Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Cara Menggunakan Giok Merah


__ADS_3

Sore Hari, Di Kamar Kailong.


Kailong duduk bersila di atas ranjang dalam keadaan meletakkan giok merah di atas perut telapak. Kailong memandangi giok merah itu.


" Energi penyesuaian, warnanya ungu. Giok merah ini tadi menyerap warna ungu dari batu penghias lampu. Bagaimana jika aku menyerapnya ?" bisik Kailong.


Kai Long meremas batu giok merah itu tetapi tidak ada reaksi. Membenturkan ke jidatnya, tidak ada reaksi. Di cium dengan bibir, dan tidak ada reaksi. Ada kucing masuk ke kamar Kailong, lalu Kailong melemparkan batu giok itu ke arah kucing.


Batu giok merah jatuh di depan kucing, lalu kucing itu menggerakkan giok merah. Giok merah berpendar kemerahan sekali. Kucing itu terus menggerakkan giok merah tapi tidak ada pendaran merah lagi.


Kailong mengambil giok merah lalu keluar kamar. Dia menuju kolam ikan di taman. Kai Long melemparkan giok merah itu ke kolam. Ikan - ikan menggerakkan giok merah itu, lalu giok merah itu berpendar sekali saja, seperti tadi.


Kai long mengambil giok merah dari kolam. Dia pergi ke kandang kuda. Giok merah itu di tempelkan ke jidat kuda. Kepala kuda bergerak dan giok merah itu berpendar sekali saja.

__ADS_1


" Apakah giok ini bisa menyala kalau di gerakkan oleh makhluk lain ? kucing, ikan dan kuda, tiga binatang tapi hanya menyala tiga kali saja ?" bisik Kailong.


Kailong pergi ke kandang ayam di samping dapur. Dia lemparkan giok merah itu ke sekumpulan ayam, lalu ayam - ayam itu menggerakkannya. Giok merah itu berpendar sekali saja.


" Jadi jumlah tidak berpengaruh ?" bisik Kailong.


Kailong mengambil batu giok itu lalu pergi mencucinya dan kembali ke kamarnya. Dia tidur miring dan memikirkan cara menyerap energi dari giok merah.


Ujung jari Kailong memendarkan cahaya merah, lalu pergelangan tangan, bahu dan akhirnya seluruh tubuh Kailong berwarna merah.


Wajah Kailong pringas - pringis menahan tekanan, bajunya mulai menggelembung akan meledak, tali ikat rambutnya sudah putus. Keadaan ini berlangsung sampai beberapa lama.


Energi merah itu di isikan ke wadah tenaga, di alirkan ke kolam hitam, anehnya energi merah hanya melewati permukaan energi hitam lalu menyebar ke segala sudut, mengalir ke kolam energi bening dan energi kuning emas.

__ADS_1


Permukaan wadah energi penuh dengan energi merah. Energi merah semakin tebal dan banyak. Akhirnya Kailong membuatkan kolam tersendiri untuk energi merah di wadah tenaga.


Pengisian energi merah telah selesai. Rambut Kailong awut - awutan. Kini di sekeliling pusar Kailong ada garis melingkar.


" Apa guna energi merah ini ? dan apa guna garis itu ? bisik Kailong.


Kailong duduk bersila dan memutar energi merah itu. Hasilnya semua energi yang ada di tubuh Kailong terpengaruh. Energi terang dan gelap kadarnya bertambah dan seimbang. Energi panas (hitam), dingin (bening), kuning emas (logam) dan energi penangkal racun di dahinya seimbang dan bertambah kadarnya. Tubuh Kailong juga mengalami peningkatan ke puncak kultivator pelajar tahap lima.


" Apakah energi merah ini hanya untuk menyeimbangkan semua energi ?" bisik Kailong.


Kailong pergi ke lapangan latihan, lalu memutar tenaga dalam dan diarahkan pada alat pengukur kekuatan. Alat itu menunjukkan bahwa tenaga Kailong berada di Kultivator prajurit tahap kedua.


" Kultivator prajurit tahap kedua ? aku terbang ! " teriak Kailong sambil berlarian acak di lapangan latihan, dia lupa untuk meneliti lebih jauh bagaimana cara membocorkan energi giok merah.

__ADS_1


__ADS_2