
Seperti biasanya, Kailong dan Zuwen belajar di Akademi selama tujuh jam. Anak para Bangsawan dibebaskan untuk hadir ataupun tidak hadir ke Akademi menerima pelajaran, tetapi satu jam alpa harus dilaporkan ke Akademi dalam bentuk pencapaian lain.
Dengan pola ini Akademi dapat mengetahui dengan pasti kemampuan anak para Bangsawan dengan tepat dan meminimalisir anak para Bangsawan yang malas - malasan, atau sekedar gagah - gagahan.
Cara ini disetujui dengan mutlak oleh para Bangsawan, karena pernah dalam suatu generasi , kekaisaran Cahaya dikepung oleh kekaisaran lain , gara - gara ada bangsawan yang miskin keterampilan dan menyombongkan kebangsawanannya, orang itu sesumbar bahwa Marga Xie tidak takut apapun dan bebas melakukan apapun, akhirnya orang itu diburu kekaisaran lain dengan catatan kriminal yang meresahkan.
Selama tujuh hari ini , Kailong belum pernah bertemu dengan Jian Chen, Xia Jun, Tang Ying , Yang Yue, Ye Guo, dan Ming Tao karena mereka memanfaatkan cara ini.
Akademi juga membuka kelas untuk orang biasa walaupun mereka tidak bisa mempraktekkannya, pengetahuan saja sudah cukup menjadi satu kemampuan, itu alasan yang selalu disebar luaskan oleh Akademi kepada semua orang dengan bangga dan sungguh - sungguh.
Tidak ada satu orangpun di Kekaisaran Cahaya yang tidak bisa diajak diskusi tentang kultivasi kecuali bayi dan sesamanya.
Jam pertandingan telah habis, Zuwen dan Kailong pergi ke Bidang Cahaya Hijau untuk melakukan perintah Yang Zi kemarin. Mereka datang, Kailong celingukan karena dia melihat di depan tempat pembakaran obat tidak ada Yang Zi.
" Ke mana guru ?" tanya Kailong kepada Zuwen.
__ADS_1
" Oh ! anak kembar ! kemarilah !" panggil Yang Zi yang sedang jongkok melihat bahan - bahan obat yang berada di lantai.
" Kenali bahan obat ini ! lalu kumpulkan sesuai anjuran kertas ini !" Yang Zi menyerahkan kertas, lalu berdiri duduk di kursi yang terletak di depan tempat pembakaran obat, tempat itu biasa disebut tungku obat.
Tungku obat terbuat dari campuran kristal dan inti besi, bentuknya kubus, dengan ukiran - ukiran rumit yang dibuat oleh Bidang Cahaya Biru. Kubus itu atasnya berlubang dan ada penutup khusus untuk menghimpun panas, sedangkan sisi kubus hanya berlubang satu, berfungsi untuk memasukkan bahan bakar atau api, lubang di sisi ini juga ada penutupnya.
Tungku obat ini bisa dipindah - pindah, karena kultivator pemulih terkadang butuh pasokan tenaga yang banyak untuk memurnikan bahan, sehingga jika dibuat paten tungku itu akan meledak akibat terlalu banyak benturan. Warna tungku itu berwarna - warni, tetapi lama - lama dominan hitam, maklum selalu kena api.
Kailong dan Zuwen telah mengenali bahan obat, lalu mereka mencocokkan bahan obat dengan petunjuk yang tertulis di kertas.
" Masukkan bahan - bahan itu ke dalam panci, lalu nyalakan tungku obat !" suruh Yang Zi kepada mereka.
Mereka memasukkan bahan obat ke panci kemudian meletakkannya ke atas tungku.
" Guru ? bagaimana cara menyalakan tungku ini !" tanya Kailong, setelah mencari - cari pemantik tungku.
__ADS_1
" Api harus kalian keluarkan dari wadah energi !" Jawab Yang Zi.
"Oh ! " ringkas Kailong, kemudian memunculkan api hitam di telapak tangannya.
" Dibakarkan ke mana Guru ?" susul Kailong, penasaran.
" Lihatlah ukiran rumit itu ! itu disebut ukiran gaib, sebenarnya itu istilah dari Bidang Cahaya Biru, padahal cuma ukiran biasa, yang tidak biasa adalah ukiran itu bisa mengalirkan energi panas dengan suhu yang bisa kita atur" jawab Yang Zi.
Kailong diam, ada pikiran di depan wajahnya.
" Iya Guru, apiku ini disulutkan ke ukiran yang mana ?" Kailong gagal paham.
" Di muka itu ada garis ukiran dengan bentuk api, sukutkan ke situ !" sabar Yang Zi.
" Oh !" Kailong menempelkan api hitam pada ukiran api, sementara Zuwen hanya menyaksikan.
__ADS_1
Tungku mulai panas, api hitam mulai mengalir di atas setiap ukiran dan menuju pantat panci bagian tengah dan sampingnya membentuk gambar api bunga mawar. Api dengan bentuk bunga mawar ini, lebih menyampaikan panas pada titik - titik penting pantat panci.