
Zu Lei tiba di dalam satu dunia, yaitu dunia es. Setelah memilih lokasi, dia berhenti di puncak gunung dengan hanya ada satu gua.
Zu Lei menurunkan Kai Long sambil memperluas cahaya kepompong sampai menyelimuti semua bagian teratas gunung. Setelah membuat perlindungan dari hawa dingin secukupnya, Zu Lei membawa Kai Long masuk ke dalam gua.
" Buatlah tempat tidurmu sendiri, jangan sembarangan turun gunung !" seru Zu Lei.
Kai Long mengamati gua, mulai mulut gua sampai ujung dalam gua yang semakin gelap. Lalu dia memilih tempat di dekat mulut gua. Zu Lei bersila dan bersandar ke tepi dinding di sekitar mulut gua.
Kai Long ikut bersila, bersandar ke dinding di sekitar mulut gua. Satu jam kemudian Kai Long gemetar, kedua kakinya kesemutan, dia meluruskan kakinya dan kembali memejamkan mata.
Satu jam lagi telah berlalu, kali ini Kai Long bergerak - gerak tidak nyaman, mengusap - usap pantat sendiri yang mulai kaku karena kelamaan duduk. Akhirnya dia tidur miring sambil mengamati Zu Lei yang masih bersila di depannya.
" Paman !" panggil Kai Long.
" Ada apa ?" jawab Zu Lei.
" Kapan aku bisa terbang ?" tanya Kai Long.
" Nanti setelah kamu mencapai tingkat prajurit" jawab Zu Lei, kemudian memberi penjelasan.
" Penumbuh beladiri terdiri dari berbagai tingkatan. Tingkat Pelajar, Prajurit, Kaisar, dan Dewa.Tingkat Pelajar terdiri dari lima tingkatan, dari tingkat satu sampai lima hanya menghasilkan kekebalan jasad, darah, otot dan organ halus" terang Zu Lei.
__ADS_1
" Masing - masing tahap satu sampai lima tidak ada batas waktu, bisa dicapai dengan cepat atau lambat, tergantung sumber daya kultivasi setiap orang" lanjut Zu Lei.
" Paman, setelah mencapai tahap lima Pelajar, aku belum bisa terbang ?" tanya Kai Long.
" Sudah ku katakan, kamu bisa terbang kalau mencapai tingkat Prajurit " seru Zu lei agak sebal.
" Paman, aku akan berlatih dengan giat, apapun perintahmu, akan aku lakukan !" mantap Kai Long.
" Giat saja tidak cukup, kamu perlu keberuntungan, dan keberuntungan bisa direbut di dunia ini" tegas Zu Lei.
" Paman, apa keberuntunganku buruk ?" tanya Kai Long.
" Paman, di mana anakmu ? akan menyenangkan bermain dengannya" tanya Kai Long.
Mendengar itu, Zu Lei diam, ada kesedihan di depan wajahnya, seketika matanya tampak sayu, lemah. Dia bangkit dari bersila, lalu keluar gua, melihat ke depan dengan pengelihatan mata biasa.
Angin membawa salju ke mana - mana, ujung - ujung suatu tempat yang samar bagaikan tempat yang samar di hati Zu Lei. Sangat tidak benar bahwa seorang kultivator mampu melepaskan seluruh perasaannya.
" Kai Long, kemarilah !" pinta Zu Lei. Kai Long mendekatinya.
" Mulai besok, kamu akan melatih jasadmu sampai ke tingkat puncak" seru Zu Lei.
__ADS_1
" Baiklah Paman" jawab Kai Long.
" Ingatlah ringkasan ini :
Menyerap hawa ke dalam tubuh,
Memutar hawa di dalam tubuh,
Mengalirkan hawa di pusat tubuh,
Menyalurkan hawa ke luar tubuh,
Melepaskan hawa ke tubuh lain" terang Zu Lei, sambil memperhatikan wajah Kai Long.
" Paman, aku sudah hafal ringkasan itu, sangat mudah ! " mantap Kai Long.
" Ha ha ha ! itu memang mudah" jawab Zu Lei.
" Lalu hafalkan ini ! dua dunia adalah sepuluh dunia, dua dian adalah akal dan hati" ucap Zu Lei.
Kai Long menghafalkan ringkasan itu semuanya, dengan wajah gembira. Dia belum tahu bahwa ringkasan itu akan membuatnya menderita.
__ADS_1