Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Giok Merah Milik Kai Long


__ADS_3

Zu Lei membuka kekosongan, berada di atas kediaman keluarga Zu, turun ke tanah dan menurunkan Kai Long dari gendongannya. Zu Lei menggandeng tangan Kai Long, lalu berjalan menuju gerbang yang berpenjaga.


" Aku Zu Lei, ada janji dengan pemimpin keluarga " kata Zu Lei.


" Tunggu dan silahkan duduk Tuan !" pinta penjaga, mempersilahkan Zu Lei dan Kai Long memasuki rumah pengunjung untuk beristirahat.


Dari dalam, keluar seorang pria delapan puluh tahunan, menggandeng seorang bocah laki - laki sepuluh tahunan.


" Zu Lei ! lama sekali !" pria itu hampir - hampir menangis, memeluk Zu Lei, dengan sambutan kekeluargaan.


" Ayo ! ayo ! masuk !" ajak pria itu memimpin jalan. Kai Long tolah - toleh dengan mata yang terbelalak dan jarang berkedip, tangan kanannya masih dipegang Zu lei, jadi Kai Long berjalan agak terseret - seret.


Kediaman keluarga Zu lebih besar dan lebih luas tiga kali lipat bahkan lima kali lipat dari kediaman keluarga Mu.


" Paman ! rumah ini besar sekali !" kagum Kai Long, sangat terlihat dari matanya.


Bocah yang diajak pria itu mengamati Kai Long sambil berjalan di belakangnya. Jadi posisi mereka berempat adalah pria delapan puluh tahunan, Zu lei, Kai long yang setengah terseret, dan bocah marga Zu berada paling di belakang.


Mereka tiba di satu ruangan, lalu duduk, sedangkan pelayan sudah datang sambil membawa baki - baki makanan dan minuman.

__ADS_1


" Zu Wen ! ajaklah temanmu main - main setelah makan, aku dan tetua akan membicarakan suatu urusan " perintah pria itu.


" Kakek ! aku akan mengajaknya ke kamarku saja, biar makanan dan minuman kami diantar ke sana " kata Zu Wen.


" Ayo ! ikut aku, di kamarku menyenangkan !" bujuk Zu Wen.


" Kai Long ! ikutlah !" pinta Zu Lei.


" Ya paman" jawab Kai Long.


Kedua bocah itu pergi ke kamar Zu Wen.


" Ya tetua" jawab Zu Lei.


" Aku mohon rawatlah dia, sebagaimana dia anakku sendiri" pinta Zu Lei.


" Itu tidak masalah, tapi apa sebegitu gawatnya masalahmu itu ?" kata pria itu.


" Tetua ? tidak hanya gawat, aku ingin hanya aku yang mereka incar, bukan orang lain !" jawab Zu Lei.

__ADS_1


" Baiklah, sebaiknya kamu cepat pergi, tidak perlu pamit bocah itu, dia sudah menganggapmu sebagai ayahnya, dia pasti menangis" kata pria itu.


" Terima kasih tetua, aku hanya ingin menitipkan giok ini kepada tetua, ini milik anak itu, aku telah menyelidikinya tapi tidak menghasilkan apa-apa" kata Zu Lei, memberikan giok merah bundar kepada pria itu.


Sementara itu di kamar Zu Wen, Kai Long melihat benda - benda yang berlainan, sitar, seruling, buku - buku, papan catur, shepoa, dan lain - lain.


" Kak Zu Wen ! selain buku - buku itu aku tidak tahu kegunaan barang lainnya !" kata Kai Long.


" Kai Long ! kamu bisa mempelajarinya nanti" jawab Zu Wen.


" Ayo makanlah ! kamu lapar kan ?" kata Zu Wen.


" Terima kasih kak Zu Wen" jawab Kai Long, lalu dia makan dengan lahap tanpa malu - malu.


Zu Wen mengamati cara makan Kai Long, dia heran, sepertinya sangat nikmat. Zu Wen ikut makan dan mengikuti tata cara makan Kai Long. Kedua bocah itu makan sambil tertawa - tawa, siapa cepat dapat banyak.


Tetua keluarga Zu mengamati mereka dengan senyuman.


" Biarlah sesekali Zu Wen tidak berperilaku seperti bangsawan, sangat ribet " bisik tetua keluarga Zu.

__ADS_1


__ADS_2