Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Gagal Jadi Comblang


__ADS_3

Di dalam gua, Zu Lei duduk bersila dengan tenang. Kai Long duduk bersila juga, terpicu oleh ketenangan Zu Lei. Beberapa lama kemudian, Kai Long membuka sebelah matanya, melihat apakah Zu Lei sedang lega untuk diajukan pertanyaan. Kai Long menutup matanya lagi dan kembali tenang untuk berkultivasi.


" Kai Long ! ada apa ? sepertinya kamu ingin bertanya sesuatu ?" tanggap Zu Lei.


Kai Long membuka matanya lalu mendekat kepada Zu Lei, kemudian duduk bersila di hadapannya.


" Paman ? burung hitam telah mengijinkan aku untuk menyerap teratai hitam, dengan syarat aku bisa membuat burung putih menjadi istrinya !" jawab Kai Long dengan tegas.


" Apa kamu sudah berbicara dengan burung putih ?" tanya Zu Lei.


" Sudah paman, dia tidak mau !" jawab Kai Long, harap - harap cemas agar Zu Lei memberikan jalan keluar.


" Jika tidak mau ya sudah, untuk apa di paksa - paksa !" tegas Zu Lei.


" Paman ? apa tidak ada cara selain berbicara ?" tanya Kai Long.


" Cara lain banyak, tapi itu tidak baik untuk pasangan yang ingin menjalani hidup bersama selamanya" jawab Zu Lei.

__ADS_1


" Jadi ada paman ? apa caranya ?" tanya Kai Long dengan wajah gembira.


" Aku tidak akan memberitahumu , lakukan sendiri, dengan usahamu sendiri untuk mengatasi ini ! aku akan membiarkanmu melakukannya dengan segala cara" dukung Zu Lei.


" Baik paman ! aku akan bicara lagi dengan burung putih " jawab Kai Long.


Kai Long turun gunung, kali ini dia memutari puncak gunung es sambil melueskan "Langkah Dewa Meninggalkan iblis". Lompat, meluncur lurus , melambat, berbelok dan bermacam - macam garis lintasan dicoba Kai Long menyesuaikan hambatan di depannya.


Ketika menjalankan langkah cepat itu, Kai Long mendapatkan pengalaman baru yaitu mengatur tenaga melayang lebih lama di udara saat melakukan lompatan. Secara tidak sadar, Kai Long mulai menemukan rumusan terbang.


Kai Long mendapat satu pemikiran dari kejadian itu, wajahnya tersenyum, lalu Kai Long kembali menuju gua, langsung mengarah ke jurang teratai hitam, bermaksud menemui burung hitam, kemudian Kailong tiba di tempat burung hitam.


" Burung hitam, aku punya cara agar dia mau menjadi istrimu !" kata Kai Long.


Burung hitam menjelma menjadi manusia dan tergerak untuk mendengarkan Kai Long.


" Kamu kejar terus dia !" sambung Kai Long.

__ADS_1


" Aku sudah mengejarnya selama bertahun - tahun, dan itu masih tidak berhasil" jawab jelmaaan burung hitam.


" Bagaimana kamu mengejarnya ?" tanya Kai Long.


" Dulu aku hampir setiap hari menemuinya, mengajaknya berbicara, memberinya hadiah, dan menjauhi semua hal yang dia tidak suka, nyatanya dia masih tidak mau" jawab burung hitam.


" Apakah dia pernah ke sini ?" tanya Kai Long.


" Pernah sekali, itu dulu, pada waktu itu teratai es hampir layu, dia meminta bantuan untuk mencarikan biji teratai muda. Dia tidak bisa mencari sendiri karena harus menjaga teratai itu" terang burung hitam.


" Lalu bagaimana ini ? " gelisah Kai Long.


" Sudahlah ! aku hargai upayamu itu, kamu boleh menyerap teratai hitam itu, toh tenaganya tidak mungkin kamu habiskan mengingat wadah tenagamu yang kecil itu !" ucap jelmaan burung hitam.


" Baik ! aku akan mulai menyerapnya , terima kasih burung hitam " balas Kai Long.


" Sama - sama, aku tahu bahwa burung putih sedang jual mahal" bisik burung hitam, lalu mendesah.

__ADS_1


__ADS_2