Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Anakan Kaisar Lipan Es


__ADS_3

Kai Long bangun tidur, Zu Lei tidak ada di hadapannya, setelah dicari - cari, Kai long tidak menemukannya.


" Paman melarang aku turun gunung, tapi paman tidak melarang aku menjelajah gua" kata Kai Long berbicara sendirian.


" Aku akan menilik gua ini" kata Kai long masih berbicara sendirian.


Kai long berjalan pelan - pelan menuju belakang gua, sambil meraba - meraba dinding dan menjejakkan salah satu kakinya pelan - pelan. Setelah mantap dengan pijakannya Kai long terus berjalan dengan cara ini,keadaan gua itu sangat gelap.


Sampai di sebuah tempat, kaki Kai long tidak menemukan pijakan, dia berhenti, tidak melanjutkan ke arah depan.


" Paman ? apakah paman di depan ?" panggil Kai Long. Di depannya ada sosok lelaki dengan cahaya samar - samar.


" Paman ! " panggil Kai long. Dia merinding, tubuhnya terlihat menggigil. Sosok itu diam, tiba - tiba ada bayangan hitam melahap sosok itu dari arah bawah.


Kai Long kaget, lalu berlari ke depan karena panik , di depannya adalah ketinggian yang menjorok ke bawah, Kai Long terjatuh dan terguling - guling. Kerasnya bebatuan melukai permukaan tubuh Kai Long dan dia pingsan.

__ADS_1


Sementara itu di kaki Gunung Es, Zu Lei berhadapan dengan seseorang. Seorang perempuan dengan kultivasi puncak, seluruh anggota tubuhnya terselubung dan tersamarkan dengan cahaya merah kecuali matanya.


" Zu Lei ! Dewa Pedang !, aku datang untuk menuntut hutang pemusnahan !" seru Wanita itu.


" Terlalu banyak orang yang aku musnahkan, aku selalu menyambut mereka yang datang untuk menagih hutang !" tegas Zu Lei.


Wanita berselubung merah itu mengeluarkan aura merah yang semakin tebal. Seluruh cahaya merah di tubuhnya menggeliat ke semua arah secara perlahan.


Bintik - bintik cahaya merah yang berasal dari perempuan itu muncul dari kekosongan dan mengelilingi tubuh Zu Lei.


Lalu cahaya merah yang mengelilingi tubuh Zu Lei hilang dengan cepat, bersamaan cahaya merah yang menyelubungi wanita itu berpendar dan berangsur - angsur lenyap.


" Kembalilah ! aku tidak ingin memusnahkan apapun hari ini !" seru Zu Lei.


" Kemampuanku memang di bawahmu, tapi aku akan mencari orang yang bisa memusnahkanmu !" teriak wanita itu.

__ADS_1


" Pergi ! " kata Zu Lei mengibaskan tangannya ke arah wanita itu.


Wanita itu naik ke langit dan menyobek langit, lalu memasuki ruang kosong. Zu Lei melesat ke arah puncak gunung Es.


Sementara itu di dasar gua, Kai Long yang pingsan telah sadar, merintih kesakitan. Setelah melihat ke sekilingnya yang gelap, dia melihat sesuatu yg berpendar samar, sangat samar, benda itu berwarna hijau.


Kai Long mendekati benda itu, tanpa banyak pikir, Kai Long mengambil benda itu. Tangan Kai Long perlahan berpendar hijau, mulai dari telapak tangan, menjalar ke lengan atas tangan kanannya. Lama - lama seluruh tubuh Kai Long berpendar cahaya hijau.


Kai Long menggigil, giginya berderit. Benda itu ternyata anakan kaisar lipan es. Lipan es seperti namanya, adalah binatang beracun yang hidup di dunia es. Lipan es bisa menjelma ke wujud manusia apabila berkultivasi ke tingkat dewa.


Zu Lei datang, melihat keadaan Kai Long itu dia menempelkan telapak tangannya ke dahi Kai Long lalu mengendalikan cahaya hijau dan memusatkannya ke dahi Kai Long. Beberapa waktu kemudian Wajah Kai long ada satu tambahan organ baru, yaitu titik hijau yang berpendar di dahinya.


" Paman !" panggil Kai Long, melihat Zu Lei yang baru saja melepaskan tangan dari dahinya.


" Kamu cukup beruntung ! lipan es ini banyak di cari orang, kini segala macam racun akan di lawan oleh titik hijau di dahimu itu" jelas Zu Lei.

__ADS_1


" Paman ! aku lapar !" keluh Kai Long, sambil memegang perutnya, sedangkan Zu Lei diam, ada pikiran di depan wajahnya.


__ADS_2