Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Api Hitam Kecil


__ADS_3

Kai Long menyerap energi teratai hitam dan memasukkannya ke wadah energi di pusar. Kolam energi panas di pusar Kai Long yang semula merah, kini berubah warna menjadi merah kehitam - hitaman. Kai Long terus memasok kolam energi panas. Setelah empat jam, kolam energi panas di pusar Kai Long menjadi berwarna hitam, meniadakan warna merah, kemudian Kai Long menyelesaikan penyerapan energi.


" Bocah ! maukah kamu mewarisi kemampuanku ? " tawar jelmaan burung hitam.


" Mau, apa warisanmu ?" tanya Kai Long.


" Warisanku ini disebut energi atau tenaga gelap" jawab jelmaan burung hitam.


" Baiklah, bagaimana cara aku menerima warisan itu ?" tanya Kai Long.


" Aku akan membuka selaput penghalang di mata kananmu, sehingga mata kananmu dapat menangkap dan menumbuhkan energi gelap" jawab jelmaan burung hitam.


" Apakah menyakitkan ? terakhir kali paman membuka selaput penghalang energi, rasanya tidak enak di badan" keluh Kai Long.


" Ya, tapi keuntungan yang kamu dapatkan akan banyak jika kamu menerima warisanku. Kamu bisa melihat apapun di kegelapan misalnya" bujuk jelmaan burung hitam.

__ADS_1


" Ya, ayo, buka, buka !" Kai Long ingin segera mendapatkan kemampuan itu.


Tak lama kemudian terdengar suara jeritan dari dasar jurang, seperti suara bocah lima tahun yg menjerit ketika kakinya yang terkilir dipijit.


Kai Long mengumpulkan energi gelap perlahan - lahan di mata kanannya. Bola matanya yang hitam semakin hitam berangsur menuju gelap, hampir - hampir tidak memantulkan cahaya. Bagian matanya yang putih berangsur menghitam juga. Beberapa lama kemudian mata kanan Kailong gelap total dan tidak memantulkan cahaya sama sekali.


Darah merah mengalir dari mata kanannya, membentuk garis lurus dan turun ke pipinya. Kai Long hendak mengusap darah itu dengan tangannya, sebelum dihentikan oleh ucapan jelmaan burung hitam.


" Serap kembali darah itu, jika tidak maka energi gelap yang terkumpul di matamu akan bocor, jadikan darah itu sebagai pengganti selaput penghalang energi" perintah jelmaan burung hitam.


Kai Long melakukan apa yang diperintahkan oleh jelmaan burung hitam, lalu dimata kanan Kai Long yang sangat gelap, ada garis melingkar samar menempel pada bola mata, garis lingkaran itu berputar - putar seakan mengunci energi gelap untuk keluar.


" Kumpulkanlah sisa energi gelap ke garis lingkaran itu, agar matamu tampak normal" perintah jelmaan burung hitam.


" Apakah aku kelihatan jelek ?" tanya Kai Long.

__ADS_1


" Tidak, tapi orang akan mudah mengenali identitasmu" jawab jelmaan burung hitam.


Kai Long menarik energi gelap di pinggiran bola matanya ke lingkaran hitam. Kini matanya kembali tampak normal, tetapi jika di amati secara teliti, ada pendaran hitam seperti pantulan cahaya di mata kanannya.


" Cobalah buat api hitam dari campuran energi panas dan energi gelap di perut telapak tanganmu, aku ingin tahu seberapa besar bakatmu !" perintah jelmaan burung hitam.


Kai Long mencampur kedua energi itu di wadah tenaga, lalu mengalirkannya ke perut telapak tangan, kemudian muncul api hitam bergoyang - goyang di perut telapak tangan Kai long seukuran jari telunjuk dengan panas yang sedang.


" Bagus ! kamu cukup berbakat, tumbuhkan keterampilan api hitam ini, kalau bisa sampai puncak !" pinta jelmaan burung hitam.


" Aku akan menumbuhkannya, dulu aku sangat senang menyulut petasan" jawab Kai Long.


" Jika kamu menumbuhkannya sampai puncak, maka banyak petasan tingkat tinggi yang bisa kamu sulut" goda jelmaan burung hitam.


" Benarkah ? apa petasan juga ada tingkatannya" tanya Kai Long.

__ADS_1


" Ada, kalau tidak percaya tanyakan pamanmu !" suruh jelmaan burung hitam.


Tak lama kemudian ada api hitam dari ruang kosong membakar selubung cahaya jelmaan burung hitam, jelas ini bukan tindakan Kai Long.


__ADS_2