Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Baca Lambat Dan Komat - Kamit


__ADS_3

Malam Hari : Kediaman Zu.


Kailong melihat buku dari Guru Yang Zi berada di meja kamarnya. Kailong membaca judul sampul buku : " Kumpulan Tumbuhan Satu Ditulis oleh Yang Zi".


Kailong membaca pengantar lalu membuka halaman satu demi satu. Nama tumbuhan tanpa gambar berbaris rapi di dalamnya. Di sebutkan pula kegunaan setiap tumbuhan itu. Kemudian Kailong membaca seputar tumbuhan roh.


" Tumbuhan roh :


Tumbuhan roh dimulai dari umur seratus tahun, dua ratus tahun, tiga ratus tahun... sampai seribu tahun"


" Tumbuhan roh seratus tahun bercahaya sesuai warna bawaannya.


"Tumbuhan roh dua ratus tahun beralih warna ke cahaya putih, karena kumpulan energi dari tumbuhan bawaan bercampur dengan energi energi tanah dan energi langit yang diserap tumbuhan".


" Tumbuhan roh tiga ratus tahun beralih warna ke cahaya perak redup, karena energi bawaan, tanah, dan langit telah bercampur dengan energi dingin".


" Tumbuhan roh empat ratus tahun bercahaya perak terang, karena campuran tiga energi itu semakin padat ".


" Tumbuhan roh lima ratus tahun beralih ke warna perak mencorong, karena tiga campuran energi semakin liat".

__ADS_1


" Tumbuhan roh enam ratus tahun beralih ke warna emas redup, karena tiga campuran energi mulai bercampur dengan energi panas".


" Tumbuhan roh tujuh ratus tahun beralih ke warna emas terang, karena campuran empat energi semakin padat".


" Tumbuan roh delapan ratus tahun, beralih ke warna emas mencorong, karena campuran empat energi semakin liat."


" Tumbuhan roh sembilan ratus tahun, beralih ke warna emas kemerahan, karena campuran empat energi semakin padat dan liat."


" Tumbuhan roh seribu tahun beralih ke warna emas merah terang, karena semakin padat campuran energinya".


" Tumbuhan roh diatas seribu tahun... bacalah dalam buku " Kumpulan Tumbuhan Dua, Di tulis Oleh Yang Zi" .


" Aku harus meminjam buku lanjutan itu !" mantap Kailong.


Kemudian Kailong mulai menghafalkan buku itu, bersamaan semburat fajar di langit, berangsur - angsur terang menjadi pagi. Saat mentari terbit , Kailong telah menghafal separuh dari buku itu, hafal saja , paham sedikit.


Pagi hari, di akademi , Kailong masih menghafalkan buku " kumpulan tumbuhan...." itu. Pelajaran di kelas satu persatu mulai selesai.


Siang Hari Kailong masih menghafal buku itu, tinggal seperempat buku lagi.

__ADS_1


" Kailong ! ayo kita saling menyimak hafalan kita sebelum didengarkan oleh Guru Yang Zi" ajak Zuwen.


Tanpa banyak pikir, Kailong mau di ajak saling menyimak hafalan walaupun belum lengkap materi hafalannya. Setelah mereka mantap dan yakin pada hafalan masing - masing, Kailong melanjutkan sisa dari materi hafalannya.


Mereka berdua berjalan ke arah barat akademi menuju Bidang Cahaya Hijau.


Di dalam rumah obat, Guru Yang Zi sedang membuka buku dan mengawasi tempat penggodokan obat.


" Guru aku sudah hafal !" paduan suara antara Zuwen dan Kailong sangat terpadu.


" oh ! anak kembar ! kalian datang !" jawab guru Yang Zi, dalam keadaan membuka buku.


" Guru ! aku akan mulai terlebih dahulu !" pinta Zuwen, berjalan kemudian berdiri di depan Yang Zi.


" Baik ! mulailah !" suruh Yang Zi, kemudian Zuwen mengucapkan dengan lantang isi buku itu. Zuwen tidak cepat - cepat mengucapkan isi hafalannya, matanya melirik Kailong yang komat - kamit memandangi buku sambil sesekali membuka lembarannya.


Yang Zi tidak menanggapi aksi Zuwen, dia diam dan tenang mendengarkan setiap ucapan Zuwen. Akhirnya dengan baca lambat Zuwen, Kailong punya waktu yang mepet untuk menyelesaikan hafalannya, padahal kalau Zuwen baca cepat, giliran Kailong untuk maju memaparkan hafalan sudah tiba sejak setengah jam yang lalu.


" Kamu ! cepat maju ! sampai kapan mau komat - kamit !" jeda Yang Zi, ternyata Zuwen sudah selesai memperdengarkan hafalan.

__ADS_1


__ADS_2