
Zuwen menahan tawa melihat wajah Kailong yang melongo ketika menerima pelajaran. Untung penyimpanan dan penyerapan otaknya terhadap ilmu pengetahuan sangatlah baik, dan hafalannya sangat baik, walaupun pengalamannya terbilang buruk.
Kelas dan pertandingan sudah selesai. Mereka berjalan ke Barat menuju Bidang Cahaya Hijau , ke rumah obat di mana Guru Yang Zi berada di sana biasanya.
Setelah memasuki Rumah Obat, mereka berdua mereka melihat Guru Yang Zi sedang memilah dan memilih bahan.
__ADS_1
" Guru ! ajarilah kami ilmu pemulihan !" kata Zuwen dan Kailong hampir bersamaan dalam meminta izin.
Yang Zi terus memilah - milah bahan obat, lalu dia berhenti dan memandang mereka berdua.
" Anak kembar ! Kalian ke sini lagi !" seru Yang Zi yang tampan agak galak.
" Maafkan kami guru ! bukannya kami ingin meremehkan pembuatan obat ! tapi pengetahuan kami tentang itu terbatas !" bela Zuwen.
" Iya Guru , seperti itu !" dukung Kailong.
" Baiklah, aku tahu ilmu kalian terbatas, baik ! baik ! aku akan mengajari kalian ilmu pemulihan , bahkan aku akan mengakui kalian sebagai murid pribadi, tapi ada syaratnya !" jawab Guru Yang Zi.
" Guru ! perintah lah aku !" kailong mantap.
" Ya, Guru ! perintah lah !" susul Zuwen.
" Syaratnya adalah hafalkan buku tumbuhan dan tanaman obat ini dalam satu hari !" seru Guru Yang Zi melemparkan buku setebal lengan orang dewasa, lalu buku itu jatuh di atas meja di depan mereka berdua. Zuwen mengambil buku itu.
" Itu mudah guru , aku cepat dalam menghafal apapun yang dikatakan paman !" Kailong mantap, padahal Zu Lei selalu memberi ujaran yang singkat.
" Ya, aku juga cepat dalam menghafal, siap guru " lalu dengan isyarat tangan dari Zuwen, mereka berdua lari dengan cepat keluar dari rumah obat menuju kereta kuda yang sedang diparkir. Yang Zi tidak mencegah mereka, hanya tersenyum menyaksikan kelakuan mereka, kemudian Yang Zi bergumam : " anak kembar ! anak kembar !".
Di dalam kereta Kailong sangat penasaran kenapa Zuwen mengajaknya untuk berlari.
" Kenapa kita lari ? " tanya Kailong.
__ADS_1
" Kenapa ? jika kita tetap di sana, bukan tidak mungkin Guru akan menambah syarat yang lebih berat" jawab Zuwen. Kailong diam, ada pikiran di depan wajahnya.