
Waktu berlalu seiring dengan pelatihan Kai Long yang di mulai sejak umur tujuh tahun. Dia telah melatih tubuhnya, tenaga dalam, jurus, dan kecepatan geraknya, baik lari di darat maupun berenang di dalam air. Selama di Puncak Gunung Es , tiga binatang kultivator tingkat dewa telah membantu Kai Long dengan baik karena dipaksa oleh Zu Lei tanpa sepengetahuan Kai Long. Cita - Cita Kai Long untuk terbang belum terkabul, karena jiwanya belum ditumbuhkan ke tingkat yang cukup.
Dari segi penumbuhan tubuh, daging, darah, organ dalam tubuh dan otot Kai Long ditingkatkan oleh jantung Kaisar Lipan pemberian Zu Lei.
Tulang dan kulit Kai Long ditingkatkan oleh cairan kuning emas penemuan Kai Long sendiri.
Mata Kanan Kai Long mewarisi energi gelap burung hitam, sedangkan mata kirinya mewarisi energi terang dari burung putih karena menepati janjinya.
Wadah tenaga dalam Kai long berada di tingkat kultivator prajurit tahap satu, dengan isi tiga kolam tenaga yaitu kolam tenaga panas berwarna hitam berasal dari teratai hitam, kolam tenaga dingin bening berasal dari teratai putih, dan kolam tenaga kuning emas dari cairan logam emas.
Kai Long telah mampu menciptakan api hitam dan api putih dengan memadukan dua energi, yaitu api hitam berasal dari perpaduan energi panas dan gelap, dan api putih berasal dari perpaduan energi dingin dan terang.
__ADS_1
Titik hitam kemerahan di dahi Kai Long sebagai penawar segala racun berasal dari lipan es.
Dari segi keterampilan, Kai Long sudah mendapatkan jurus dewa pedang tahap tengah, lari cepat di darat tahap tengah dan berenang cepat di air tahap tengah. Ilmu pukulan tangan kosong, cengkraman, dan totokan sudah diajarkan oleh Zu Lei di masa selanjutnya.
Senjata Kai Long hanya pedang kayu pilihan Zu Lei. Walaupun saat ini usia Kai Long telah mencapai sepuluh tahun dengan kemampuan cukup untuk membela diri sampai tua, akan tetapi jika ingin menuju puncak kultivator dewa, kekurangan yang harus ditambal Kai Long masih banyak dan juga dengan terus dikurung di puncak gunung es, Kai Long akan tidak mengenal kehidupan antar kultivator dan makhluk lainnya.
Dengan banyak pertimbangan, akhirnya Zu Lei memilih untuk menurunkan Kai Long dari gunung es ke keramaian dengan alasan mencari pengalaman dan penumbuhan secara langsung dan nyata.
" Kai Long ! sebenarnya aku ingin melepasmu ketika kamu sudah bisa terbang, tapi keadaan berkata lain" kata Zu Lei. Kai Long diam, ada kesedihan di depan wajahnya. Dewa belut putih , burung hitam dan burung putih mengelilingi Kai Long di dalam gua.
" Baiklah paman ! kakak belut, burung hitam dan burung putih ! aku berjanji tidak akan mengecewakan kalian !" janji Kai Long.
__ADS_1
" Kai Long ! jika kamu di dalam air maka ingatlah kakak belutmu ini ! ha ha ha!" tawa belut putih.
" Jika di dalam kegelapan ingatlah kakak burung hitammu ini !" kata burung hitam.
" Jika di tempat yang terang, tidak mungkin kamu ingat aku !" seru burung putih.
Kai Long manggut - manggut, membenarkan perkataan burung putih.
" Baiklah paman ! ayo berangkat ! da da kakak belut ! da da kakak burung hitam ! dada kakak burung putih !" pamit Kai Long sambil melambai - lambaikan tangannya di dalam ruang kekosongan, dalam keadaan di gendong oleh Zu Lei.
"Cling !" suara langit kembali merapat.
__ADS_1
" Paman ! ke mana paman akan melepaskanku ?" tanya Kai Long.
" Di Kekaisaran Cahaya, tempat di mana leluhurku berasal " jawab Zu Lei.