Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Melatih Ringkasan Tenaga Dalam


__ADS_3

Kai Long mulai nyaman naik turun gunung sendirian sejak mendapatkan titik hijau di dahinya. Hawa dingin dan kabut beracun yang terkadang muncul tidak menjadi penghalang Kai Long.


Kai Long mulai melatih ringkasan tenaga dalam yang dihafalnya.


"Menyerap hawa ke dalam tubuh, memutar hawa di dalam tubuh, mengalirkan hawa di pusat tubuh, menyalurkan hawa ke luar tubuh, melepaskan hawa ke tubuh lain" bisik Kai Long.


" Kai Long, kemarilah ! aku akan membuka titik perasa hawa bumi dan langit di tubuhmu, tidak ada bedanya membuka sendiri atau di buka oleh orang lain" pinta Zu Lei.


Kai long bersila di depan Zu Lei , lalu Zu Lei meletakkan dua jari telunjuknya di kedua perut telapak tangan Kai long. Zu Lei mulai membedah selaput telapak tangan yang menghalangi tenaga dari luar untuk memasuki tubuh Kai Long.


Kai Long mulai merasakan telapak tangannya berdenyut - denyut dengan ringan, sebelum menjerit kesakitan. Zu Lei tersenyum melihat mimik wajah Kai Long itu, senyumnya ibarat seorang tukang pijit yang melihat bocah lima tahun sedang dipijit karena kakinya terkilir.

__ADS_1


Beberapa lama kemudian, Zu Lei melepas kedua jarinya , sedangkan Kai long mulai membiasakan diri menyerap hawa bumi dari luar ke dalam tubuhnya melalui pintu perut telapak tangan.


Zu Lei terus mengawasi Kai Long yang sedang latihan tenaga dalam untuk pertama kalinya, tidak lama kemudian, wajah Kai long merengut, tenaga dari luar tidak bisa di arahkan ke luar tubuh, tertahan di pusat wadah tenaga.


" Paksa ke luar betapapun sakitnya !" seru Zu Lei.


Wajah Kai long mulai memerah kehitaman, baru mencapai tahap ketiga dari ringkasan itu. Akhirnya Kai Long mengarahkan tenaga, dari wadah ke belakang punggungnya, dari punggung diarahkan ke kedua bahunya, dari bahu diarahkan ke kedua tangannya sampai kedua punggung telapak tangan dan berakhir di sepuluh ujung jarinya. Sampai di sini Kai Long sudah sampai tahap keempat dari ringkasan tenaga dalam.


Akhirnya Zu Lei memegang sepuluh jari Kai Long, dan menyobek sepuluh selaput penghalang tenaga.


" Arahkan tenagamu ke jari - jari tangan, lalu hempaskan ! " seru Zu Lei.

__ADS_1


Tak lama kemudian Kai Long menghempaskan ujung jari - jarinya ke depan, ada angin ringan melaju dari ujung jari - jari Kai Long, dia megap - megap, lalu melihat Zu Lei.


" Paman, apa aku berhasil ?" tanya Kai Long, dengan wajah melongo, terlihat sangat penasaran.


" Berhasil, tetapi ini belum cukup untuk bertarung merobohkan musuh" jawab Zu Lei.


" Latihlah ini sesering mungkin, ketika kamu sudah bisa mengendalikannya tanpa berpikir maka aku akan mengajakmu keluar mencari sumber daya memperluas wadah tenaga dalammu !" tegas Zu Lei.


" Pelajari buku ini, sudah ada petunjuk lengkap di dalamnya !" terang Zu Lei.


Kai Long menerima buku itu, lalu membukanya. Dia bingung setelah melihat isinya. Akhirnya Zu Lei mulai mengajarkan tata cara membaca buku itu. Kai Long manggut - manggut, seakan - akan Zu Lei lah yang belajar membaca apabila ada orang ketiga melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2