
Bahan obat yang berada di dalam panci menampakkkan perubahan. Bahan obat itu berusia kurang dari seratus tahun. Kotoran yang tersembunyi dari bahan obat mulai terapung - apung di permukaan air.
" Guru, mengapa air dalam panci hanya permukaannya saja yang berwarna coklat ?" tanya Zuwen.
" Oh, kamu anak kembar, ada berapa tingkatan ilmu pemulihan ?" tanya Yang Zi.
" Ketabiban, Kedokteran, Alkemi dan Pemulihan" jawab Zuwen, lancar anak pintar.
" Apa bedanya ?" susul Yang Zi.
" Ketabiban mengolah tumbuhan, kedokteran mengolah tumbuhan dan binatang, Alkemi mengolah keduanya dengan Qi, Pemulihan mengolah semuanya" jawab Zuwen lancar, sementara Kailong masih dalam keadaan memasukkan api hitam.
" Pemula sepertimu, aku wajibkan mengolah bahan obat melalui Ilmu Ketabiban. Bahannya hanya tumbuhan, pengolahannya menggunakan air sebagai pembersih kotoran yang ada pada bahan obat, dan hasilnya lebih aman karena mengubah kemurnian bahan obat dengan lambat, sehingga kamu bisa mengamati perubahan bahan obat tahap demi tahap" terang Yang Zi, agak panjang.
" Kamu pahami ini dulu, setelah kalian bisa mengolah tumbuhan dengan cara ketabiban, aku akan mengajarkan pada kalian Ilmu Kedokteran, khususnya pengolahan bahan obat. Bahan obat akan mengalami perubahan lebih cepat seandainya diolah dengan Ilmu itu" terang Yang Zi, tampan yang sabar.
" Terima Kasih Guru !" ucap Zuwen. Sementara Kailong mulai berkeringat, diakibatkan oleh pengeluaran energi panasnya.
" Guru, sampai kapan aku terus membakar tungku ini !" keluh Kailong, menoleh ke belakang pada Yang Zi dan Zuwen.
__ADS_1
" Apa yang kamu dapatkan saat merebus bahan obat itu ?" balik Yang Zi yang bertanya.
" Bahan obatnya terlihat lebih gelap ! " jawab Kailong.
" Apa hanya itu ?" susul Yang Zi.
Kailong melihat dengan lebih teliti lagi kepada panci obat itu.
" Tidak ada lagi !" jawab Kailong, matanya sampai melotot ke panci obat.
" Kenapa bahan obat itu lebih gelap ?" tanya Yang Zi lagi.
" Karena dimasak dengan air" jawab Kailong.
" Kenapa Guru ?" Kailong balik bertanya.
" hah, kamu tidak mendengarkan !" keluh Yang Zi.
" Bakar tungku obat itu selama satu jam utuh ! aku ingin tahu seberapa padat energi di pusarmu" perintah Yang Zi. Kailong sangat patuh , kali ini dia menambah suhu panas api, air mendidih dan semakin berkurang, sedangkan bahan obat terlalu matang.
__ADS_1
" Guru, apakah bahan obat itu tidak terlalu matang dengan api sebesar itu ?" tanya Zuwen.
" Memang, kenapa kalau terlalu matang ?" tanya Yang Zi.
" Khasiatnya kan berkurang" jawab Zuwen.
" Apa yang menyebabkan khasiat bahan itu berkurang ?" tanya Yang Zi.
" Karena kelebihan panas dan rusak bahannya " jawab Zuwen.
" Nah itu dia, dalam Ilmu Ketabiban kendali dari Tabib terhadap api, sangat menentukan untuk memaksimalkan kandungan dari bahan obat, berbeda dengan Alkemi, kerusakan bahan obat bisa diperkecil dengan Qi bahkan bisa dipulihkan" jawab Yang Zi.
" Kalau begitu, dalam Ilmu ketabiban tidak boleh pakai bahan yang belum direbus kan Guru ?" tanya Zuwen.
" Bahan obat selalu mengandung kotoran yang tidak diperlukan, jadi, bahan itu butuh dicuci atau direbus, tetapi terkadang sedikit kotoran itu menjadi pendukung kesempurnaan kerja dari kandungan bahan obat, ketika menghadapi situasi seperti ini apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Yang Zi dengan wajah yang serius.
" Bakar !" seru Kailong yang sedang menambah besaran api hitam dengan mengalirkan energi dari wadahnya, dan suaranya menengahi diskusi yang sungguh - sungguh itu.
Yang Zi dan Zuwen bersamaan melihat Kailong. Kailong merinding, seperti ada dua harimau siap menerkam di belakangnya, Kailong menoleh ke belakang.
__ADS_1
" Ada apa ?" tanya Kailong, sambil memperbesar api hitam.
Yang Zi seketika itu juga melesat ke arah depan untuk menggantikan Kailong yang sedang mengendalikan api, karena bahan obat yang semula direbus, telah benar - benar dibakar oleh Kailong, airnya habis, bahan obat gosong.