
Tiga bulan berlalu sejak Kai Long diberi jantung kaisar lipan es. Seluruh tubuhnya mulai memadat, kebal racun, dingin, dan kebal panas tingkat biasa. "Langkah Dewa Meninggalkan Iblis dan Jurus Dewa Pedang" tingkat tengah terkendali sangat luwes sesuai dengan pikiran Kailong.
Wadah tenaga di pusar Kai Long meluas perlahan - lahan seiring dengan laju edaran tenaga yang terus - menerus. Titik kelabu kehijauan di dahi Kai Long mulai condong ke arah hitam dengan pendaran cahaya merah. Kini usia Kai Long sudah tujuh tahun lebih sembilan bulan.
Ketika Kailong membuka matanya, Zu Lei telah pergi. Kai Long kembali menjelajahi gua belakang, langsung menuju ke jurang lahar.
Dari tengah tebing Kai Long melihat cahaya keemasan itu masih ada, dan semakin kuat pancarannya. Kai Long turun lalu berjalan sampai kolam teratai hitam.
Kai Long mulai menyerap panas. Kali ini Kai Long membagi wadah tenaganya menjadi dua Kolam, kolam tenaga dingin dan kolam tenaga panas. Setelah mengisi kolam panas dengan penuh, Kai Long kembali ke kolam teratai es, kolam dingin di wadah tenaga juga sudah penuh.
Kai Long turun ke jurang, dia mengincar cahaya keemasan yang berada di tempat pertemuan sungai lahar. Kai Long sampai di tempat cahaya keemasan itu, ternyata cahaya keemasan itu adalah sebuah kolam dengan cairan berwarna kuning emas.
__ADS_1
Kai Long mencoba menyerap tenaga dari kolam itu. Di wadah tenaganya, Kai Long membuat kolam baru, yaitu kolam untuk cairan kuning emas. Perlahan tapi pasti, Kolam cairan kuning emas di wadah tenaga Kai Long mulai penuh, sedangkan kolam cairan yang asli sudah meredup cahayanya dan mengering menjadi bebatuan.
Beberapa lama kemudian, Kai Long mengedarkan kolam kuning emas di wadah tenaganya ke seluruh tulangnya. Tulang yang semula putih kini warnanya putih keemasan. Empat jam telah berlalu, tulang Kai Long tambah keras, begitu juga kulitnya tambah alot, ini akibat dari pengedaran kolam kuning emas yang mengenai anggota tubuh sekitarnya.
Di umur tujuh tahun lebih sembilan bulan ini, Kai Long telah berhasil menumbuhkan tubuhnya menjadi kebal racun, panas, dingin, dan goresan logam biasa. Darahnya merah keemasan, akibat dari pengedaran tenaga kuning emas.
Semua itu tidak lepas dari pengendalian yang terpadu dari tenaga dingin dan panas terhadap cairan emas , sehingga cairan itu menjadi halus, lembut dan cair sedemikian rupa.
" Burung ? apa kamu bisa bicara ?" tanya Kai Long. Burung itu diam, memiringkan kepalanya.
" Burung ? bolehkah aku menyerap teratai hitam ini ?" kata Kai Long sambil menunjuk teratai hitam.
__ADS_1
Burung hitam diam, lalu dia bergeser samar - samar dan menghilang. Tidak lama kemudian, muncul manusia berselubung hitam di depan Kai Long.
" Aku akan membiarkanmu menyerap teratai ini jika kamu mampu membujuk burung putih di atas sana menjadi istriku !" seru jelmaan burung hitam.
" Ya, aku akan mencobanya ! tidak ada batas waktu kan ?" tanya Kai Long.
" Tidak , tapi lebih cepat lebih baik" jawab jelmaan burung hitam.
" Aku akan pergi dulu " pinta Kai Long.
Kai Long kembali ke atas menuju ke arah kolam teratai es. Setelah mengajak biacara burung putih yang menjelma menjadi seorang gadis , Kai Long kecewa, karena jelmaan burung putih itu menolak menjadi istri burung hitam.
__ADS_1
" Aku harus bertanya pada paman, paman sudah besar dan tahu jalan keluar dari masalah ini" bisik Kai Long, dengan gembira Kai Long bergegas menuju gua.