Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Kemampuan Prajurit Tahap Tiga


__ADS_3

Sore Hari : Kediaman Zu.


Zuwen mengajak Kailong bertemu Zujing Di ruang pribadinya, lalu Zuwen menceritakan kejadian itu.


" Yang Zi jelas marah" tanggapan dari Kakek Zujing.


" Dia marah karena kalian beranggapan bahwa obat yang jelek tidak butuh waktu lama untuk membuatnya" jawab Zujing.


" Kakek ? itu benarkan, obat jelek memang tidak butuh waktu lama membuatnya" kata Zuwen.


" Ya, itu ada benarnya, juga ada salahnya " balas Zujing.


" Kakek ? bagaimana itu ?" Zuwen penasaran.


" Ada benarnya itu pembuatan obat yang kekurangan waktu, hasilnya akan buruk, sedangkan obat dengan waktu cukup, hasilnya akan baik" terang Kakek Zujing.


" Lalu bagaimana ini kek ?" pinta Zuwen, penuh harap.


" Sebenarnya jika aku meminta Yang Zi mengajari kalian , dia pasti mau, tapi kalian sudah membuatnya marah. Bagaimana cara kalian membuat Yang Zi tidak marah ?" kata Zujing mengembalikan usul pada mereka berdua.


" Aku akan melakukan apapun yang diperintahkan Guru. Apa itu bisa membuat guru tidak marah ?" mantap Kailong.

__ADS_1


" Cobalah ! mungkin Yang Zi akan berubah pikiran " dukung Zujing.


" Hari ini, kalian jangan menemuinya lagi, besok saja" susul Kakek Zujing.


Mereka berdua kembali ke kamar masing - masing.


Kailong masih penasaran dengan cincin ruang, giok merah dan terbang. Kailong meletakkan giok merah di telapak tangannya dan berusaha menyerap energi merah dari dalamnya, tapi tidak berhasil.


Kailong menggigit giok merah itu, tapi tidak ada perubahan. Kailong memutar energi merah dari dalam wadah tenaga, tapi tidak ada peningkatan apa - apa.


Kailong mencampur energi gelap dan panas lalu api hitam muncul di telapak tangan kanannya.


Dia mencampur energi panas dan dingin lalu energi pemulih dengan warna kuning beredar ke seluruh bagian tubuhnya.


Kailong mencampur energi anti racun dan energi logam emas tapi tidak ada perubahan baru.


Energi gelap, energi terang, Energi anti racun, energi panas , energi dingin , energi logam emas, dan energi merah di kumpulkan ke dalam wadah tenaga lalu di campur, tapi tidak menghasilkan perubahan.


Kailong mengambil cincin ruang lalu melepaskan energi merah ke dalamnya tapi tidak terjadi perubahan.


Kailong pergi ke tempat latihan , lalu dia memperagakan jurus dewa pedang , langkah Dewa meninggalkan iblis, Tinju Dewa pedang, telapak Dewa pedang, dan totokan dewa pedang. Bisa dikatakan Kailong siap bertanding dalam acara pertemuan keluarga para bangsawan. Zuwen datang lalu berlatih dengan Kailong sampai malam.

__ADS_1


Malam Hari : Kediaman Jian.


Jian Chen sedang memperagakan jurus - jurus keluarga Jian, lalu memutar tenaga dalam ditemani sang kakek, Jian He.


" Cucuku ! Prajurit tahap tiga di umur sepuluh tahun itu bagus. Kamu sudah siap untuk masuk dunia jiwa" kata Kakek Jian He.


" Bagaimana cara masuk ke dunia itu kek ?" tanya Jian Chen.


" Cara terbaik adalah kamu menemukan sendiri caranya, karena kecocokan masing - masing orang dengan sumber daya dari luar berbeda - beda" jawab Jian He.


" Misalnya aku, Aku dapat menumbuhkan jiwa mataku dengan sumber daya Kristal hitam. Kristal hitam tidak begitu langka , tapi orang yang cocok dengannya adalah langka" susul Kakek Jian He.


" Cobalah kristal hitam ini ! apakah cocok denganmu " pinta Jian He.


Jian Chen menerima kristal itu lalu menyerap energinya. Kristal hitam retak lalu pecah. Energi dari kristal hitam masih berputar - putar di dalam tubuh Jian Chen.


" Arahkan energi itu ke matamu, jika tidak cocok arahkan ke dunia yang lain" suruh Jian He.


Jian Chen mengalirkan energi kristal hitam ke dunia matanya, lalu ada perubahan pada pandangannya.


" Prajurit tahap tiga akan mampu melihat sasaran dengan jelas dari jarak sepuluh kilometer, cobalah dunia barumu !" saran Jian He.

__ADS_1


__ADS_2