
Malam Hari Di lapangan Latihan.
Zuwen melihat Kailong lari acak dari kejauhan, karena penasaran dengan kelakuannya, Zuwen menyusul Kailong dan menemani Kailong lari acak.
" Kailong ! ada apa ?" panggil Zuwen, sambil lari di belakang Kailong.
" Aku terbang !" jawab Kailong dalam keadaan lari.
Zuwen mempercepat larinya sehingga sejajar dengan Kailong.
" Kailong ! ayo berhenti ! tidak nyaman berbicara sambil lari !" ajak Zuwen.
" Ya, kita berhenti di depan sana !" jawab Kailong , sambil menunjuk alat pengukur tenaga kultivator.
Mereka sampai di depan alat pengukur tenaga dan berhenti.
" Lihat ini ! " pinta Kailong sambil mengeluarkan tenaga ke arah alat pengukur tenaga kultivator.
Setelah Zuwen memperhatikan hasil yang ditunjukkan oleh alat itu , Zuwen biasa saja.
" Kailong ! kamu telah mencapai kultivator prajurit tahap dua" kata Zuwen.
"Iya" jawab Kailong , suka cita ada di depan wajahnya.
" Kak Wen ? kamu tidak mencoba ? aku ingin tahu pencapaianmu" pinta Kailong.
" Tidak , aku akan memberitahumu. Aku juga sama denganmu" jawab Zuwen.
" Ha ! kita sama ! " tanggap Kailong.
__ADS_1
" Apa kamu tidak penasaran, siapa di antara anak seusia kita yang pencapaiannya paling tinggi ?" kata Zuwen.
" Tidak, aku penasaran pada cincin ruang dan giok merah " jawab Kailong.
" Giok merah dari pamanmu ?" kata Zuwen.
" Iya ! aku baru saja menemukan cara memakainya " sambung Kailong.
" Baguslah" terus Zuwen.
" Benar ? kamu tidak penasaran ?" balik Zuwen.
" Iya, aku tidak penasaran. Memangnya siapa yang paling tinggi ?" tanya Kailong.
" Yang paling tinggi adalah Jian chen" jawab Zuwen.
" Dia mencapai prajurit tahap 3 (tiga)" lanjut Zuwen.
Mereka berdua duduk bersila di depan alat pengukur tenaga.
" Dulu aku di gendong oleh paman dan dibawa terbang. Aku juga jadi ingin bisa terbang. Lalu aku bertanya pada paman, kapan aku bisa terbang, paman menjawab, setelah mencapai kultivator tingkat prajurit. Sekarang aku sudah mencapai tingkat prajurit. " jawab Kailong.
" Jadi begitu sebabnya. Kata kakek, untuk terbang, kita harus mencapai prajurit tahap puncak " sambung Zuwen.
" Ayo ! kita tanya kakek bagaimana caranya terbang ?" ajak Kailong.
" Besok saja, kakek tadi keluar bersamaku untuk mencari bahan peningkat tubuh" jawab Zuwen.
" Ya, besok" sambung Kailong.
__ADS_1
" Besok pagi ada pelajaran menarik di akademi !" kata Zuwen.
" Pelajaran apa ? cerita kaisar Xie Yan lagi ?" tanya Kailong.
" Bukan ! pelajaran ketabiban, kedokteran, alkemi, dan ilmu pemulihan" jawab Zuwen.
" Bukankah itu semua sama ?" paham Kailong, penasaran.
" Beda ! benar bahwa 4 (empat) ilmu itu membahas tentang kesehatan dan penyakit, tapi caranya berbeda - beda" jawab Zuwen.
" Apa bedanya ?" tanya Kailong.
"Ilmu ketabiban hanya menggunakan tumbuhan sebagai bahan untuk melawan penyakit.
Ilmu kedokteran menggunakan tumbuhan, binatang, dan bahan apapun untuk melawan penyakit.
Alkemi menggunakan bahan apapun untuk melawan penyakit dan menggunakan Qi.
Ilmu pemulihan menggunakan apapun untuk melawan penyakit " terang Zuwen, agak panjang.
" Oh, berarti paling bagus adalah ilmu pemulihan, karena semuanya bisa digunakan untuk melawan penyakit" tanggap Kailong.
" Besok kita harus berangkat, aku ingin tahu ilmu pemulihan ini isinya apa saja !" sambung Kailong.
" Siapa tahu dengan ilmu pemulihan, penyakit giok merahku bisa sembuh " terus Kailong.
" Memang apa penyakitnya ?" tanya Zuwen penasaran.
" Giok merahku sulit untuk menyala" jawab Kailong, lalu dia menceritakan semua kejadian yang dialaminya.
__ADS_1
" Begitu ? harus digerakkan oleh binatang yang berbeda, digigit baru bocor. Sepertinya itu bukan karena giok merahmu sakit, tapi manja" simpul Zuwen.