Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Apa Kultivasi Menurutmu ?


__ADS_3

Pagi Hari Kediaman Keluarga Zu.


Nama pemimpin keluarga Zu adalah Zujing, pria berumur delapan puluh tahun, dia adalah kultivator tingkat Dewa tahap puncak. Zujing menyerahkan giok merah, titipan dari Zulei kepada Kailong.


" Kak Wen ? kita mau main apa belajar ?" tanya Kailong.


" Kita belajar dulu, setelah itu bermain penelitian" jawab Zuwen.


" Ayo belajar dulu !" semangat Kailong.


" Di pagi hari, kita pergi ke Akademi, kita belajar di sana !" jawab Zuwen.


" Akademi ? apa itu ?" tanya Kailong.


" Akademi adalah tempat yang menyediakan semua pengetahuan untuk kita" jawab Zuwen sambil mengarang - ngarang sedikit.


" Berarti aku bisa tahu, siapa ayah dan ibuku ?" mantap Kailong.


" Apa maksudmu ?" tanya Zuwen.


" Aku hanya tahu bahwa paman Kai You adalah perawatku, dia bukan ayah atau ibuku " jawab Kailong.


" Akademi tidak menyediakan berita seperti itu, tapi para guru mungkin bisa mencari berita tentang orang tuamu" kata Zuwen.


" Kailong ! apa kultivasimu ?" tanya Zuwen.

__ADS_1


" Aku kultivator pelajar hampir puncak " jawab Kailong.


" Aku juga kultivator pelajar hampir puncak" sambung Zuwen.


" Aku punya penelitian tentang kultivasi" kata Zuwen.


" Aku tidak punya, aku melakukan apapun yang paman dan kakak - kakak suruh" sambung Kailong.


" Kalau boleh tahu apa kemampuanmu ?" tanya Zuwen.


" Paman melarangku untuk menyebutkannya pada siapapun" jawab Kailong.


" tidak apa - apa, aku juga tidak akan memberitahukan apapun, toh hal itu bisa diketahui lewat bertanding" kata Zuwen.


" Ya, ada, macam - macam pertandingan sesuai kemampuan kita" jawab Zuwen.


Mereka berdua berangkat ke akademi dengan kereta kuda pribadi.


" Akademi kekaisaran cahaya " kereta itu melewati papan nama yg megah dan bercahaya. Kailong tolah - toleh hampir di setiap ada kesempatan.


Kailong mengikuti langkah Zuwen menuju kelas, masuk kelas lalu duduk bersandingan dalam satu meja dengan dua kursi.


Pakaian Kailong memakai seragam resmi keluarga Zu, warna putih dengan tulisan Zu berwarna kuning emas di dada kanan.


" Kita menunggu siapa ? " tanya Kailong.

__ADS_1


" Kita menunggu guru !" jawab Zuwen.


Lalu para akademisi berusia sepuluh tahunan berdatangan ke kelas itu. Guru masuk dan menutup pintu kelas.


" Siapa kamu !" seru guru itu sambil menunjuk kepada Kailong.


" Aku Kailong paman" jawab Kailong, polos, lalu banyak murid memandang Kailong sambil menahan tawa. Guru itu ingin ikut tertawa tapi ditahan - tahan karena menjaga kewibaan. Sudah lazim bahwa tanpa wibawa dari guru, murid akan kurang ajar, kecuali murid yang benar - benar polos dan lugu.


" Maju ke depan ! perkenalkan dirimu !" suruh guru itu.


Kailong maju ke depan lalu mulai memperkenalkan diri.


" Aku Kailong, adik kakak Zuwen" Kailong mengenalkan dirinya, setelah itu dia mundur menuju meja Zuwen.


Kelas di mulai. Guru itu membawakan pelajaran sejarah kekaisaran cahaya, dan memperkenalkan Kaisar legendaris Xie Yan. Setelah pelajaran sejarah selesai, diganti dengan pelajaran teori kultivasi. Zuwen tampak sangat bersemangat.


Kailong melihat Zuweng yang dengan sungguh - sungguh mendengarkan teori kultivasi ini, Kailong jadi ketularan kesungguhan Zuwen.


Setelah pelajaran teori kultivasi selesai, kelas ditutup dengan pertandingan, karena Kailong masih baru, dia tidak diikutkan dalam pertandingan pada kesempatan kali ini. Kailong melihat Zuwen bertanding dengan seseorang dan mengalahkan orang itu hanya dengan satu gerakan.


" Kailong ayo pulang ! aku akan mengajakmu berdiskusi di rumah " ajak Zuwen.


Mereka berdua pulang naik kereta kuda. Sesampainya di rumah, mereka mulai berdiskusi tentang teori kultivasi yang mereka dapatkan dari akademi.


" Kailong ? apa kultivasi menurutmu ?" tanya Zuwen. Kailong manggut - manggut.

__ADS_1


__ADS_2