
Siang Hari : Kediaman Zu.
Kereta kuda berhenti di parkiran Kediaman Zu, Zuwen dan Kailong keluar darinya menuju kamar masing - masing. Zujing berada di rungan pribadinya.
Zuwen mengetuk pintu kamar Zujing , lalu dipersilahkan masuk.
" Kakek ? aku ingin belajar ilmu pemulihan secara lengkap dari Guru Yang zi " pinta Zuwen.
Zujing menatap cucunya. Dia berdiri lalu mengambil satu buku di lemari buku yang sudah tersedia di kamar itu.
" Bukalah buku itu !" pinta Zujing, menyerahkan buku kepada Zuwen.
Zuwen menerima buku, lalu duduk kemudian membuka buku itu dan membacanya.
Buku itu berisi riwayat hidup dari keluarga Yang. Tokoh - tokoh dari keluarga Yang mulai dari Generasi Yang Hu sampai generasi Yang zi tercatat dengan rapi dan singkat.
Zuwen tidak membaca semua riwayat hidup tokoh - tokoh itu, hanya riwayat hidup Yang Hou dan Yang zi.
Leluhur Yang Hou adalah orang pertama dari keluarga Yang, yang menggabungkan antara ilmu peleraian racun dan pemulihan. Sejak saat itulah keluarga Yang berkembang menjadi keluarga yang mengabdikan diri sebagai peminat kesehatan dan penangkal penyakit.
Keluarga Yang mengabadikan ujar - ujar kuno yaitu " setiap penyakit ada obatnya kecuali mati" menjadi pandangan hidup keluarga Yang.
Makanya akan dianggap aneh kalau ada seseorang bermarga Yang tetapi dia tidak mengerti tentang kesehatan.
Secara singkat buku itu mencatat sifat - sifat Yang Hou.
__ADS_1
" Nama : Yang Hou...."
" Keahlian : ...."
" Sifat : Penyendiri...."
" Istri : ...."
" Anak: ....", dan seterusnya.
Lalu Zuwen membuka riwayat hidup Yang Zi. Setelah membaca dengan seksama dia melongo, karena buku itu mencatat perilaku Yang Zi dengan bahasa yang tidak di mengerti oleh bocah dengan Usia 10 (sepuluh ) tahun.
" ....suka menjajal apa saja". Itulah salah satu tanggapan dari penulis atau pencatat buku itu.
" Kakek ? apa ini suka menjajal apa saja ?" tanya Zuwen.
" Bukankah itu perilaku umum yang baik ?" susul Zuwen.
" Ya, itu perilaku umum yang baik, tapi menjadi tidak baik apabila disambung dengan kata " apa saja" tegas Zujing.
" Em, aku mengerti, ada hal yang tidak boleh dan tidak bisa dicoba - coba kan kakek ?" tegas Zuwen.
" Ya, begitu" balas Zujing.
" Bagaimana ? apa kamu masih ingin menjadi murid khusus Yang Zi ?" tanya Zujing.
__ADS_1
" Em, aku ingin, aku ingin ilmu yang lengkap, soal "mencoba- coba apa saja" tidak semua buruk kan kakek ? " mantap Zuwen.
" Yah, tidak semua buruk dan tidak semua baik, aku sudah menunjukkan sebagian sifat dari orang yang akan menjadi gurumu, keputusan terserah padamu" jawab Zujing.
" Ajaklah Kailong bersamamu !" susul Zujing.
" Baik kakek ! Kailong juga sangat tertarik pada ilmu pemulihan " kata Zuwen.
" Ya, aku tahu, kalian sama - sama tertarik pada ilmu itu " tenang Zujing. Zuwen pergi menemui Kailong yang sedang berada di kamarnya.
" Kailong ! ayo kita menemui Guru Yang Zi ! " ajak Zuwen.
" Aku ingin ke hutan mencari sesuatu " jawab Kailong.
" Tundalah ! siapa tahu Guru Yang Zi punya sesuatu yang kamu cari ! " bujuk Zuwen.
Mendengar itu, Kailong diam, ada pikiran di depan wajahnya.
" Ayo ! benar siapa tahu Guru punya itu" susul Kailong senang.
" Apa yang kamu cari ?" tanya Zuwen.
" Cara menyalakan giok merah " jawab Kailong.
Mereka berangkat ke Akademi lagi, tepatnya ke rumah obat. Mereka tiba di depan ruang obat di mana Yang Zi berada.
__ADS_1
Mereka melihat Yang Zi dengan wajah tampannya, sedang jongkok di depan tempat pembakaran pil dan memegang kipas. Api dikipasi oleh Yang Zi dengan gerakan pelan - pelan dan stabil. Nyala api lurus mencapai ketinggian tertentu dan tidak berubah - ubah. Dalam keadaan itu, Yang Zi terlihat seperti orang yang sedang mematangkan tusukan daging di atas pemanggang.