Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Bahan Obat Dan Bumbu Masak


__ADS_3

Malam Hari : Hutan Kecil


Kailong melongo dalam keadaan memandang ke atas langit. Cahaya biru menghilang. Kailong menyelam ke dalam kolam. Di dalam kolam, mata Kailong terlapisi selaput tipis sebening kaca, jurus khas dari belut putih. Selaput kaca bening itu juga berfungsi memilah - milah energi di kedalaman air, sehingga dalam pandangan Kailong benda - benda di depannya dapat terbedakan dengan tepat, itu bagi belut putih sendiri, untuk Kailong itu hanya semacam benda warna - warni mengingat miskinnya pengalaman Kailong.


Dari belut putih , Kailong mendapatkan ilmu pernafasan yang cukup ampuh, karena ilmu itu dapat digunakan untuk menghirup udara di dalam air maupun di dalam tanah. Belut putih menyebutnya " Ilmu Napas Belut Putih", agak menonjolkan diri sendiri tetapi memang belut putih penemunya.


" Ilmu Napas Belut Putih " pada dasarnya dapat di rumuskan menjadi :


"Tahap Kesatu : Membuka semua lubang tubuh bawaan".


" Tahap kedua : Menyimpan udara ke dalamnya ".


" Tahap ketiga : Membuat kantung tipis dari energi untuk mengunci udara".

__ADS_1


" Tahap Keempat : Membuat pintu - pintu pada kantung udara untuk menuju ke paru - paru".


" Tahap kelima : Mengatur pengeluaran udara dengan jumlah sekecil - kecilnya".


Dengan " Napas Belut Putih", Kailong lebih leluasa bergerak di dalam air. Beberapa lama kemudian, Kailong tidak menemukan apapun yang menarik perhatiannya, dia segera menuju ke tepian kolam, lalu mengeringkan air dengan " Ilmu Napas Belut Putih" juga. Setelah mengenakan pakaiannya, Kailong lari cepat ke barat lalu ke Utara menuju kediaman Zu.


Sementara itu cahaya biru yang menghilang dari pandangan Kailong mulai tampak di suatu tempat.


" Long Bai ! kenapa kamu lari dengan cepat ? aku masih belum puas main - main !" seru bocah perempuan dengan pakaian serba biru, berusia sepuluh tahunan yang menunggangi punggung Long Bai.


" Oh, biarkan saja, toh dia tidak akan mengganggu kita !" susul Lan - Lan.


" Apa Nona lupa pada pesan Tuan Putri ? Jangan menampakkan dirimu pada sembarang laki - laki ! " kata Longbai.

__ADS_1


" Oh, dia laki - laki, dia kan masih kecil ! Guru hanya benci laki - laki dewasa kan ?" tawar Lan - lan.


" Nona ? tidak bahaya jika bocah itu tidak ada kaitannya dengan "Tua Bangka" yang dibenci oleh Tuan Putri, tetapi jika ada, maka kita juga akan kena marah !" tegas Longbai. Mereka berdua terbang ke suatu tempat.


Malam Hari : Kediaman Zu.


Sementara itu, Zuwen sudah mencapai tiga perempat halaman buku itu, tinggal seperempat selesai. Buku itu berjudul " Kumpulan Tumbuhan Satu, ditulis oleh Yang Zi".


Zuwen dengan lancar mengucapkan nama - nama tumbuhan yang telah dihafalkannya.


" ... Jahe, Kunyit, Bawang, Kemiri ..." ucap Zuwen pada sebagian tumbuhan yang dihafalnya.


Ternyata buku itu tidak hanya mencatat tumbuhan untuk bahan obat saja, tetapi juga mencatat tumbuhan untuk bumbu - bumbu masakan. Sampai waktu Zuwen menyelesaikan semua hafalan buku itu, Kailong belum tiba. Kemudian Zuwen meletakkan buku di tempat sesuai pesanan Kailong.

__ADS_1


Dari arah selatan Kediaman Zu, Kailong lari cepat, sementara mata orang - orang yang melihatnya, mengarah pada Kailong. Putih - putih kecil di malam hari, mengesankan ada hantu sedang berlari di depan orang - orang itu. Tidak ada orang yang mengejar Kailong karena kelakuannya itu, karena orang biasa akan menyangka itu Tuan Muda Zuwen mereka yang sedang berlatih lari.


Kailong sampai di Kediaman Zu, langsung menuju kamar untuk menghafal nama - nama tumbuhan.


__ADS_2