Di Atas Dewa Pedang

Di Atas Dewa Pedang
Kakek Kasar Cucu Baja


__ADS_3

Malam Hari : Kediaman Jian.


Jian Chen pergi ke lapangan latihan, lalu menggunakan jiwa matanya untuk melihat ke arah depan.


Sasaran yang semula kecil dan samar di ujung pandangan Jian Chen mulai terlihat membesar, membesar , membesar sampai wujudnya terlihat dengan jelas. Laju mata jiwa memperbesar sasaran jauh ke depan kira - kira sampai jarak sepuluh kilometer apabila tiada halangan, sayangnya banyak tembok atau penghalang lain yang membuat Jian Chen tidak puas untuk mengetahui ketepatan atau batas jiwa matanya.


" Cobalah besok di hutan !" saran Jian He, melihat ketidakpuasan Jian Chen.


" Baiklah kek" Jawab Jian Chen, kembali ke kamarnya.


Malam Hari Kediaman Tang .


Seorang bocah perempuan, berpakaian serba hitam dengan kain penutup dimulutnya, sedang melempar batu, kerikil, kelereng kecil, dan butiran besi bulat dengan cepat , cepat , lambat, lambat, cepat , cepat menggunakan jari - jarinya.


Semua itu dilemparkan pada sasaran diam atau sasaran yang bergerak, sasaran itu bermacam - macam, ada orang - orangan kayu yang digerakkan, ada papan besi yang di gerakkan, ada pahatan batu keras yang di gerakkan. Semua sasaran itu digerakkan oleh suatu tenaga yang disusun dan dirancang secara otomatis ala keluarga Tang.


" Yin Yin !?" sapa seorang perempuan delapan puluh tahunan.

__ADS_1


Setelah selesai berlatih melempar dan melepas batu, kerikil, kelereng dan besi itu, Tang Yin lari cepat menuju neneknya, Tang Mei. "Sut , sut , sut " terdengar suara dari tiga kali pijakan kaki.


" Nenek ? bagaimana hasil lemparanku ?" tanya Yang Yin.


" Sudah bagus, seandainya kamu tidak fokus pada ketepatan saja, maka sasaran itu perlu diganti yang baru besok " goda Tang Mei.


" Aku bisa dengan mudah merusak benda - benda itu ! nenek ? kapan aku diajari cara melepas pensil ungu " tanya Tang Yin.


" Benda itu belum cocok kamu gunakan, capai tenaga prajurit level puncak, saat itu kamu boleh bertanya padaku cara melepas pensil ungu" jawab Nenek Tang Mei.


" Tinggal dua tahap lagi, nenek harus pegang janji !" susul Tang Yin.


Pensil ungu terbuat dari bahan semacam bambu ungu yang dapat menyesuaikan diri dengan tekanan tenaga. Sehingga benda itu walau tumpul ujungnya, sewaktu - waktu dengan masukan tenaga dari kultivator akan berubah menjadi lancip, atau berlidah dua atau bentuk lain.


Pokoknya pensil ungu itu lues dan kuat, dengan fungsi utama melumpuhkan tubuh dan dapat menyerap energi lawan, inilah bahayanya, pensil ungu bisa jadi tabung simpanan tenaga.


Malam Hari Kediaman Xia.

__ADS_1


Seorang Kakek dengan tubuh tinggi, kekar, dan kuat sedang berjalan dalam keadaan memegang bola seukuran telapak tangannya, sambil mengumbul - umbulkan bola itu dengan ketinggian rendah.


" Hei ! Cucu lemah ! tangkap ini !" Kata kakek - kakek kasar itu.


Seorang bocah yang badannya padat kuat dengan usia sepuluh tahunan dalam keadaan menahan beban dorongan dari depan kaget, karena terlalu fokus.


Bola yang dilempar itu berada di belakangnya , dengan ketinggian di atas kepalanya, dan akan kena kepala jika tidak di tangkap. Bocah itu mendorong beban di depannya, lalu mundur , kemudian memutar badan dan melesat ke arah bola yang dilempar.


Setelah bola di pegang dengan satu tangan, bola itu jatuh ke bawah seakan - akan tidak ada apapun yang menghalanginya, wesss, turun ke bawah dengan membawa bocah itu.


Bola segenggaman telapak tangan tapi sangat berat. Beban yang di dorong bocah itu maju, jadi seandainya adegan itu diteruskan dengan lancar maka beban akan menabrak bocah itu, untungnya kakek kasar menahan beban yang maju dan Mencengkram pakaian si bocah.


" Prajurit tahap tiga apa ! lemah ! lemah ! lemah !" kasar si kakek.


" Kek ? bukannya aku yang lemah ! bola itulah yang sangat berat " keluh si bocah.


" Xia Jun ! hanya kamu ! yang paling lemah diantara remaja keluarga Xia ! masih berani protes" kasar si kakek.

__ADS_1


Lalu kakek galak yang bernama Xia Liong itu mengumbulkan beban pendorong, bola, dan Xia Jun ke atas dengan ketinggian yang cukup membuat bulu kuduk merinding.


__ADS_2